Keyakinan Agama Di Chad

Keyakinan Agama Di Chad

Keyakinan Agama Di Chad

Sebuah masjid di Abéché, Chad

Chad memiliki sejumlah agama yang dipraktikkan secara luas dan bebas di negara ini. Konstitusi memberikan kebebasan beragama yang memungkinkan adanya kelompok agama yang beragam. Islam dan Kristen adalah denominasi terkemuka dengan jutaan penganut. Namun, beberapa pejabat senior pemerintah menganggap agama Islam. Pada saat kedatangan orang kulit putih, Islam telah lama berakar di Chad setelah memasuki negara itu dari Nigeria Utara dan Sudan. Sistem keagamaan tradisional Afrika juga banyak dipraktikkan oleh beberapa komunitas. Ada juga minoritas yang tidak menganut agama apapun.

Keyakinan Agama Di Chad

Islam

Muslim merupakan sekitar 55% dari populasi Chad. Itu sudah ada di Chad pada saat kedatangan imigran Arab dari Timur pada abad ke-14. Agama disebarkan melalui interaksi dan kegiatan ekonomi seperti perdagangan, bukan melalui penaklukan seperti di daerah lain. Sekolah-sekolah Al-Qur’an didirikan secara luas di wilayah tersebut untuk memfasilitasi proses belajar bahasa Arab Chad terutama dengan menghafal. Sebagian besar Muslim di Chad adalah Sunni dan menganut mazhab Maliki. Mereka mendasarkan pengetahuan Islam mereka pada literatur yang luas. Pendidikan tinggi Islam tidak ada di Chad dan mereka yang tertarik untuk mengejarnya harus bepergian ke luar negeri. Beberapa tujuan populer termasuk Kairo dan Yaman.

Kristen Protestan

Mereka membentuk 16,9% dari seluruh populasi. Kelompok Protestan pertama tiba di Chad Selatan pada 1920-an. Baptis Amerika adalah yang pertama dan kemudian diikuti oleh kelompok lain. Organisasi-organisasi semacam itu meminta dukungan keuangan kepada gereja induk dan pemerintah mereka, dan ini memungkinkan mereka untuk beroperasi secara independen dari penjajah Prancis. Mereka datang dengan proyek pendidikan dan kesehatan yang menarik banyak orang. Beberapa petobat awal akan meninggalkan desa mereka untuk menetap di sekitar pusat misionaris. Beberapa misionaris menetap di negara itu, memiliki istri dan anak-anak yang juga melanjutkan pekerjaan mempertobatkan penduduk asli.

Kristen Katolik Roma

Mereka adalah 23,9% dari populasi Chad. Para misionaris Katolik Roma memulai pekerjaan mereka pada tahun 1929. Para misionaris lebih terbuka terhadap budaya lokal dibandingkan dengan rekan-rekan Protestan mereka. Namun, doktrin selibat ditolak beberapa calon imam. Desakan gereja pada doktrin monogami juga membatasi mualaf lokal yang cukup kaya untuk menikahi banyak istri. Gereja tetap berpengaruh dalam beberapa aspek perkembangan sosial negara. Seperti Protestan, gereja telah memfasilitasi pengembangan pendidikan dan kesehatan melalui pembangunan sekolah dan rumah sakit.

Agama Tradisional

Mereka merupakan 6% dari populasi negara itu. Nenek moyang memainkan peran penting dalam agama tradisional mereka. Mereka diyakini mampu menengahi antara yang hidup dan dunia supranatural. Agama percaya akan adanya satu Yang Mahatinggi; pencipta seluruh alam semesta yang baik hati kepada semua orang baik. Agama mereka ditandai dengan ritual, pengorbanan dan acara-acara khusus dan upacara.

Dampak Agama

Masyarakat Chad agak religius percaya pada keberadaan Tuhan. Pemerintah telah mengizinkan kebebasan beragama membuat orang mau terlibat dalam beragam praktik yang sah. Agama sejak zaman kolonial telah memainkan peran penting dalam pembangunan sosial ekonomi negara.

Keyakinan Agama Di Chad

Pangkat

Sistem kepercayaan

Pangsa Populasi di Chad

1

islam sunni

25,8%

2

Kristen Katolik Roma

23,9%

3

Kristen Protestan

16,9%

4

Islam Non-Denominasi

12,3%

5

Islam Syiah

11,2%

6

Animisme dan/atau Agama Rakyat Tradisional Afrika

6.0%

7

Ahmadi Islam

2.1%

8

Ateisme atau Agnostisisme

1,8%

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Keyakinan Agama Di Chad

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.com