Industri Terbesar Di Kenya

Manufaktur adalah industri penting di Kenya.

Manufaktur adalah industri penting di Kenya.

Industri pertanian mencakup kehutanan dan perikanan, dan merupakan penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian negara. Sekitar 15% dari total luas tanah Kenya subur dan menerima curah hujan yang cukup sehingga cocok untuk pertanian. Setengah dari hasil pertanian negara tidak untuk dijual tetapi untuk konsumsi lokal. Tanaman teh, kopi, dan hortikultura yang meliputi bunga, kentang, sayuran, dan buah-buahan adalah tanaman komersial terbesar di negara ini. Teh dan tanaman hortikultura berkontribusi terutama bagi perekonomian negara karena sebagian besar ditujukan untuk ekspor. Nilai kopi telah turun di pasar internasional sehingga hanya menyumbang sebagian kecil dari ekspor negara itu.

Jagung merupakan tanaman pangan pokok, namun faktor lingkungan menentukan pertumbuhannya, negara yang akhir-akhir ini mengalami kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian. Beberapa tanaman lain yang ditanam di negara ini untuk konsumsi lokal termasuk sisal, gandum, dan pyrethrum yang ditanam di daerah dataran tinggi yang subur. Nanas, kelapa, kapas, kacang mete, tebu, jagung, dan sisal tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah. Meskipun memiliki beberapa tanah paling subur di Afrika dan sektor pertanian yang besar, Kenya belum mencapai ketahanan pangan.

Persentase penduduk, terutama yang tinggal di daerah kering, bergantung pada bantuan pangan. Kenya menempati urutan ketiga di antara negara pengekspor bunga. Sebagian besar bunga Kenya ditujukan untuk pasar Eropa, dan ada sekitar 127 perkebunan bunga di negara ini. Sektor ekspor hortikultura menempati urutan ketiga dalam pendapatan devisa. Irigasi digunakan di beberapa daerah kering untuk menanam makanan. Skema irigasi utama di negara ini dimiliki oleh negara, dan mereka termasuk Perkera, Hola, Bula, Ahero, dan Mwea. Skema tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan tanaman pangan berkualitas tinggi yang ditujukan untuk pasar ekspor.

Manufaktur

Manufaktur di Kenya menyumbang sekitar 14,8% dari PDB; industri hanya mengalami sedikit pertumbuhan sejak kemerdekaan negara itu. Pada era pasca kemerdekaan industri manufaktur tumbuh pesat, namun mulai mengalami stagnasi sejak tahun 1980-an. Biaya energi yang tinggi, kelangkaan listrik, dan masuknya impor murah menjadi beberapa faktor yang menyebabkan stagnasi industri. Sebagian besar industri negara terletak di kota-kota besar Nairobi, Kisumu, dan Mombasa. Sebagian besar industri difokuskan pada sektor makanan, termasuk produksi bir, industri penggilingan biji-bijian, industri gula.

Ada juga beberapa industri perakitan mobil seperti motor CMC Kenya, General Motors, dan kilang minyak yang memurnikan minyak mentah impor menjadi produk minyak bumi yang dimaksudkan untuk konsumsi domestik. Ada juga industri semen yang fokus memproduksi semen atau konstruksi. Beberapa perusahaan di industri semen antara lain semen Mombasa, semen Bamburi, semen Savannah, pertambangan Sungai Athi terbatas, dan Perusahaan Semen Portland Afrika Timur. Terakhir, ada sektor informal yang berkembang pesat di negara ini di mana individu memproduksi barang-barang rumah tangga dalam skala kecil untuk pasar lokal.

Beberapa barang termasuk sabun, suku cadang mobil, dan peralatan dapur. Untuk mendorong sektor industri dan manufaktur, pemerintah telah mengeluarkan ketentuan pajak yang menguntungkan bagi industri. Beberapa peralatan industri dan produk mentah tidak dikenakan pajak. AS juga telah mencoba untuk meningkatkan sektor manufaktur melalui Undang-Undang Pertumbuhan dan Peluang Afrika, yang didirikan pada tahun 2000, di mana Kenya adalah penerima manfaat.

Industri Jasa

Sektor jasa merupakan penyumbang terbesar perekonomian sebesar 63% dari PDB. Sektor pariwisata merupakan bagian besar dari industri jasa. Kenya adalah tujuan wisata utama dengan turis dari seluruh dunia berkunjung untuk menikmati matahari di pantai-pantai indah negara itu atau untuk berkeliling taman nasional. Terjadi booming turis di tahun 1980-an hingga akhir 1990-an ketika kedutaan Amerika di negara itu dibom, setelah itu jumlah wisatawan yang berkunjung ke negara itu menurun. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berhasil mengekang ketidakamanan dan juga menetapkan peraturan ramah turis seperti visa kedatangan untuk turis dari negara tertentu sehingga menarik lebih banyak turis. Pada suatu waktu pariwisata merupakan sektor unggulan yang mendatangkan devisa negara, tetapi penurunan jumlah wisatawan membuat ekspor teh menempati posisi teratas. Saat ini pariwisata adalah penghasil devisa utama diikuti oleh bunga, teh, dan kopi. Pada tahun 2006, negara ini memperoleh total $803 juta dari pariwisata.

Apa yang ada di masa depan?

Baru-baru ini, deposit minyak telah ditemukan di Kabupaten Turkana Kenya. Hal ini menggelitik minat beberapa investor baik lokal maupun internasional yang ingin mendapatkan kesempatan untuk berinvestasi di emas hitam. Pada tahun 2006, Kenya menandatangani kontrak dengan China untuk memungkinkan mereka mengeksplorasi minyak di negara itu, dan ini bukan yang pertama dan tampaknya tidak akan menjadi transaksi terakhir antara China dan Kenya. Orang Cina dikontrak untuk membangun kereta api yang menghubungkan dua kota Nairobi dan Mombasa, dan mereka juga telah membangun beberapa jalan di negara itu. China merupakan salah satu negara asing yang telah menanamkan modalnya di negara tersebut. Industri minyak, jika mapan, akan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Kenya dengan meningkatkan pendapatan.

  1. Rumah
  2. Ekonomi
  3. Industri Terbesar Di Kenya

Related Posts