Negara Yang Sudah Tidak Ada

Peta politik dunia telah berkembang pesat dari waktu ke waktu.

Peta politik dunia telah berkembang pesat dari waktu ke waktu.

Sepanjang sejarah sudah banyak negara yang mengalami perpecahan, penggabungan atau perubahan nama, sehingga membuat daftar negara yang hilang atau sudah tidak ada lagi. Banyak negara yang berubah bentuk atau namanya karena perang politik yang terjadi pada tahun 1900-an. Selama abad ke-20, sebagian besar negara dipersatukan kembali terutama setelah bertahun-tahun konflik dan perang. Contohnya adalah Vietnam Utara dan Selatan, yang dipersatukan kembali pada tahun 1976. Negara-negara lain sama sekali tidak ada lagi.

8. Uni Republik Sosialis Soviet (USSR)

Uni Republik Sosialis Soviet (USSR) adalah bekas kekaisaran, yang terletak di Eurasia utara dan didirikan pada 30 Desember 1922. Pada tahun-tahun terakhirnya, Uni Soviet terdiri dari 15 negara Eurasia dengan ibu kotanya di Moskow. Selama keberadaannya, Uni Soviet adalah negara terbesar di dunia berdasarkan wilayah dan juara komunisme. Uni Soviet adalah negara adidaya yang kuat bersama AS, dengan siapa mereka terlibat dalam perang dingin yang nyaris menjerumuskan dunia ke dalam perang nuklir. Negara-negara seperti Kuba, Vietnam, dan Cina antara lain bersekutu dengan Uni Soviet dan menerima bantuan. Uni Soviet runtuh pada Desember 1991 dengan mayoritas negara anggotanya menjadi negara berdaulat.

7. Yugoslavia

Yugoslavia terletak di wilayah Tenggara Eropa selama sebagian besar abad ke-20. Negara ini terdiri dari negara bagian Kroasia, Slovenia, dan Serbia yang didirikan dari Kekaisaran Austro-Hungaria. Yugoslavia didirikan pada tahun 1918 setelah Perang Dunia Pertama pada 13 Juli, yang dinamai menurut nama orang-orang Slavia Selatan. Itu diakui secara internasional di Paris pada Konferensi Duta Besar. Pada tanggal 3 Oktober 1929 negara ini berganti nama menjadi Kingdom Yugoslavia. Kingdom diserbu oleh kekuatan Poros dan diproklamirkan oleh perlawanan parsial pada tahun 1941 dan 1943. Kingdom Yugoslavia kembali berganti nama pada tahun 1946 menjadi Republik Rakyat Federal pada tahun 1946 ketika negara tersebut membentuk pemerintahan komunis. Negara ini memperoleh wilayah Zadar, Istria dan Rijeka dari Italia. Pada tahun 1963, negara ini berganti nama lagi menjadi Republik Federal Sosialis Yugoslavia (SFRY). Menyusul krisis ekonomi dan politik negara dan bangkitnya nasionalisme, Yugoslavia terpecah menjadi lima negara yang mengakibatkan Perang Yugoslavia. Negara ini hancur pada tahun 1991 untuk membentuk negara-negara merdeka seperti Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Montenegro, dan wilayah yang disengketakan Kosovo.

6. Rhodesia

Rhodesia adalah negara yang tidak dikenal yang terletak di wilayah Zimbabwe cararn di Afrika selatan, didirikan pada tahun 1965. Ibukota Rhodesia berbasis di Salisbury, sekarang Harare. Negara yang menganggap Ratu Elizabeth II sebagai negara resmi tidak ada lagi pada tahun 1979 ketika Zimbabwe memperoleh kemerdekaan.

