Apa itu Karat

By | Januari 26, 2020

Karat (rust) adalah sebutan yang belakangan ini hanya dikhususkan bagi korosi pada besi, sedangkan korosi adalah gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam. Walaupun besi bukan logam pertama yang dimanfaatkan oleh manusia, tidak perlu diingkari bahwa logam itu paling banyak digunakan, dan karena itu yang paling awal menimbulkan masalah korosi serius. Karena itu tidak mengherankan bila istilah korosi dan karat hampir dianggap sinonim.

Karat, di sisi lain, adalah jenis korosi yang terjadi pada besi dan campurannya. Ketika besi bereaksi dengan air atau udara lembab, oksida besi terbentuk dan menyebabkan bahan untuk menimbulkan korosi dan karat. Hal ini disebabkan oleh oksidasi dan kelembaban dan bukan oleh bahan kimia. Hal ini terjadi ketika besi murni masuk berhubungan dengan air atau udara lembab dan oksigen atau oksidan lainnya, seperti asam, dan membentuk karat.

Faktor-faktor lain atau oksidan yang dapat menyebabkan karat adalah garam, oksida belerang, dan karbon dioksida. Karat datang dalam berbagai bentuk, yang paling umum di antaranya adalah karat merah yang dibentuk oleh oksida merah. Klorin dalam air menyebabkan pembentukan karat hijau.

Karat pada dasarnya adalah sebuah proses kimia elektronik pada bahan metal. Faktor-faktor yang memicu terjadinya karat adalah air dan elektron bebas, karena itu karat sering disebut sebagai pertemuan antara besi atau baja dengan air dan elektron bebas. Tanpa salah satu faktor tersebut, karat tidak akan timbul. Proses terjadinya karat akan dipercepat dengan keberadaan garam.

Terjadinya karat diawali dengan terkelupasnya cat karena percikan kerikil atau batu. Dengan adanya kontak permukaan logam ke udara terbuka yang tidak terdeteksi, karat akan timbul pada area tersebut.

Karat mungkin timbul pada sambungan rangka kendaraan yang retak ataupun pada bagian bodi kendaraan yang lapisan antikaratnya sudah mengelupas. Kendaraan yang kesehariannya dekat dengan pabrik juga berisiko terkena karat. Alasannya, karat terjadi melalui pertukaran elektron.

Berikut adalah beberapa perbedaan korosi dan karat diantaranya:

  • Berkarat adalah jenis korosi.
  • Ketika besi atau bahan yang mengandung zat besi menjalani korosi, itu dikenal sebagai karat.
  • Berkarat menghasilkan serangkaian oksida besi, sedangkan korosi dapat menghasilkan garam atau oksida logam.

Untuk mengatasinya yaitu dengan mencegah terjadinya pertukaran elektron pada metal kendaraan. Berbagai teknologi dikembangkan untuk mencegah terjadinya karat. Untuk kendaraan baru, umumnya pabrikan sudah memberikan antikarat.

Selain itu, material yang digunakan untuk kendaraan juga sudah mengalami proses tertentu agar lebih tahan terhadap terjadinya karat. “Semua produk baru sudah disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia, termasuk pertimbangan masalah cuaca kemarau dan hujan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *