Hallo sobat, pada jumpa baca kita yang lalu sebenarnya sudah pernah membahas tentang pantun, namun dipembahasan yang terdahulu kemarin pembahasan kita merujuk kepada pantun anak, nah…..kali ini kita coba lagi memahami ada berapa macamkah sebenarnya pantun ini.

Sebenarnya pantun itu sendiri terdiri dari beberapa macam sobat, diantaranya ada pantun jenaka, pantun anak, dan masih banyak lagi yang lainnya, untuk diketahui bahwa dalam setiap jenis pantun itu kita dapat membedakan jenisnya dari rima yang disajikan dan makna di dua baris akhir dari pantun tersebut.

Pantun sendiri adalah salah satu puisi lama yang pasti akan sangat akrab bagi teman-teman terbaik sepanjang masa. Pantun sendiri dianggap sebagai bentuk puisi Indonesia atau Melayu yang terikat oleh banyak peraturan dan regulasi saat ini. Oleh karena itu, puisi tidak dapat didefinisikan sebagai puisi tanpa memenuhi peraturan yang ada. Dalam konteks ini, kami membahas jenis dan contoh baris.

Namun sebelum membahas jenis dan contoh sajak, kita harus terlebih dahulu mengetahui karakteristik sajak. Sebagaimana dijelaskan di atas, jika sebuah puisi tidak dapat didefinisikan sebagai sebuah puisi, itu tidak memenuhi persyaratan atau tidak memiliki karakteristik sebagai berikut.

Ciri – Ciri Pantun

Berikut ini merupakan ciri – ciri dan karakteristik yang harus ada pada pantun. Jika salah satu ciri – ciri di bawah ini, maka tak akan bisa disebut dengan pantun.

  • Pantun terdiri atas 4 baris.
  • Pantun terdapat 8 hingga 12 suku kata pada setiap baris.
  • Pantun bersajak a-b-a-b.
  • Baris 1 dan 2 pantun berisi sampiran
  • Barus ke 3 dan 4 pantun berisi makna atau gagasan

Jenis – Jenis Pantun

Jenis karakter dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan karakter, berikut ini adalah jenis pantun dengan contoh.

1. Pantun Nasihat

Puisi yang sama dibuat untuk tujuan menarik dan menasihati beberapa atau bahkan orang yang membacanya sehingga tema konten yang sering ditempatkan adalah jenis omong kosong. Sajak seperti itu mengandung konten yang dimaksudkan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan pendidikan.

Contoh Pantun Nasihat:

Berjalan jalan santai pada pagi hari

Menghirup segar udaranya

Tak akan rugi belajar hingga tinggi

Akan jadi bekal nanti di masa tua

2. Pantun Jenaka

Sajak ini adalah sajak yang paling sering ditemukan dan digunakan, karena namanya menunjukkan bahwa sajak ini sendiri memiliki konten yang menarik dan tampaknya menghibur yang dimaksudkan untuk memberikan hiburan kepada orang-orang yang mendengarkannya atau bahkan membacanya. Selain itu, penjual humor sering digunakan untuk menyiratkan keadaan masyarakat yang dikemas dalam bentuk yang cerdas dan ringan.

Contoh Pantun Jenaka :

Duduk sendiri di pinggir sungai

Melihat langit biru dan bunga

Jangan kamu kebanyakan santai

Saat renta sulit untuk tertawa

3. Pantun Agama

Tujuan dari puisi ini adalah untuk memberikan saran dan pesan moral dan untuk mendidik baik pendengar maupun pembaca. Namun, tema sajak ini lebih rumit, karena runic memiliki konten yang membahas hubungan manusia dengan penciptanya.

Contoh pantun Agama :

Apabila telah duduk berdamai

Maka jangan ada lagi kata perang

Jika sunah telah dipakai

Maka jangan lagi dibuang – buang

4. Pantun Teka – Teki

Puisi ini memiliki fitur khusus yang dapat ditemukan di bagian konten, yang diakhiri dengan pertanyaan terakhir dan dimaksudkan untuk menghibur dan memperkuat Serikat.

Contoh pantun teka – teki :

Jalan jalan sampai ke kali

Kembali lagi ke tengah sawah

Jika anda merasa bijak bestari

Coba tebak apa binatang kepala di bawah?

5. Pantun Berkasih – Kasihan

Sajak ini memiliki hubungan dekat dengan cinta dan kasih sayang, umumnya sangat populer di kalangan anak muda untuk digunakan untuk mengekspresikan perasaan kepada kekasih atau idola hati.

Contoh berkasih – kasihan :

Muram berasa si pria tua

Sebab kekasih telah pergi kemana

Melihat bias wajah dinda

Terasa hati berdetak di dada

6. Pantun Anak

Janji tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga untuk orang dewasa. Janji juga diberikan kepada anak-anak dengan gaya bahasa yang lebih ringan dan lebih nyaman untuk memfasilitasi pemahaman. Selain menyediakan hiburan, tujuannya sendiri adalah untuk membiasakan anak-anak dengan pantun dan memberikan pendidikan moral kepada anak-anak dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Contoh pantun anak :

Jika ada sumur di ladang

Bolehkan kita menumpang mandi

Jika ada umur panjang

Boleh lah kita berjumpa lagi

Itulah ulasan singkat kita tentang pantun dan ragam jenisnya, hal ini menjadi penting untuk difahami oleh kalian dikarenakan pantun di Negara Indonesia sendiri sudah merupakan sebuah seni budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu, jadi kita wajib untuk melestarikan seni budaya tersebut sebagai cirikhas dari bangsa kita tercinta.

Jika kalian bersedia silahkan kalian share pengetahuan ini kepada teman teman kalian lainnya yang bisa saja mereka sedang memerlukan referensi semacam ini untuk bahan pembelajaran, semoga ini bermanfaat.