Keyakinan Agama Di Guinea-Bissau

Katedral Our Lady of Candelaria di Bisau di Guinea-Bissau.  Kredit editorial: BOULENGER Xavier / Shutterstock.com.

Katedral Our Lady of Candelaria di Bisau di Guinea-Bissau. Kredit editorial: BOULENGER Xavier / Shutterstock.com.

Guinea-Bissau adalah negara Afrika Barat dengan luas 36.125 km persegi dan memiliki populasi 1.815.698 individu. Negara ini mencapai kemerdekaannya baru-baru ini pada tahun 1974 dan secara politik tidak stabil sejak saat itu.

Islam adalah agama paling populer di Guinea-Bissau dengan Muslim menyumbang 45% dari total populasi negara. Sekitar 22% dari populasi negara itu adalah orang Kristen sementara 31% menganut kepercayaan tradisional Afrika. Namun kenyataannya, sebagian besar Muslim dan Kristen Guinea-Bissau memasukkan berbagai aspek kepercayaan asli Afrika ke dalam kehidupan sehari-hari dan praktik keagamaan mereka. Muslim terutama tinggal di bagian timur dan utara Guinea-Bissau sedangkan orang Kristen mendominasi wilayah pesisir dan selatan negara itu. Mereka yang mempraktikkan kepercayaan tradisional Afrika ditemukan di seluruh negeri kecuali bagian utara.

Islam Di Guinea-Bissau

Sebagian besar Muslim di Guinea-Bissau adalah Sunni dengan populasi yang signifikan yang berorientasi Sufi. Sekitar 2% menganut aliran Islam Ahmadiyah. Kelompok etnis utama yang mempraktikkan Islam di negara ini adalah orang-orang Susu, Fula, Mandinka, dan Soninke. Agama ini diperkenalkan di wilayah tersebut oleh para pedagang trans-Sahara sebelum abad ke-12. Islam pertama kali diadopsi oleh para penguasa dan pedagang di wilayah itu dan menyebar di antara massa umum berabad-abad kemudian. Selama invasi kingdom Biafada ke Guinea-Bissau dan jihad Fulani, populasi Muslim tumbuh di negara itu.

Kekristenan Di Guinea-Bissau

Para misionaris dan pedagang Portugis pertama kali memperkenalkan agama Kristen di Guinea-Bissau pada abad ke-15. Saat itu, penyebaran agama hanya terbatas di wilayah pesisir. Baru pada abad ke-20 agama mulai mendapatkan banyak pengikut di negara ini. Kebanyakan orang Kristen di Guinea-Bissau saat ini adalah Katolik Roma. Protestantisme tiba di Guinea-Bissau pada tahun 1939 dan sejak itu menjadi sangat populer di kalangan massa. Perang saudara tahun 1999 di negara itu sangat mengancam misi Kristen. Namun, agama Kristen dianggap berkembang di negara ini, terutama di kalangan pemeluk agama tradisional. Diperkirakan pada tahun 2050, Guinea-Bissau akan memiliki 30% penduduk Kristen.

Kebebasan Beragama Di Guinea-Bissau

Konstitusi Guinea-Bissau memungkinkan warga untuk memilih agama mereka sendiri. Para misionaris dari negara asing juga diizinkan untuk beroperasi tanpa batasan di negara tersebut. Pemerintah pada umumnya menghormati hak-hak yang diberikan oleh konstitusi.

Keyakinan Agama Di Guinea-Bissau

Pangkat

Agama

Persentase Populasi

1

Islam

45

2

Keyakinan Tradisional Afrika

31

3

Kekristenan

22

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Keyakinan Agama Di Guinea-Bissau

Related Posts