Keyakinan Agama di Kuwait

Masjid Agung di Kota Kuwait, Kuwait.

Masjid Agung di Kota Kuwait, Kuwait.

Kuwait adalah sebuah negara di Asia Barat dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 juta jiwa. Populasi ini mencakup sekitar 1,3 juta warga Kuwait dan 2,9 juta ekspatriat. Dengan demikian, Kuwait adalah salah satu dari sedikit negara di dunia di mana ekspatriat merupakan mayoritas penduduknya.

Sebagian besar penduduk Kuwait mempraktekkan Islam, yang merupakan agama resmi negara itu. Menurut CIA World Factbook, Muslim menyumbang 76,7% dari total populasi Kuwait. Sebagian besar Muslim Kuwait menganut Islam Sunni, meskipun ada juga komunitas Muslim Syiah yang kecil namun signifikan. Umat ​​Kristen di Kuwait mewakili 17,3% dari populasi, sedangkan sisanya, terutama ekspatriat dari luar negeri, menganut agama lain atau tidak mengaku berafiliasi dengan agama tertentu. Pengikut agama lain ini termasuk Hindu, Sikh, Buddha, dan Bahá’í.

Namun, persentase ini telah dihitung berdasarkan total populasi, di mana sekitar 69% dari populasi diwakili oleh imigran ke Kuwait. Dengan demikian, angkanya mungkin sangat bervariasi jika hanya warga negara Kuwait yang dianggap sebagai populasi negara tersebut.

Agama Terbesar di Kuwait

Diperkirakan antara 85% dan 95% warga Kuwait adalah Muslim Sunni, sedangkan antara 5% dan 15% adalah Syiah. Sekte Islam lainnya juga memiliki populasi kecil di Kuwait. Di antara non-warga negara Kuwait, ada sekitar 100.000 Syiah. Namun, tidak ada perkiraan jumlah Sunni di antara non-warga negara.

Kekristenan di Kuwait

Kristen adalah agama minoritas terbesar di Kuwait. Negara ini adalah satu dari hanya dua negara di Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang memiliki warga non-Muslim. Namun, sebagian besar pemeluk Kristen di negara itu adalah imigran non-Kuwait, dan hanya ada 259 warga Kristen di Kuwait pada tahun 2014. Kelompok ini dapat dibagi menjadi dua sub-kelompok berdasarkan asal mereka. Kelompok pertama, yang merupakan seperempat dari populasi Kristen Kuwait, tiba di Kuwait dari Turki dan Irak, dan sekarang terintegrasi dengan baik dalam masyarakat Arab, berbicara bahasa Arab, dan mematuhi budaya dan masakan lokal. Orang-orang Kuwait Kristen yang tersisa tiba baru-baru ini dari Palestina selama tahun 1950-an dan 1960-an. Beberapa orang Kristen Kuwait juga melacak asal-usul mereka ke Libanon dan Suriah.

Kebebasan Beragama dan Toleransi di Kuwait

Konstitusi Kuwait dianggap paling liberal dari semua negara anggota GCC. Namun, upaya untuk mengislamkan negara secara ketat telah dilakukan beberapa kali sebelumnya. Masyarakat Kuwait umumnya dianggap beragam dan liberal, dan sifat liberal inilah yang memungkinkan populasi besar ekspatriat dari latar belakang agama yang berbeda untuk bekerja dan tinggal di Kuwait.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Keyakinan Agama di Kuwait

Related Posts