Negara Dengan Populasi Bahá’i Terbesar

Negara Dengan Populasi Bahá’i Terbesar

Negara Dengan Populasi Bahá’i Terbesar

Kuil Bahá’í Haifa, Israel.

Agama Bahai (Bahá’í) didirikan pada abad ke-19 di Iran oleh Bahá’u’lláh. Itu tumbuh dari agama Babi di Qajar Persia sebelum menyebar ke negara-negara tetangga dan akhirnya ke seluruh dunia. Para pemeluk agama tersebut diperkirakan telah mencapai 5 hingga 6 juta pada awal abad ke-21 dan menempati urutan kedua sebagai agama yang paling tersebar secara geografis di dunia setelah Kristen. Negara-negara yang tidak memiliki pengikut agama ini pada tahun 2008 hanya Korea Utara dan Kota Vatikan. Oleh karena itu, agama ini adalah agama global dengan India yang memiliki keanggotaan terbesar yang menganut kepercayaan ini.

1. India

India memiliki populasi orang Bahá’í terbesar di dunia sekitar 1.897.651 anggota pada tahun 2015. Populasi Bahá’í India mewakili sekitar 40% dari total populasi Bahá’í yang tersebar di sekitar 200 negara dan wilayah. Sejarah agama dimulai pada tahun 1860-an ketika dua anggota klan Afnan yang tinggal di Bombay menjadi mualaf Bahá’í. Seorang guru Bahá’í dikirim ke Bombay pada tahun 1872 dan itu menandai awal dari agama di India. Agama tumbuh karena sifat filosofi progresif yang dianutnya. Awalnya, kelompok sasaran adalah anggota elit masyarakat di Bombay, tetapi kemudian menjadi universal. Dimulai juga dengan beberapa unit independen lokal yang kemudian disatukan pada tahun 1923 melalui pembentukan Majelis Spiritual Nasional.

2. Amerika Serikat

Iman Bahá’í di Amerika Serikat diperkenalkan sekitar tahun 1845/46 dengan catatan pertama kelompok agama dibuat pada tahun 1846 oleh New York Mirror. Perkiraan populasi Bahá’í adalah 52.864 pada tahun 2010 dan merupakan agama terbesar kedua di negara bagian Carolina Selatan (2014). Iman Bahá’í menyebar perlahan ke seluruh negara bagian AS dengan integrasi kepemimpinan ke dalam majelis nasional yang memungkinkan pemerintahan yang efektif. Konvensi nasional pertama diadakan pada tahun 1909 dan dihadiri oleh 39 delegasi dari 36 negara bagian. Majalah Star of the West didirikan pada tahun 1910 tetapi kemudian digantikan oleh Bahá’í News pada tahun 1924. Majalah berkala sangat penting dalam menyebarkan pesan kepada anggota dan calon pengikut. Agama ini ada di daratan AS dan pulau-pulau seperti Hawaii dan Alaska. Ajaran Iman Bahá’í dilakukan melalui tablet yang ditulis oleh pendiri Bahaullah dan dikompilasi menjadi Tablet dari Rencana Devine.

3. Kenya

Asal usul agama Bahá’í di Kenya dapat ditelusuri hingga kedatangan Ny. Marguerite Preston pada tahun 1945, dan sejak itu, agama tersebut telah berkembang dengan perkiraan populasi 422.782 (2010). Pada tahun 1950/51 kegiatan misionaris di Tanganyika, Kenya, dan Uganda diprakarsai oleh Bahá’í di Inggris. Agama ini berkembang cukup pesat, dan pada tahun 1963 ada 118 majelis lokal, 346 kelompok, dan 131 Bahá’í yang terisolasi. Pemilihan pertama Majelis Spiritual Nasional Bahá’ís Kenya dilakukan pada tahun 1964, dan sebuah buku lagu kemudian diproduksi pada tahun 1973 “Tuimbe Pamoja, Baadhi ya Nyimbo za Bahá’í.” Ajaran utama agama Bahá’í berpusat pada membuat kehidupan manusia lebih baik melalui pemberdayaan masyarakat miskin melalui pendidikan, promosi kesehatan, dan pengembangan sumber air.

Negara Dengan Populasi Bahá’i Terbesar

Pangkat

Negara

Penduduk Bahá’i, 2010

1

India

1.897.651

2

Amerika Serikat

512,864

3

Kenya

422,782

4

Vietnam

388.802

5

Kongo, Republik Demokratik

282.916

6

Filipina

275.069

7

Iran

251.127

8

Zambia

241.112

9

Afrika Selatan

238.532

10

Bolivia

215.359

11

Tanzania

190.419

12

Venezuela

169.811

13

Uganda

95.098

14

Chad

94.499

15

pakistan

87.259

16

Myanmar (Myanmar)

78.915

17

Kolumbia

70.504

18

Malaysia

67,549

19

Thailand

65.096

20

Papua Nugini

59.898

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Negara Dengan Populasi Bahá’i Terbesar

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.com