Joan of Arc – Tokoh Terkenal dalam Sejarah

Sebuah monumen untuk Joan of Arc di Paris.  Kredit editorial: sergey pozhoga / Shutterstock.com.

Sebuah monumen untuk Joan of Arc di Paris. Kredit editorial: sergey pozhoga / Shutterstock.com.

Joan of Arc lahir pada tahun 1412 di Domremy, Prancis. Dia dijuluki “Maid of Orléans.” Dia memimpin tentara Perancis untuk mengalahkan Inggris di Orleans saat dia hanya 18 tahun. Sayangnya, kolaborator Perancis bekerja sama dengan Inggris ditangkap Joan setahun setelah kemenangan pertempuran dan membakarnya. Pada 16 th Mei 1920, Gereja Roma mengkanonisasi dia sebagai orang suci Katolik Roma. Joan percaya bahwa semua yang dia lakukan, dia lakukan di bawah bimbingan ilahi. Dia dianggap sebagai salah satu Pahlawan Nasional Prancis terbesar. Prestasinya membangkitkan kesadaran warga negara Prancis. Joan percaya bahwa gerakan yang dia lakukan dipandu oleh suara St Margaret dari Antiokhia, St Michael dan St Catherine dari Alexandria. Joan menunjukkan keberanian fisik dan mental. Akal sehatnya kuat.

Masa muda

Keluarga tempat Joan dibesarkan miskin karena konflik terus-menerus antara Prancis dan Inggris. Ayahnya adalah seorang petani penyewa. Joan of Arc menunjukkan temperamen yang religius dan sensitif. Dia mulai memiliki penglihatan mistik pada usia yang sangat muda yaitu 21 tahun. Dari penglihatan itu, dia merasa bahwa suara Tuhan memerintahkannya untuk memperbarui bangsa Prancis. Dalam salah satu pencobaannya, dia mengatakan bahwa dia merasa penglihatan ini nyata seperti orang akan melihat seseorang. Dia lebih lanjut menceritakan bahwa ada kehadiran orang-orang kudus seperti St Catherine dan St Michael yang menyertai visi ini. Dia juga mencatat bahwa ada cahaya dalam penglihatan mistik yang dia alami. Visi-visi ini meningkatkan kecenderungan religius Joan. Dia sangat patuh pada waktu Misa, dan dia akan menunjukkan ini dengan meninggalkan apa pun yang dia lakukan dan menghadiri misa ketika bel berbunyi. Dia juga sering pergi untuk pengakuan sin. Sampai Mei 1428 Joan of arc mulai berbagi visinya dengan orang lain. Audiens pertamanya adalah Charles de Ponthieu yang merupakan pemimpin Prancis tetapi lemah. Tidak ada persatuan di Prancis saat Joan tumbuh dewasa. Raja Henry V dari Inggris menginvasi Prancis pada tahun 1415 dan memperoleh kemenangan atas tentara Prancis. Kekalahan tentara Prancis membuat negara itu sangat lemah dan terpecah belah.

Kehidupan selanjutnya

Reputasi Joan menyebar ke seluruh pasukan Prancis setelah kemenangan ajaibnya. Pasukannya mengawal Charles sampai ke Reims melintasi wilayah musuh. Mereka mengambil alih kota-kota yang melawan. Pengambilalihan tersebut memungkinkan Charles dimahkotai pada Juli 1429 sebagai raja Charles VII. Joan melakukan banyak upaya untuk tentara yang dia pimpin untuk merebut kembali Prancis. Namun, Charles ragu-ragu langkah ini. Georges de La Trémoille memperingatkan Raja Charles tentang Joan karena dia menjadi sangat kuat. Pada 1430 Burgundia mengambil tawanan Joan setelah konfrontasi. Dia kemudian menandatangani beberapa pengakuan pada tahun 1431. Kemudian dia menolak beberapa perintah yang menyebabkan pihak berwenang mengumumkan hukuman matinya. Dia dibakar sampai mati di pasar Rouen pada usia 19 tahun. Pada tahun 1920 Paus Benediktus XV mengkanonisasi dia.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Joan of Arc – Tokoh Terkenal dalam Sejarah

Related Posts