Perbedaan Antara Lipan Dan Kaki Seribu

Lipan:

  • Lipan adalah arthropoda yang fleksibel dan diratakan secara dorsoventral.
  • Lipan memiliki sepasang kaki per segmen tubuh.
  • Lipan adalah karnivora dan memakan organisme kecil seperti kecoa, semut, dan serangga lainnya. Mereka membunuh mangsanya dengan menyuntik mereka dengan racun.
  • Lipan adalah arthropoda darat yang termasuk dalam kelas Chilopoda.
  • Lipan dipersenjatai dengan kelenjar beracun untuk menyerang dan membunuh mangsanya. Gigitan mereka juga bisa berakibat fatal bagi manusia.
  • Kaki lipan diartikulasikan secara lateral di sepanjang tubuh.
  • Spirakel yang diposisikan secara lateral dapat berbentuk katup dan dapat ditutup.
  • Lipan memiliki lubang alat kelamin tunggal di ujung posterior.
  • Lipan melangkah ke depan dengan menggunakan kakinya dan karena itu mereka bergerak sangat cepat.
  • Jarak pandang kaki kelabang sedemikian rupa sehingga kakinya tampak menyebar dari tubuh (memanjang ke samping dari tubuh mereka).
  • Lipan memiliki antena panjang di bagian atas kepalanya.
  • Tubuh kelabang dibagi menjadi 15 hingga 100 segmen dengan rata-rata jumlah kaki 50 untuk lipan normal dan 360 untuk spesies raksasa.
  • Lipan tidak berkembang biak dengan kawin atau kopulasi, kelabang jantan menyimpan sekumpulan sperma (spermatophores) dan betina seharusnya (dimaksudkan) untuk menyerap bundel sperma saat menemukannya.
  • Lipan betina bertelur sekitar 40 hingga 50 telur, setelah beberapa bulan.

Kaki seribu:

  • Kaki seribu adalah arthropoda yang kaku dan berbentuk subcylindrically.
  • Kaki seribu memiliki dua pasang kaki per segmen tubuh.
  • Kaki seribu adalah pengumpan detritivorous; mereka terutama memakan bahan organik yang membusuk dan mungkin memakan akar dan daun tanaman semai. Kaki seribu secara ekologis berguna sebagai agen pembusukan mikroba dan siklus hara tanah.
  • Kaki seribu adalah arthropoda darat yang termasuk dalam kelas Diplopoda.
  • Kaki seribu memiliki senyawa beracun (cairan korosif) yang mereka gunakan sebagai mekanisme pertahanannya. Senyawa beracun ini dapat berbahaya jika bersentuhan dengan manusia, dapat menyebabkan luka bakar dan reaksi alergi yang parah. Ada juga beberapa jenis kaki seribu yang tidak memiliki kelenjar racun, mereka hanya menggulung tubuhnya dan mengeluarkan bau busuk saat terancam.
  • Kaki kaki seribu diartikulasikan di bagian tengah perut dengan tubuh.
  • Spirakel yang diposisikan di bagian perut tidak berbentuk katup dan tidak dapat ditutup.
  • Kaki seribu memiliki lubang genital tunggal di ujung anterior.
  • Kaki seribu bergerak maju dengan kaki mungilnya yang bergerak dalam pola seperti gelombang dan karenanya mereka adalah makhluk yang bergerak lambat.
  • Jarak pandang kaki kaki seribu sedemikian rupa sehingga kakinya tampak sejajar dengan tubuhnya (memanjang langsung dari tubuhnya).
  • Kaki seribu memiliki antena pendek di bagian atas kepalanya.
  • Tubuh kaki seribu dibagi menjadi 10 hingga 15 segmen dengan jumlah rata-rata 60 kaki untuk kaki seribu normal. Untuk spesies kaki seribu raksasa, jumlah kakinya bisa mencapai 750.
  • Reproduksi pada kaki seribu adalah sedemikian rupa sehingga jantan dan betina bergabung untuk kawin dimana jantan menyimpan sperma di dalam betina.
  • Kaki seribu betina bisa bertelur hingga 300 telur setelah beberapa bulan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *