Kota Atlantis yang Hilang

Ilustrasi 3D patung Poseidon, berdasarkan legenda kota Atlantis yang hilang. Kredit gambar: Fer Gregory/Shutterstock

  • Atlantis pertama kali muncul dalam dialog Plato, Timaeus dan Critias pada 360 SM.
  • Atlantis dinamai setelah putra Poseidon, Atlas, yang juga senama dengan Samudra Atlantik.
  • Atlantis dikatakan melebihi luas daratan gabungan Asia Kecil dan Libya.

Kota Atlantis yang hilang telah lama menjadi misteri yang mengasyikkan, dan menjadi bahan spekulasi, dugaan, dan keajaiban publik. Menurut legenda, Atlantis dihuni oleh masyarakat maju yang binasa setelah anak benua pulau itu tenggelam di bawah perairan Samudra Atlantik di suatu tempat melewati Pilar Hercules (diasumsikan Selat Gibraltar). Nama Atlantis berasal dari istilah Yunani kuno untuk “pulau Atlas. ”

Atlantis menurut mitologi didirikan oleh Poseidon, dewa laut Yunani. Dia menjadikan putranya Atlas raja dan menamai kota itu menurut namanya, serta lautan di sekitarnya, karenanya Samudra Atlantik. Kota dongeng, yang konon menempati daratan yang cukup besar, dihuni oleh peradaban yang secara rutin mengobarkan perang melawan komunitas tetangga yang menempati wilayah timur yang mengelilingi Laut Mediterania. Karena para dewa semakin tidak senang dengan kesombongan, keserakahan, dan korupsi yang mendominasi masyarakat, legenda Atlantis mengatakan bahwa 9. 000 tahun yang lalu, dalam upaya yang dipimpin oleh Zeus, para dewa Yunani menenggelamkan Atlantis sebagai hukuman atas agresi, keangkuhan, dan perilaku buruknya.

Asal Sastra

Asal usul dongeng Atlantis dapat ditelusuri kembali ke 360 ​​SM ketika kota yang hilang muncul dalam dua dialog Plato, Timaeus dan Critias. Juru tulis Yunani kuno menggambarkan Atlantis sebagai lingkungan seperti Eden yang penuh dengan sumber daya alam, pegunungan, dan buah-buahan eksotis. Kota ini juga digambarkan sebagai rumah bagi berbagai tumbuhan dan hewan, termasuk gajah. Plato menggambarkan Atlantis sebagai tuan rumah bagi masyarakat yang kuat dan progresif. Dari segi ukuran, tulisan-tulisan Plato menggambarkan sebuah benua besar yang lebih besar dari gabungan luas daratan Asia Kecil dan negara Libya.

Plato dianggap telah menciptakan legenda kota Atlantis yang hilang. Kredit gambar: vangelis aragiannis/Shutterstock

Karena tidak ada catatan atau catatan sejarah tentang kota legendaris yang hilang sebelum Plato menulisnya, sebagian besar sejarawan dan cendekiawan percaya bahwa filsuf Yunani kuno bertanggung jawab penuh untuk menciptakan konsep cararn kita tentang Atlantis sebagai kota kuno besar yang hilang selamanya di bawah gelombang laut. Dalam menciptakan Atlantis, tampaknya Plato sedang menulis sebuah fabel moralistik yang menunjukkan konsekuensi dari korupsi dan kesombongan.

Kota Fiksi

Meskipun secara luas dianggap sebagai fiksi, mitos seputar Atlantis tetap menjadi bagian dari budaya populer selama ribuan tahun. Upaya cararn untuk menemukan kota misterius telah menghasilkan serangkaian teori yang mencakup dunia termasuk lokasi sejauh Samudra Atlantik, Karibia, Bolivia, Turki, Jerman, dan Antartika. Namun dalam tulisan Plato, lokasi kota bawah laut yang hilang itu digambarkan berada di Samudra Atlantik melewati muara Laut Mediterania, Selat Gibraltar.

Selat Gibraltar dilihat dari Barat. Di sebelah kiri adalah Spanyol, dan di sebelah kanan adalah Maroko. Kredit gambar: Aitor Serra Martin/Shutterstock

Serangkaian bukti telah ditemukan yang menunjukkan sifat fiktif dari cerita seputar kota dongeng. Ini termasuk informasi geologi mengenai mekanisme tektonik lempeng dan pergeseran benua.

Budaya Populer

Kota misterius Atlantis terus menjadi inspirasi bagi berbagai seniman dan penulis dari berbagai disiplin seni. Pada tahun-tahun sejak zaman Plato, kota mitos telah muncul dalam berbagai bahan artistik dalam sastra, buku komik, film, lukisan, acara televisi, dan bahkan musik dan video game. Film-film populer yang menampilkan Atlantis termasuk karya-karya seperti film hit tahun 1995 Cocoon, film animasi Disney tahun 2001 Atlantis: Lost Empire, dan film fitur Aquaman tahun 2018.

  1. Rumah
  2. Geografi dunia
  3. Kota Atlantis yang Hilang

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.Com