16 Perbedaan Transpirasi dan Gutasi (dengan tabel perbandingan)

Apa Itu Transpirasi?

Transpirasi adalah hilangnya air dari tanaman melalui penguapan pada permukaan daun. Transpirasi terjadi ketika tanaman membuka stomata untuk memasukkan karbon dioksida, air di permukaan sel mesofil spons dan mesofil palisade menguap dan berdifusi keluar dari daun. Transpirasi adalah pendorong utama kolom kontinu air dalam xilem.

Transpirasi terjadi karena tanaman mengambil lebih banyak air daripada yang sebenarnya mereka butuhkan pada waktu tertentu. Ini adalah cara membuang kelebihan air. Ketika kelebihan air dikeluarkan dari tanaman, tanaman dapat dengan mudah mengakses karbon dioksida yang diperlukan untuk fotosintesis. Pada kebanyakan tumbuhan, transpirasi adalah proses pasif yang sebagian besar dikendalikan oleh kelembapan atmosfer dan kadar air tanah.

Transpirasi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

  • Suhu
  • Ketersediaan energi
  • Gradien kelembaban menjauh dari permukaan.
  • Kecepatan angin
  • Ketersediaan air

Faktor morfologi seperti berkurangnya permukaan daun, lapisan kutikula yang tebal pada daun, jumlah stomata dan stomata yang rendah yang tersembunyi di bawah sel epidermis lainnya menurunkan laju transpirasi. Tanaman gurun seperti tumbuhan runjung dan kaktus menghemat air dengan cara ini.

Apa Itu Gutasi?

Gutasi dapat digambarkan sebagai eksudasi atau sekresi tetesan getah (xilem) melalui jaringan khusus yang disebut hidatoda. Gutasi terjadi pada tumbuhan tertentu yang memiliki sistem pembuluh darah seperti rumput, barley, gandum, stroberi, tomat dan tumbuhan kecil lainnya. Gutasi juga dapat didefinisikan sebagai proses di mana tanaman mengeluarkan air di ujung daun atau di bagian daun yang terluka.

Biasanya gutasi terjadi pada malam hari ketika tanah sangat lembab. Jika terlalu banyak air di dalam tanah, tekanan akar menyebabkan air keluar dari tanaman dan ke ujung daun atau bilah tanaman. Saat air dari tanah melewati tanaman untuk meningkatkan proses gutasi, ia mengambil mineral, enzim dan bahan kimia lainnya dan ini disebut getah xilem .

Berbeda dengan proses transpirasi, talang air bergantung pada kondisi tertentu seperti kelembaban relatif yang tinggi di atmosfer dan jumlah air di dalam tanah.

Perbedaan Transpirasi dan  Gutasi Dalam Bentuk Tabel

DASAR PERBANDINGAN GUTASI TRANSPIRASI
Deskripsi Gutasi adalah sekresi tetesan air dari pori-pori tumbuhan. Transpirasi adalah hilangnya air oleh tumbuhan dalam bentuk uap.
Kejadian Gutasi hanya terjadi melalui hidatoda. Transpirasi terjadi melalui sel epidermis, lentisel atau melalui stomata.
Peraturan Hidatoda tidak memiliki mekanisme penutupan dan pembukaan sehingga talang air tidak diatur. Laju transpirasi diatur melalui pengaturan pembukaan dan penutupan stomata.
Faktor yang Mempengaruhi Proses Kelembaban atmosfer dan ketersediaan air berpengaruh terhadap proses gutasi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi laju transpirasi, beberapa faktor tersebut antara lain: Sifat stomata Ketersediaan air di dalam tanah Aliran angin Adanya penghambat transpirasi.
Tanaman layu  Transpirasi yang berlebihan pada musim kemarau dapat menyebabkan tanaman layu. Gutasi berlebihan atau tidak, tidak akan menyebabkan tanaman layu.
Air transpirasi / gutasi Gutasi air adalah larutan encer dari zat anorganik dan organik. Air yang ditranspirasi adalah air murni.
Kejadian Gutasi biasanya terjadi di pinggiran dan ujung daun. Transpirasi terjadi di seluruh permukaan umum daun dan batang muda.
Kondisi Lembab Peningkatan kondisi atmosfer yang lembab berdampak pada meningkatnya laju proses gutasi Peningkatan kondisi lembab atmosfer berdampak pada penurunan laju transpirasi karena menurunkan laju difusi.
Difusi Sederhana Dalam proses talang, kehilangan air tidak terjadi melalui difusi atau proses lainnya, tetapi air hanya keluar sebagai tetesan kecil. Dalam proses transpirasi, kehilangan air melalui difusi sederhana. Difusi sederhana adalah ketika molekul berpindah dari wilayah dengan konsentrasi tertinggi ke wilayah dengan konsentrasi lebih rendah.
Pengaruh Kondisi Kering Kondisi kering memiliki efek penghambatan pada saluran pencernaan. Proses transpirasi sangat disukai oleh kondisi kering.
Periode Terjadinya Gutasi biasanya terjadi pada malam hari dan dini hari. Sebagian besar transpirasi terjadi selama periode hari yang lebih panas. Ini dapat diabaikan pada waktu malam.
Tekanan Xilem Gutasi yang terjadi menyebabkan perkembangan tekanan positif pada xilem tanaman. Transpirasi menyebabkan perkembangan tekanan negatif pada xilem tanaman.
Kontinuitas Proses Gutasi tidak terjadi ketika tanaman berada di bawah tekanan air (kondisi kekurangan air). Transpirasi berlanjut bahkan ketika tanaman berada di bawah tekanan air (kondisi kekurangan air).
Residu Kerak garam terbentuk di permukaan setelah cairan yang diparut menguap. Transpirasi tidak meninggalkan apapun di permukaan tanaman.
Suhu Gutasi terjadi saat suhu rendah. Transpirasi terjadi saat suhu tinggi.
Dianggap Proses gutasi dianggap sebagai jenis sekresi karena hidatoda adalah jaringan sekretori. Transpirasi tidak pernah dianggap sebagai sekresi.

Persamaan Antara Gutasi dan Transpirasi

  • Kedua proses tersebut terjadi melalui daun.
  • Dalam transpirasi dan talang air hilang melalui pori-pori khusus.
  • Kedua proses tersebut mengakibatkan hilangnya air secara permanen dari tumbuhan.

 

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.Com