5. Republik Demokratik Jerman (GDR)

Republik Demokratik Jerman (GDR), juga dikenal sebagai Jerman Timur, didirikan pada tahun 1949 selama periode Perang Dingin dari wilayah Jerman yang diduduki Uni Soviet. Zona wilayah Uni Soviet meliputi Berlin Barat namun tetap berada di luar yurisdiksi GDR. Republik Demokratik Jerman menjadi negara satelit Uni Soviet. Pada tahun 1948 otoritas Uni Soviet di negara itu mulai mengalihkan tanggung jawab pemerintahan kepada para pemimpin komunis Jerman dan pada tanggal 7 Oktober di tahun berikutnya GDR mulai berfungsi sebagai negara. Ibukota negara ini berbasis di Berlin Timur sejak Berlin Barat tetap menjadi bagian dari Republik Federal Jerman. Sampai tahun 1989, negara itu diperintah oleh Partai Persatuan Sosialis. Kejatuhan negara ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti emigrasi pemuda terdidik, inisiatif pemilihan terbuka, dan pembentukan berbagai kekuatan politik dan sosial antara lain. Setelah bertahun-tahun konflik dengan Republik Federal Jerman dan runtuhnya komunisme, kedua republik bersatu setelah tembok Berlin diruntuhkan dan memuncak dalam penyatuan untuk membentuk Jerman dan karena itu GDR tidak ada lagi pada tahun 1990.

4. Cekoslowakia

Cekoslovakia adalah sebuah negara yang terletak di Eropa Tengah yang didirikan pada tanggal 28 Oktober th , 1918. Negara ini diwakili dua kelompok Slavia etnis dominan terdiri dari Ceko dan Slowakia. Negara ini dipaksa menjadi divisi antara tahun 1939 hingga 1945 setelah inisiasi sebagian ke dalam Nazi Jerman. Sepanjang Perang Dunia II dan Perang Dingin, negara ini mengalami perpecahan politik dan ekonomi yang besar. Setelah Revolusi Beludru, Cekoslowakia memutuskan untuk berpisah secara damai menjadi negara-negara berdaulat Slovakia dan Republik Ceko. Negara itu tidak ada lagi pada tahun 1993.

3. Vietnam Utara/Vietnam Selatan

Pada tahun 1954 Vietnam dibagi menjadi beberapa negara terpisah yang berbatasan dengan Sungai Ben Hai di Provinsi Quang Tri. Vietnam Utara dipimpin oleh pemerintah komunis yang sekutunya adalah Uni Soviet dan Cina komunis sedangkan Vietnam Selatan memiliki pemerintahan yang demokratis dan pasar bebas yang sekutunya adalah Amerika Serikat. Kedua negara yang terpisah tidak ada lagi ketika mereka bersatu sebagai negara tunggal 1975 setelah berakhirnya Perang Vietnam.

2. Federasi Arab Selatan

Federasi Arab Selatan, didirikan pada tanggal 4 April 1962 adalah sebuah organisasi yang terdiri dari 15 negara bagian yang berada di bawah protektorat Inggris. Dalam dua tahun berikutnya dua negara lagi koloni Mahkota Aden dan Kesultanan Aulaqi Atas bergabung dengan organisasi sehingga total menjadi 17 negara bagian. Pada tanggal 30 November 1967, federasi memperoleh kemerdekaannya dan dibubarkan.

1. Republik Rakyat Tuvan

Republik Rakyat Tuvan adalah negara yang sebagian diakui sebagai negara merdeka yang terletak di bekas wilayah protektorat Tuvan di Kekaisaran Rusia yang didirikan pada tahun 1921. Negara ini telah menjadi bagian dari dinasti Qing Tiongkok sebelum dianeksasi oleh Kekaisaran Rusia. Pada tanggal 14 Agustus 1921, dengan dukungan Rusia, kaum Bolshevik mendirikan Republik Rakyat Tuvan yang dikenal sebagai Tannu Tuva hingga tahun 1926. Nama pertama mengacu pada Pegunungan Tannu-ola sedangkan yang kedua berasal dari etnis Tuvan. Nama ibu kota negara diubah dari Khem-Beldir menjadi Kyzyl. Pada tahun 1926 Republik Rakyat Mongolia membentuk sebuah perjanjian dengan Uni Soviet yang menegaskan kemerdekaan negara itu. Dipercaya bahwa pada tanggal 22 atau 25 Juni 1941, Tuva berperang dengan Uni Soviet hanya beberapa hari setelah Uni Soviet diserang oleh Jerman. Karena peran mereka dalam perang, permintaan parlemen negara itu dikabulkan dan pada 11 Oktober 1944 Republik Rakyat Tuvan bergabung dengan Uni Soviet. Negara itu secara resmi dianeksasi sehingga tidak ada lagi.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Negara Yang Sudah Tidak Ada

Related Posts