Industri Terbesar Di Filipina

Teras sawah Filipina.

Teras sawah Filipina.

Filipina adalah negara seluas 120.000 mil persegi di Asia Tenggara yang terdiri dari 7.641 pulau. Menurut perkiraan 2017, produk domestik bruto Filipina diperkirakan mencapai $348,6 miliar yang menempatkan negara itu sebagai ekonomi terbesar ke-34 secara global. Filipina melakukan perdagangan dengan beberapa negara seperti AS, China, dan Belanda. Negara ini mengekspor beragam produk baik barang manufaktur seperti peralatan elektronik maupun komoditas pertanian seperti buah-buahan. Negara ini memiliki angkatan kerja yang signifikan yang terdiri dari sekitar 40,8 juta orang yang mewakili hampir 40% dari total populasi negara. Pada tahun 2014 tingkat pengangguran nasional berada pada 6% yang turun menjadi 5,5% pada Juni 2018 menurut data dari Trading Economics. Pemerintah Filipina memprakarsai program untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada pertanian dan sebagai gantinya fokus pada industri jasa dan manufaktur. Setelah Perang Dunia Kedua, pertumbuhan ekonomi melonjak dan membuat Filipina dinobatkan sebagai negara paling makmur kedua di Asia Timur. Kepemimpinan yang buruk menyebabkan kebalikan dari keuntungan yang diperoleh, dan untuk sementara, ekonomi negara berada dalam resesi. Pada tahun 1990-an, pemerintah memprakarsai kebijakan liberalisasi ekonomi yang membantu pemulihan ekonomi dalam negeri.

Industri Terbesar di Filipina

Pariwisata

Pariwisata merupakan komponen penting dari perekonomian Filipina karena kontribusi besar yang dibuatnya terhadap produk domestik bruto serta sejumlah besar orang yang bekerja di sektor ini. Pada tahun 2011, industri pariwisata di Filipina memiliki sekitar 3,8 juta pekerja yang menyumbang 10,2% dari total lapangan kerja pada tahun itu. Pada tahun 2013, pariwisata menyumbang sekitar 7,1% dari produk domestik bruto nasional. Selama bertahun-tahun kontribusi pariwisata terhadap perekonomian telah meningkat karena pada tahun 2015 sektor ini menambah 10,6% terhadap produk domestik bruto nasional. Lebih banyak karyawan telah dipekerjakan di industri ini karena pada tahun 2015 hampir 5 juta warga negara bekerja di bidang pariwisata. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke negara itu juga meningkat dari 5.360.682 orang pada tahun 2015 menjadi 6.620.908 wisatawan pada tahun 2017. Pemerintah Filipina sangat menekankan iklan sebagai cara untuk menarik wisatawan dan berinvestasi besar-besaran dalam meyakinkan orang asing untuk mengunjungi negara bagian tersebut. Keanekaragaman hayati bangsa adalah magnet utama bagi wisatawan khususnya di hutan hujan dan pegunungan negara. Menyelam sangat populer di kalangan wisatawan saat mereka menjelajahi keindahan bawah laut negara itu. Terletak di Filipina adalah 6 situs warisan dunia UNESCO serta 8 taman warisan ASEAN. Sejarah panjang bangsa telah menyebabkan berbagai budaya berinteraksi di dalam negeri yang telah berkontribusi pada keragaman budaya negara yang menjadi daya tarik signifikan bagi wisatawan. Untuk mengenali pentingnya berbagai budaya di Filipina, UNESCO mendeklarasikan negara tersebut sebagai rumah bagi 3 warisan budaya takbenda. Sebagian besar pengunjung ke Filipina berasal dari Korea Selatan. Pada tahun 2017, pengunjung Korea Selatan sekitar 1.607.821 atau meningkat dari 1.475.081 wisatawan pada tahun sebelumnya.

Pertanian

Pada tahun 2017, sekitar 27,7% pekerja di Filipina terlibat dalam kegiatan pertanian menurut data dari Bank Dunia. Filipina bertanggung jawab atas 2,8% dari produksi beras global yang menjadikannya sebagai negara penghasil beras terbesar ke-8 di dunia. Pada tahun 2010, Filipina mengimpor beras lebih banyak dari negara lain untuk memenuhi permintaan warga. Penelitian varietas padi telah mengarah pada pengembangan varietas padi unggul yang secara signifikan meningkatkan hasil panen. Jagung juga merupakan tanaman penting di Filipina karena 600.000 rumah tangga petani memperoleh mata pencaharian mereka dari tanaman tersebut. Tebu juga merupakan tanaman penting di Filipina karena luasnya lahan yang ditanami tebu. Wilayah Pulau Negros memiliki bagian perkebunan tebu yang paling signifikan di negara ini, terhitung sekitar 51% dari total area di bawah tutupan tebu. Wilayah Mindanao, terhitung sekitar 20%, berada di urutan kedua. Kelapa juga merupakan bagian penting dari perekonomian bangsa karena merupakan pemimpin global dalam produksi kelapa menurut data yang diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian pada tahun 2015. Kelapa menempati sekitar 13.513 mil persegi tanah yang menyumbang 25% dari negara. lahan pertanian. Filipina juga menghasilkan buah-buahan dalam jumlah besar seperti pisang dan nanas. Filipina menduduki peringkat tiga besar dalam produksi kedua buah secara global.

Manufaktur

Di Filipina, industri manufaktur telah berkembang memainkan peran penting dalam perekonomian negara. Perkembangan sektor tersebut telah terlihat kontribusinya terhadap produk domestik bruto meningkat hampir 25% dari total nasional. Pada tahun 2012, industri ini tumbuh sebesar 5,4%, dan pada tahun 2013 tingkat pertumbuhannya sebesar 10,5%. Dari tahun 2001 hingga 2013, lapangan kerja di industri manufaktur meningkat rata-rata 0,8% per tahun. Berbagai industri manufaktur hadir di Filipina seperti manufaktur tembakau dan manufaktur logam fabrikasi. Pemerintah Filipina telah menerapkan beberapa kebijakan untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur. Industri manufaktur memiliki potensi untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan serta berkontribusi lebih banyak terhadap produk domestik bruto jika pemerintah menerapkan kebijakan terkait.

Pertumbuhan Ekonomi

Bank Dunia mengharapkan ekonomi Filipina akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang karena investasi yang produktif dalam sumber daya nasional baik manusia maupun fisik. Pemerintah telah menggariskan beberapa program untuk meningkatkan perekonomian nasional seperti merancang program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja bangsa. Pemerintah juga sedang mencari dukungan untuk beberapa inisiatif penelitian dan pengembangan yang akan meningkatkan inovasi di dalam negeri. Pemerintah menekankan pengembangan industri bersih untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bangsa berkelanjutan. Pengelolaan sumber daya yang tepat memastikan bahwa negara berkembang lebih cepat dan lebih berkelanjutan. Pemerintah juga ingin menarik lebih banyak investasi asing ke dalam negeri dengan menghadirkan Filipina sebagai tujuan investasi yang menarik. Selain investor asing, pemerintah juga berupaya mendorong usaha kecil dan menengah lokal agar masyarakat lebih mandiri. Menurut Bank Dunia, Filipina berada di peringkat 113 dalam kemudahan berbisnis. Peringkat Filipina turun dari peringkat ke-99 pada tahun sebelumnya karena lambatnya reformasi peraturan negara itu.

  1. Rumah
  2. Ekonomi
  3. Industri Terbesar Di Filipina

Related Posts