Keyakinan Agama di Laos

Pha That Luang adalah stupa Buddha di Vientiane, Laos.

Pha That Luang adalah stupa Buddha di Vientiane, Laos.

Laos adalah negara yang terkurung daratan di Asia Tenggara. Ini menempati area seluas 237.955 km persegi di Semenanjung Indochina dan memiliki perkiraan populasi 6.758.353 individu.

Buddhisme adalah agama dominan di Laos. Lebih khusus lagi, 64,7% dari populasi negara itu mempraktekkan Buddhisme Theravada, dan sebagian besar penganut Buddha di negara itu adalah etnis Laos. Umat ‚Äč‚ÄčKristen hanya 1,7% dari populasi, sedangkan 31,5% sisanya menganut agama lain termasuk agama adat tradisional. Segmen populasi ini terdiri dari setidaknya 48 komunitas etnis minoritas yang memiliki budaya dan kepercayaan yang berbeda. Sebagian kecil orang Laos adalah ateis atau agnostik.

Agama Terbesar di Laos

Biksu Buddha Mon memperkenalkan agama Buddha di Laos pada abad ke-8. Penduduk asli wilayah tersebut dengan cepat mengadopsi agama tersebut, dan pada abad ke-14 agama Buddha dipraktikkan secara luas di Laos. Perlindungan oleh raja-raja Laos semakin mendorong penyebaran agama di antara massa di wilayah tersebut, dan sekarang ada hampir 5.000 kuil Buddha di seluruh Laos. Kebanyakan pria Buddha Laos lebih suka mendedikasikan sebagian hidup mereka sebagai biksu di kuil. Stupa Luang adalah monumen paling suci di negara ini yang didedikasikan untuk agama Buddha. Hampir setiap desa dataran rendah di Laos memiliki setidaknya satu wat, yang berfungsi sebagai identitas desa dan pusat kegiatan budaya dan keagamaan. Desain dan arsitektur wat ini mencerminkan kemakmuran desa karena biasanya dibangun dengan menggunakan sumbangan uang dari penduduk desa. Meskipun sebagian besar umat Buddha di negara itu menganut aliran Buddha Theravada, komunitas kecil Buddha Mahayana juga ada. Komunitas ini terutama terdiri dari etnis Tionghoa atau etnis Vietnam yang beragama Buddha.

Agama Rakyat Laos

Agama rakyat Laos mengacu pada sejumlah kepercayaan etnis dan adat istiadat beberapa komunitas etnis minoritas, baik pribumi maupun asing, yang tinggal di Laos. Agama-agama seperti itu bersifat politeistik. Dukun juga merupakan bagian integral dari agama-agama tersebut. Penganut asli agama rakyat di Laos terutama termasuk orang Laos dari kelompok etnis Lao Theung dan Lao Sung. Banyak kelompok etnis lain yang tinggal di negara itu, seperti orang Tibet-Burma, orang Mon-Khmer, dan Khmu, juga terlibat dalam praktik keagamaan tradisional. Pengaruh kepercayaan agama asli juga dapat diamati dalam jenis agama Buddha yang dipraktikkan di Laos.

Kekristenan di Laos

Kekristenan memiliki persentase penganut yang sangat kecil di Laos. Gereja Protestan dan Gereja Katolik Roma adalah yang terbesar dari denominasi Kristen yang diakui aktif di Laos. Ada sekitar 100.000 orang Kristen Protestan di Laos, dan Protestantisme adalah salah satu agama yang paling cepat berkembang di negara itu. Gereja Katolik di Laos mencakup sekitar 45.000 anggota, yang sebagian besar adalah etnis Vietnam.

Kebebasan Beragama di Laos

Konstitusi Laos memberikan kebebasan beragama. Namun, dalam praktiknya, pemerintah secara ketat mengawasi agama di negara tersebut. Orang asing tidak diperbolehkan untuk menyebarkan agama Laos, dan badan-badan keagamaan perlu mendaftarkan organisasi mereka ke pemerintah untuk dapat beroperasi di negara tersebut.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Keyakinan Agama di Laos

Related Posts