Negara Amerika Latin Mana yang Minum Alkohol Paling Banyak?

Sebuah kebun anggur di Argentina.  Argentina minum lebih banyak alkohol daripada di tempat lain di Amerika Latin.

Sebuah kebun anggur di Argentina. Argentina minum lebih banyak alkohol daripada di tempat lain di Amerika Latin.

Minuman atau minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol, yang dihasilkan dari fermentasi buah-buahan, biji-bijian, atau sumber gula lainnya. Secara budaya, minum alkohol selalu memiliki fungsi sosial yang penting seperti merayakan dan mengikat. Meskipun alkohol legal di sebagian besar negara, ada undang-undang dan peraturan yang mengatur semua proses yang melibatkan alkohol. Peraturan ini ada untuk mengurangi efek negatif alkohol seperti euforia, ketidaksadaran, dan pengurangan hambatan.

Negara Amerika Latin Yang Paling Banyak Minum Alkohol

Data ini menunjukkan konsumsi alkohol per kapita per tahun dalam liter untuk negara-negara Amerika Latin pada tahun 2015. Selain itu, data ini menunjukkan konsumsi alkohol untuk orang yang memiliki usia minimal 15 tahun. Pada tahun 2015, Argentina memiliki konsumsi tertinggi dengan 9,1 liter diikuti oleh Chili di tempat kedua dengan 9,0 liter. Peru dan Brasil berada di posisi ketiga dengan konsumsi masing-masing negara sebesar 8,9 liter. Guyana menutup lima besar dengan konsumsi 8,7 liter. Panama dan Trinidad dan Tobago berada di urutan terakhir dengan konsumsi masing-masing 7,9 liter.

Menariknya, meskipun Argentina menjadi nomor satu dalam daftar ini, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa konsumsi alkohol negara tersebut telah menurun sejak tahun 1961. Penurunan ini masih diamati meskipun fakta bahwa asupan alkohol di kalangan wanita dan remaja baru-baru ini meningkat sebesar 13,5% dan 18,4% masing-masing. Sesuatu yang sangat mengkhawatirkan adalah peningkatan tajam dalam konsumsi alkohol untuk kaum muda antara 12 dan 17 tahun, yang lebih berisiko bagi generasi muda karena mereka menjadi lebih rentan terhadap penyakit seperti diabetes. Solusi potensial untuk masalah ini termasuk menaikkan pajak minuman beralkohol agar minuman tidak dapat diakses oleh orang muda.

Di Peru , situasinya kurang lebih mirip dengan Argentina di atas. Faktanya, Peru telah melangkah lebih jauh dan memutuskan untuk mengenakan pajak tidak hanya pada minuman beralkohol tetapi juga pada rokok, minuman manis, dan mobil yang berpolusi. Hal-hal ini, yang menyebabkan penyakit seperti kanker dan obesitas, merugikan pemerintah Peru sekitar $24 miliar setiap tahun (sekitar 11% dari produk domestik bruto atau PDB). Sebagai perbandingan, pemerintah hanya menghabiskan 3,7% dari PDB untuk perawatan kesehatan, yang jelas menunjukkan bahwa sektor kesehatan kewalahan.

Hukum musim semi khusus untuk Panama

Di Panama, yang merupakan negara terakhir dalam tabel ini, pemerintah telah menerapkan beberapa undang-undang yang menarik untuk mengekang meningkatnya jumlah pemuda yang minum minuman beralkohol. Pada 1 Maret 2018, pemerintah melalui otoritas terkait secara resmi memberlakukan undang-undang Spring Break untuk mengontrol jumlah minum yang tidak bertanggung jawab di pantai. Di antara sembilan undang-undang tersebut, salah satunya menyatakan bahwa pantai, yang biasanya dipenuhi anak muda yang mabuk di musim semi, adalah zona bebas alkohol. Undang-undang lainnya termasuk larangan pesta open house, penjualan alkohol pada bulan Maret berakhir pada pukul 02:00, dan alkohol tidak diizinkan di tempat parkir komersial. Beberapa undang-undang hanya aktif di bulan Maret sementara yang lain harus ditegakkan sepanjang tahun.

Negara Amerika Latin Mana yang Minum Alkohol Paling Banyak?

Pangkat

Negara Amerika Latin

Konsumsi alkohol per kapita per tahun (dalam liter alkohol murni)

1

Argentina

9.1

2

Chili

9.0

3

Peru

8.9

4

Brazil

8.9

5

Guyana

8.7

6

Belize

8.2

7

Grenada

8.1

8

Suriname

8.0

9

Trinidad dan Tobago

7.9

10

Panama

7.9

  1. Rumah
  2. Ekonomi
  3. Negara Amerika Latin Mana yang Minum Alkohol Paling Banyak?

Related Posts