Josephine Butler – Patung dalam Sejarah

Nilai-nilai Kristen Josephine Butler yang kuat diperingati melalui representasi dirinya di jendela kaca patri di Gereja St Olave di London dan Katedral Liverpool.

Nilai-nilai Kristen Josephine Butler yang kuat diperingati melalui representasi dirinya di jendela kaca patri di Gereja St Olave di London dan Katedral Liverpool.

Josephine Elizabeth Butler terkenal dengan kampanyenya yang tak kenal lelah melawan penindasan terhadap perempuan dan anak-anak miskin di masyarakat. Dia dikenang karena memimpin perang salib melawan Undang-Undang Penyakit Menular yang tidak hanya menindas perempuan tetapi juga melanggar hak asasi mereka. Dia berjuang melawan perdagangan perempuan di seluruh Eropa sebagai budak seks termasuk beberapa di antaranya masih berusia 12 tahun. Kampanyenya mendapat dukungan publik dan akhirnya penangkapan dan pemenjaraan beberapa perwira polisi senior dan pemilik rumah bordil di Belgia. Dia dikreditkan dengan menulis lebih dari 90 pamflet dan buku, yang sebagian besar mendukung pekerjaannya.

Masa muda

Josephine lahir pada tanggal 13 April 1828 di Northumberland, Inggris Timur Laut. Dia adalah putri John dan Hannah Grey. Ayahnya adalah seorang pria berpendidikan dan memperlakukan semua anaknya sama tanpa memandang jenis kelamin. Dia secara pribadi mendidik mereka tentang isu-isu sosial dan politik. Ibunya mengajarkan nilai-nilai Kristen dan membesarkannya sebagai seorang Kristen yang setia. Dia menghadiri gereja setiap minggu, dan pendeta setempat sangat menyayanginya. Pada tahun 1847 dia mengunjungi saudara laki-lakinya di Irlandia selama kelaparan hebat, dan dia menyaksikan secara langsung bagaimana orang miskin menderita karena kekurangan makanan. Josephine menikah dengan George Butler pada tahun 1952.

Karier

George dan Josephine memiliki minat yang sama; mereka berdua aktif memperjuangkan hak-hak perempuan. Dia mendukung Anne Jemima Clough dalam kampanyenya untuk mempromosikan pendidikan tinggi di kalangan wanita. Josephine ditunjuk untuk memimpin Dewan Pendidikan Tinggi Wanita Inggris Utara yang kemudian mengarah pada pendirian Universitas di Liverpool. Pasangan itu berinisiatif menyambut pelacur dengan penyakit mematikan ke rumah mereka untuk mati dengan damai. Dalam waktu singkat, mereka terpaksa membangun tempat penampungan karena rumah mereka tidak mampu menampung banyaknya PSK yang mencari tempat berteduh.

Kontribusi Utama

Josephine mengetuai Dewan Inggris Utara untuk Pendidikan Tinggi Wanita; sebuah dewan yang mengadvokasi pendaftaran perempuan di lembaga pendidikan tinggi. Pada tahun 1866 ia ikut menandatangani petisi untuk mereformasi Undang-Undang Reformasi 1867 untuk memasukkan perempuan dalam waralaba. Pada tahun 1885 dia bertemu Florence Soper Booth, dan pasangan itu memulai kampanye melawan prostitusi anak di Inggris. Dia menganjurkan untuk mencabut Undang-Undang Penyakit Menular yang menindas perempuan. Pada tahun 1875, ia mendirikan Federasi Inggris dan Kontinental untuk Penghapusan Prostitusi, yang sekarang dikenal sebagai Federasi Abolisionis Internasional.

Tantangan

Josephine menghadapi banyak tentangan dalam menjalankan tugasnya baik dari pria maupun wanita. Pergaulannya dengan pelacur yang sakit berarti bahwa masyarakat merendahkannya. Dia sering berpapasan dengan politisi laki-laki yang memandangnya sebagai penghalang dominasi laki-laki di masyarakat. Meskipun undang-undang tersebut mengkriminalisasi prostitusi anak, praktik tersebut berlanjut di rumah bordil berlisensi di seluruh Eropa.

Kematian Dan Warisan

Pada 14 Maret 1890, suaminya George meninggal. Pada tahun 1901 dia mengundurkan diri dari semua kehidupan publik dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. Pada tahun 1903 dia pindah kembali ke Northumberland di mana dia tinggal bersama putra sulungnya. Dia meninggal pada tanggal 30 Desember 1906 dan dimakamkan di Kirknewton. Gereja Inggris telah menandai tanggal 30 Mei sebagai festival yang lebih rendah di mana doa-doa tersebut mencakup peringatan Josephine Butler dan pekerjaannya yang penting sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Selain itu, nilai-nilai Kristennya dikenang melalui jendela kaca patri di Katedral Liverpool dan Gereja St Olave London. Beberapa fasilitas di Liverpool, termasuk sebuah gedung di Liverpool John Moores University, dinamai menurut namanya.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Josephine Butler – Patung dalam Sejarah

Related Posts