Sungai Selenga

Sungai Selenga

Sungai Selenga

Bentangan indah Sungai Selenga di Rusia pada musim gugur.

5. Deskripsi

Sungai Selenga adalah sungai lintas batas yang mengalir ke timur laut melalui Mongolia dan masuk ke Rusia . Asal-usulnya berada di daerah pegunungan Mongolia, dan anak sungai terbesarnya adalah Sungai Orkhon. Sungai Selenga adalah anak sungai utama Danau Baikal, danau air tawar terbesar di dunia, ditemukan di Siberia selatan dekat perbatasan Rusia dengan Mongolia. Sungai itu diperkirakan memiliki panjang 616 mil, menurut publikasi Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat . Sungai Selenga dan anak-anak sungainya menyumbang sekitar 80 persen dari DAS Danau Baikal, menurut laporan Berita dan Informasi Geoscience. Anak sungai lainnya adalah sungai Dzhida, Orkhon, Khanui, Chikoy, Khilok dan Uda, menurut Pusat Informasi Cekungan Baikal. Menurut Institut Biologi Umum dan Eksperimental Institut Biologi Umum dan Eksperimental, Siberia, sungai membawa 3,5 juta ton sedimen ke Danau Baikal.

4. Peran Sejarah

Aliran Sungai Selenga yang berkelanjutan ke Danau Baikal membentuk delta sungai sekitar 25 juta tahun yang lalu, menurut Pusat Pendidikan Ekologi Internasional (IEEC) di Baikal, Siberia. Ini adalah satu-satunya delta air tawar di dunia. Delta Sungai Selenga telah bertindak sebagai filter alami yang menghilangkan zat alami dan buatan dari perairan Rusia dan Mongolia. Selama 10,0-besarnya Tsagan gempa pada Malam Tahun Baru di 1 st Januari 1862, yang Proval Bay segitiga di bagian timur laut dari Selenga Delta, dibentuk karena sedimentasi yang terjadi. Akibat gempa, empat desa tenggelam saat Teluk Proval sedalam 15 meter sedang terbentuk. Teluk ini adalah salah satu dari 132 di dunia yang terbentuk karena pergerakan geologis alami, menurut Pusat Informasi Baikal.

3. Signifikansi Modern

Lembah Sungai Selenga menempati 19,2 persen dari luas daratan Mongolia, menurut Institut Lingkungan Korea. Oleh karena itu, ini adalah sumber daya air yang vital bagi negara. Perairannya digunakan untuk irigasi pertanian, pasokan air rumah tangga, pertambangan, rekreasi, pariwisata, dan transportasi. Wisatawan juga suka mengunjungi Sungai Selenga dan Danau Baikal. Ekspedisi dan kegiatan lain yang tersedia di sana termasuk naik perahu untuk menjelajahi delta dan lahan basahnya, kayak, arung jeram, dan mengamati burung di delta. Wisatawan juga diberikan kesempatan untuk mengagumi formasi sungai yang indah di dalam delta saat mereka mendekati Danau Baikal. Formasi ini tampak seperti kipas multi-cabang yang tersebar di sekitar Delta Selenga.

2. Habitat

Di seluruh bentangan Lembah Sungai Selenga terdapat tiga jenis vegetasi yang berbeda di Mongolia dan Rusia. Ini adalah boreal, hutan-stepa, dan stepa, menurut Institut Biologi Umum dan Eksperimental Institut Biologi Umum dan Eksperimental, Siberia. Delta itu sendiri merupakan habitat yang hidup, dengan lebih dari 170 spesies burung di dalamnya, banyak di antaranya bermigrasi. Sebagai lahan basah yang vital, kawasan ini telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO dan Konvensi Ramsar tentang situs Lahan Basah. Ada juga 70 spesies tumbuhan dan hewan langka atau terancam punah yang hidup di sana menurut Geoscience News and Information. Delta Selenga juga merupakan tempat pembibitan ikan dan perhentian rute migrasi bagi banyak ikan, beberapa di antaranya ditangkap secara komersial. Ini termasuk Graylings, Cisco, dan sturgeon Baikal yang langka. Delta Sungai Selenga adalah sungai terbesar di daerah tangkapan air Danau Baikal menurut RAMSAR.

1. Ancaman dan Perselisihan

Dalam beberapa tahun terakhir, seluruh DAS Selenga, termasuk Danau Baikal, telah mengalami pencemaran air yang signifikan, yang telah menjadi masalah yang disebabkan oleh meningkatnya industrialisasi di wilayah tersebut. Ekosistem cekungan juga menghadapi ancaman dari pariwisata yang tidak diatur, eksploitasi sumber daya yang tidak bertanggung jawab, perambahan manusia, dan perubahan iklim, menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam. Ketegangan dan perselisihan juga telah dimulai antara Rusia dan Mongolia mengenai rencana negara terakhir untuk membangun dua bendungan di Sungai Orkhon dan Selenga, menurut Rivers without Boundaries. Menurut peneliti, konstruksi seperti itu akan merusak ekosistem Sungai Selenga karena bendungan akan menghambat migrasi spesies air, mengurangi pasokan sedimen di hilir yang penting untuk mempertahankan habitat delta sungai, dan mendistorsi aliran alami anak sungai utama Danau Baikal, Sungai Selenga. . Konstruksi seperti itu juga diproyeksikan mempengaruhi mata pencaharian populasi manusia di Rusia dan Mongolia yang terlibat dalam berbagai sektor seperti peternakan, perikanan, dan transportasi di, sekitar, dan di sepanjang sungai.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Sungai Selenga

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.com