Zheng He – Penjelajah Dunia yang Terkenal

Selama berabad-abad, Zheng He telah dikenang sebagai pahlawan bagi masyarakat Cina dan Malaysia, serta umat Islam di seluruh dunia.

Selama berabad-abad, Zheng He telah dikenang sebagai pahlawan bagi masyarakat Cina dan Malaysia, serta umat Islam di seluruh dunia.

5. Kehidupan Awal

Zheng He bukan hanya seorang penjelajah Muslim Cina. Dia juga seorang kasim, pelaut, dan diplomat. Dia hidup pada awal Periode Dinasti Ming di Tiongkok. Sebagai seorang anak muda, Zheng He ditangkap oleh Jenderal Fu Youde, komandan tentara Ming, pada tahun 1381. Menjadi kebiasaan pada waktu itu untuk tahanan muda yang diturunkan untuk melayani sebagai halaman untuk istana kingdom, ia dibuat menjadi seorang kasim. . Pada usia 10 tahun, ia memulai hidupnya di rumah tangga Pangeran Yan, di mana ia menerima pendidikan awalnya. Kemudian, sebagai seorang pemuda, ia bertugas sebagai prajurit yang berperang melawan bangsa Mongol.

4. Karir

Dinasti Ming awal sama penuhnya dengan intrik intelektual seperti halnya pembunuhan dan pengkhianatan di dalam istana kingdom. Zheng He, sebagai pelayan tepercaya Pangeran Yan, mampu membantu tuannya memenangkan mahkota setelah pangeran memilih untuk membentuk pasukan pemberontak melawan kaisar keponakannya. Sebagai hadiah, Zheng He diangkat menjadi laksamana ekspedisi untuk menemukan kaisar yang melarikan diri yang telah mereka gulingkan. Dia berlayar dengan armada kapalnya dan berlabuh di beberapa pelabuhan dan negara, berdagang sepanjang jalan dengan barang-barang Cina, dan mengambil barang-barang eksotis dan hewan unik sebagai imbalannya. Dia menghadapi perlawanan di beberapa negara, tetapi akhirnya menaklukkan sebagian besar.

3. Kontribusi Utama

Tujuh ekspedisi yang dikomandani Zheng He berlangsung hampir tiga dekade, dari tahun 1405 hingga 1433. Ekspedisi ini mengunjungi banyak negara Asia, dan ekspedisi tersebut menyebar ke beberapa bagian Timur Tengah dan Afrika. Di negara-negara ini, ia berdagang dengan perak, porselen, sutra, dan emas. Mitra dagang dibalas dengan hewan eksotis dan gading. Salah satu kontribusi pentingnya adalah membuka kembali rute perdagangan laut lama antara Cina dan Timur Tengah. Dia juga mengumpulkan upeti yang diminta beberapa negara untuk diserahkan ke istana kingdom Tiongkok. Ekspedisi selanjutnya mencapai Kekaisaran Bizantium, yang akan segera jatuh ke tangan Turki Utsmani. Dia juga menangkap bajak laut di sepanjang jalan, banyak di antaranya telah mengganggu kapalnya dan kapal lainnya selama beberapa dekade. Dia juga berbuat banyak untuk menyebarkan pengaruh Islam di seluruh Semenanjung Malaya dan pulau Jawa.

2. Tantangan

Selama karir dan ekspedisinya, Zheng He menghadapi banyak tantangan. Dia harus memerintahkan salah satu tentara Pangeran Yan dalam pemberontakan mereka melawan kaisar baru, yang melucuti tuannya, Pangeran, dari gelar dan propertinya. Akhirnya mengalahkan tentara kaisar, ia dihormati oleh tuannya, yang kemudian naik menjadi kaisar sendiri. Dalam perjalanan ekspedisinya untuk berdagang dan menemukan kaisar terguling yang melarikan diri, Zheng He harus bertarung dengan bajak laut dan negara-negara yang menolak untuk menghormati kaisarnya dengan upeti. Akibatnya, dia hanya memiliki satu jalan lain dan itu adalah menahan mereka, atau membuat mereka tunduk pada keinginan kaisar dengan paksa. Dia akan menunjukkan kekuatan militer, dan sebagian besar musuh ini pada akhirnya akan membayar upeti karena takut.

1. Kematian dan Warisan

Tidak banyak yang diketahui tentang kematian Zheng He. Ada saksi yang mengatakan bahwa dia meninggal pada tahun 1433, tetapi beberapa laporan menyimpulkan bahwa dia meninggal dua tahun kemudian, ketika dia masih bertindak sebagai pembela kota Nanjing. Dia tidak pernah menikah dalam hidupnya, tetapi telah mengadopsi seorang putra. Pada tahun 1985, untuk menghormati prestasinya, sebuah makam dibangun di atas situs kuburan yang lebih tua, dan tutup kepala, pedang, dan pakaiannya dimakamkan di dalamnya. Jenazah Zheng He sendiri telah dikubur di laut pada tahun 1433 atau 1435. Dia meninggalkan warisan yang ditandai dengan kontribusinya pada hubungan budaya internasional dan tradisi Islam Cina. Dia juga membangun kuil dan masjid di tempat-tempat yang kapalnya berdagang dan mengunjungi di sepanjang jalan, terutama di tempat yang sekarang adalah Malaysia , Indonesia , dan Filipina . Sayangnya, pejabat kekaisaran kemudian meminimalkan kepentingan pribadinya dan kontribusi ekspedisinya, dengan menghilangkannya dari kurikulum pendidikan Tiongkok dan catatan sejarah.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Zheng He – Penjelajah Dunia yang Terkenal

Related Posts