Tahukah Anda Bahwa Ada Jembatan Di India yang “Tumbuh” Dari Akar Pohon?

Jembatan akar Umshiang Double Decker dekat Cherrapunjee, Meghalaya, India.

Jembatan akar Umshiang Double Decker dekat Cherrapunjee, Meghalaya, India.

Di semua tempat di dunia, jembatan biasanya dibangun menggunakan beton, baja, atau bahan bangunan tak hidup lainnya. Sebagian besar dari kita juga akrab dengan jembatan kayu atau tali. Namun, di Negara Bagian Meghalaya, India timur laut (berarti tempat tinggal awan), banyak jembatan terbuat dari tanaman hidup, berpadu sempurna dengan lanskap hijau subur di sekitarnya. Jembatan akar yang hidup ini dibangun oleh penduduk setempat di wilayah tersebut, orang-orang dari suku Khasi dan Jaintia, yang mendiami daerah perbukitan Dataran Tinggi Shillong. Jembatan membutuhkan waktu lama 15 sampai 30 tahun untuk tumbuh dan dapat meregang untuk jarak lebih dari 100 kaki. Penduduk setempat pertama-tama menempatkan perancah bambu atau batang pohon pinang yang dilubangi di seberang sungai dan aliran sungai untuk memungkinkan akar udara pohon ara lokal, terutama Ficus elastica, tumbuh secara horizontal dari ujung sungai atau aliran sungai yang berlawanan sampai bertemu satu sama lain. Keajaiban bio-engineering ini dapat membawa hampir 35 orang sekaligus, dan memiliki umur 500 tahun, lebih lama dari jembatan cararn yang canggih. Jembatan akar Umshiang Double Decker yang terkenal di desa Nongriat dekat Cherrapunjee berusia sekitar 200 tahun. Juga, tidak seperti kebanyakan jembatan cararn, jembatan akar yang hidup secara alami tumbuh lebih kuat seiring waktu, dan dengan demikian tidak memerlukan perawatan dan perbaikan rutin.

4. Peran Sejarah

Jembatan akar yang hidup lahir sebagai hasil pemikiran inovatif oleh suku-suku tersebut. Seluruh negara bagian Meghalaya penuh dengan pegunungan yang rimbun dan hijau serta hutan tropis. Selama musim hujan, yang biasanya berlangsung dari bulan Juni hingga September, sungai-sungai berarus rendah dan aliran sungai di wilayah itu menjadi liar, air yang deras mengalir dengan arus kuat yang tidak mungkin dilalui dengan berjalan kaki. Untuk waktu yang lama, penduduk pegunungan mencoba mencari cara untuk mengatasi masalah menyeberangi sungai dan sungai yang begitu cepat dan mulai membangun jembatan dari bambu di atas sungai dan sungai ini. Namun, jembatan bambu tidak cukup kuat dan mudah lapuk dan runtuh, membuat masyarakat suku di sana terdampar. Kemudian, para tetua Khasi menyusun rencana besar baru untuk membangun jembatan akar yang hidup. Mereka memutuskan untuk memandu akar pohon karet yang kuat melintasi tepi sungai sampai ujungnya bertemu di suatu tempat di tengah. Akar secara bertahap tumbuh lebih panjang dan lebih kuat, terjalin bersama dengan cara yang memberikan stabilitas pada jembatan.

3. Signifikansi bagi Turis dan Penduduk Lokal

Saat ini, sejumlah besar wisatawan mengunjungi perbukitan dan hutan Meghalayan yang indah untuk menikmati jalan-jalan di jembatan hidup yang ramah lingkungan ini. Beberapa jembatan akar yang paling terkenal di wilayah ini termasuk Jembatan Akar Bertingkat Umshiang, Jembatan Akar Ummunoi, Jembatan Akar Ritymmen, Jembatan Akar Umkar, dan Jembatan Akar Mawsaw. Kunjungan wisatawan ini mendukung perekonomian lokal. Jembatan akar hidup Meghalaya telah lebih dipopulerkan oleh beberapa publikasi perjalanan internasional, menarik semakin banyak orang ke wilayah tersebut untuk melihat keajaiban arsitektur yang direkayasa oleh suku dan alam ini sendiri.

2. Keamanan Jembatan Akar

Jembatan akar hidup Meghalaya adalah perpaduan sempurna antara alam dan pencapaian cerdik manusia. Ada sedikit kekhawatiran mengenai keamanan jembatan ini yang semakin kokoh seiring waktu. Namun, penting untuk menjaga aturan dan peraturan setempat, dan memastikan bahwa daya dukung jembatan tidak dilanggar.

1. Lebih Banyak Root Bridge Akan Datang?

Saat ini, iming-iming membangun jembatan lebih cepat menggunakan tali, baja, atau beton mengalihkan perhatian dari jembatan akar yang hidup. Sebagian besar jembatan baru yang dibangun di wilayah tersebut saat ini dibangun dengan menggunakan teknologi cararn. Namun, beberapa penduduk setempat masih bekerja dengan penuh dedikasi untuk melindungi jembatan akar lama di wilayah tersebut dari segala bentuk eksploitasi. Ada juga beberapa rencana untuk membangun jembatan akar hidup baru di wilayah tersebut. Pada akhirnya, menjadi jelas bahwa bahkan di dunia cararn yang penuh keajaiban teknik ini, jembatan yang dibangun, hidup, bernapas oleh suku ini tidak akan pernah gagal membuat kita terpesona dengan keunikan dan keindahannya yang menakjubkan.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Tahukah Anda Bahwa Ada Jembatan Di India yang “Tumbuh” Dari Akar Pohon?

Related Posts