Siapa Penemu Vaksin Polio?

Sejak penemuannya pada tahun 1955, banyak negara telah mewajibkan vaksin polio.

Sejak penemuannya pada tahun 1955, banyak negara telah mewajibkan vaksin polio.

Penemuan vaksin polio adalah salah satu penemuan paling menonjol di bidang medis. Penemuannya menyebabkan terobosan besar dalam memerangi polio yang merupakan salah satu penyebab utama cacat dan kematian di dunia. Polio diketahui melumpuhkan anggota badan individu yang tidak divaksinasi. Individu dibiarkan dengan ketidakmampuan untuk berjalan dan melakukan aktivitas fisik yang kuat. Dalam kasus ekstrim, korban penyakit berakhir dengan kematian.

Siapa Penemu Vaksin Polio?

Jonas Edward Salk diakui sebagai orang pertama yang berhasil menemukan vaksin polio. Jonas Salk adalah seorang ilmuwan dan ahli virus Amerika. Sebelum Jonas Salk menemukan vaksin polio, polio adalah penyakit yang mengancam jiwa dan menakutkan di sebagian besar dunia. Sebelum pengenalan vaksin polio Salk pada tahun 1955, sekitar 58.000 orang terinfeksi oleh penyakit tersebut. Lebih dari 3.000 orang meninggal dan 21.000 lumpuh. Anak-anak adalah yang paling terpengaruh. Presiden Franklin Roosevelt juga menjadi korban polio. Untuk alasan ini, Roosevelt mengembangkan sebuah institusi yang akan membantu ilmuwan mengembangkan vaksin polio.

Hidup dan karir

Jonas lahir pada 28 Agustus 1914, di New York City. Dia kemudian menghadiri Sekolah Kedokteran Universitas New York. Ia lulus pada tahun 1939 dengan gelar kedokteran. Setelah itu, ia melanjutkan program magangnya di Rumah Sakit Mount Sinai. Dia bekerja di Rumah Sakit Mount Sinai selama dua tahun sebelum pindah ke Universitas Michigan untuk mempelajari virus flu, menjadi seorang dokter dalam prosesnya. Namun, ia memilih untuk bekerja sebagai peneliti, bukan dokter.

Perjalanan Salk Menemukan Vaksin Polio

Pada tahun 1947, Salk ditunjuk untuk bekerja dengan University of Pittsburgh, School of Medicine. Namun, di stasiun yang sama, National Foundation of Infantile Paralysis mensponsori sebuah program yang berfokus pada penentuan berapa banyak virus polio yang ada di dalam tubuh. Salk memanfaatkan kesempatan ini dan memutuskan untuk meneliti lebih lanjut tentang pengembangan vaksin polio. Bersama beberapa rekannya, Salk terus meneliti proyek tersebut selama tujuh tahun. Pada tahun 1955, ia menemukan vaksin yang menjadi vaksin polio pertama yang berhasil. Uji coba lapangan ditetapkan untuk menguji vaksin Salk. Pengujian tersebut melibatkan 20.000 dokter dan praktisi medis, 64.000 staf sekolah, dan lebih dari 1,8 juta anak sekolah. Uji lapangan sebagian besar berhasil. Pada 12 April 1955, diumumkan kepada publik bahwa vaksin polio telah berhasil dikembangkan.

Merangkul Vaksin Salk

Setelah berhasil mengembangkan vaksin dan mendapat pengakuan luas, Salk mulai berkampanye untuk membuat vaksin wajib bagi anak-anak. Dalam kampanyenya, dia menjelaskan bahwa dia tidak tertarik untuk memperoleh keuntungan dari vaksin. Padahal, katanya vaksin itu milik rakyat, bukan miliknya. Vaksinnya diwajibkan di Amerika. Mereka mulai memberikannya kepada orang-orang. Banyak negara lain segera mengakui karya Salk. Negara pertama yang mencoba vaksin Salk termasuk Kanada, Swedia, Norwegia, Jerman Barat, Belanda, Belgia, Swiss, dan Denmark.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Siapa Penemu Vaksin Polio?

Related Posts