Apa yang dilakukan Sistem Saraf?

Fungsi utama sistem saraf adalah untuk mengontrol tubuh, terutama pergerakannya di lingkungan. Ini dilakukan dengan mengekstraksi informasi dari lingkungan menggunakan reseptor sensorik, mengirimkan sinyal yang mengkodekan informasi ini ke dalam sistem saraf pusat, memproses informasi untuk menentukan respons yang tepat, dan mengirimkan sinyal keluaran ke otot atau kelenjar untuk mengaktifkan respons.

Evolusi sistem saraf yang kompleks telah memungkinkan berbagai spesies hewan untuk memiliki kemampuan persepsi yang maju seperti penglihatan, interaksi sosial yang kompleks, koordinasi sistem organ yang cepat, dan pemrosesan sinyal bersamaan yang terintegrasi. Pada manusia, kecanggihan sistem saraf memungkinkan adanya bahasa, representasi konsep abstrak, transmisi budaya, dan banyak fitur lain dari masyarakat manusia yang tidak akan ada tanpa otak manusia.

Pada tingkat yang paling dasar, sistem saraf mengirimkan sinyal dari satu sel ke sel lain, atau dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Ada beberapa cara sel dapat mengirim sinyal ke sel lain. Salah satunya adalah dengan melepaskan bahan kimia yang disebut hormon ke dalam sirkulasi internal, sehingga dapat berdifusi ke tempat yang jauh. Berbeda dengan mode pensinyalan “siaran” ini, sistem saraf menyediakan sinyal “titik ke titik” – neuron memproyeksikan akson mereka ke area target tertentu dan membuat koneksi sinaptik dengan sel target tertentu. Jadi, pensinyalan saraf mampu memiliki tingkat spesifisitas yang jauh lebih tinggi daripada pensinyalan hormonal. Ia juga jauh lebih cepat: sinyal saraf tercepat bergerak dengan kecepatan yang melebihi 100 meter per detik.

Semua sel hidup memiliki kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan. Jaringan saraf adalah bagian khusus yang bereaksi terhadap rangsangan dan menghantarkan impuls ke berbagai organ dalam tubuh yang membawa respon terhadap stimulus. Jaringan saraf semuanya terbuat dari sel-sel saraf khusus yang disebut neuron.

Neuron mudah dirangsang dan mengirimkan impuls yang sangat cepat. Sebuah saraf terdiri dari banyak serat sel saraf (neuron) terikat bersama oleh jaringan ikat. Sebuah selubung jaringan ikat padat, epineurium mengelilingi saraf.

Selubung ini menembus saraf untuk membentuk perineurium yang mengelilingi kumpulan serabut saraf. Berbagai pembuluh darah ukuran dapat dilihat pada epineurium tersebut. Endoneurium, yang terdiri dari lapisan tipis jaringan ikat longgar, mengelilingi serabut saraf individu.

Jaringan saraf bertanggung jawab untuk penginderaan rangsangan dan mengirimkan sinyal ke dan dari berbagai belahan suatu organisme. Neuron adalah unit dasar dari jaringan saraf.

Sebuah neuron terdiri dari dua bagian utama:

  • Badan Sel, Badan Sel merupakan bagian pusat yang mengandung inti neuron, sitoplasma dan organel lainnya.
  • Prosesus saraf, Prosesus saraf adalah juluran dari badan sel yang mampu menghantarkan dan mengirimkan sinyal.

Ada dua jenis juluran yaitu:

  • Akson – biasanya membawa sinyal dari badan sel sel.
  • Dendrit – biasanya membawa sinyal ke arah badan sel.

Neuron biasanya memiliki satu akson (namun dapat bercabang). Akson biasanya berakhir pada sinaps di mana sinyal dikirim ke sel berikutnya, paling sering melalui dendrit .

Tidak seperti akson, dendrit biasanya lebih banyak, lebih pendek dan lebih bercabang. Seperti dengan struktur lain dalam organisme, ada pengecualian.

Kumpulan akson dan dendrit disebut saraf. Mereka adalah sensorik jika mereka terdiri dari dendrit saja, motorik jika mereka terdiri dari akson saja dan campuran jika mereka terdiri dari keduanya.

Fungsi jaringan saraf adalah:

  • Jaringan saraf memungkinkan organisme untuk merasakan rangsangan baik di lingkungan internal dan eksternal.
  • Rangsangan dianalisis dan terintegrasi untuk memberikan, tanggapan terkoordinasi sesuai dalam berbagai organ.
  • neuron Aferen atau sensorik menhantarkan impuls saraf dari organ-organ indera dan reseptor ke sistem saraf pusat.
  • Neuron Internuncial atau konektor menyediakan koneksi antara neuron aferen dan eferen serta bagian yang berbeda dari sistem saraf pusat. Jaringan saraf manusia
  • neuron Eferen atau motorik somatik mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot (organ efektor) yang kemudian bereaksi terhadap stimulus awal.
  • neuron Eferen mengirimkan impuls ke otot-otot tak sadar dan kelenjar.

Related Posts