Hewan Kalimantan

Bekantan dan bayinya, spesies endemik Kalimantan yang unik.

Bekantan dan bayinya, spesies endemik Kalimantan yang unik.

10. Orangutan –

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) adalah primata yang sangat cerdas yang berasal dari pulau Kalimantan. Ini menunjukkan keterampilan membuat alat canggih dan pola budaya yang mapan di alam liar. Kedekatan orangutan Kalimantan dengan kita terbukti dari fakta bahwa kita berbagi 97% DNA dengan orangutan ini. Hewan ini hidup di hutan tropis dan subtropis yang berdaun lebar lembab di dataran rendah Kalimantan. Biji, daun, buah ara, bunga, madu, serangga, dan telur burung semuanya dikonsumsi oleh orangutan ini. Saat ini, orangutan Kalimantan terancam punah karena hilangnya habitat dan perburuan liar. Mereka diburu untuk diambil dagingnya sementara orangutan muda dijual sebagai hewan peliharaan setelah membunuh induknya sebagai bagian dari perdagangan hewan peliharaan ilegal. Pembukaan hutan yang dihuni oleh orang-utan ini untuk perkebunan kelapa sawit juga telah membuat hewan sosial ini kehilangan kehidupan, sumber makanan, dan keamanan mereka yang damai.

9. Monyet Bekantan –


Bekantan (Nasalis larvatus), salah satu spesies monyet terbesar, mudah dibedakan dengan hidungnya yang luar biasa besar. Spesies ini endemik Kalimantan, tersebar di seluruh wilayah 3 negara Indonesia , Malaysia , dan Brunei yang terdiri dari pulau Kalimantan. Monyet itu hidup di daerah pesisir dan di sepanjang sungai di pulau itu. Bekantan adalah salah satu perenang terbaik di antara primata dan bisa berenang hingga 66 kaki di bawah air. Ini adalah frugivora dan folivora musiman secara alami. Bekantan merupakan salah satu hewan yang terancam punah di Kalimantan. Hilangnya habitat dan perburuan telah mengurangi populasi spesies ini lebih dari 50% dalam 36-40 tahun terakhir.

8. Kukang Kalimantan –

Kukang Kalimantan (Nycticebus borneanus), hewan asli Kalimantan, hidup di tengah Kalimantan selatan. Hewan ini bersifat arboreal dan nokturnal serta pemakan omnivora. Getah pohon, nektar, buah-buahan, dan serangga adalah sumber makanan utamanya. Salah satu ciri uniknya adalah gigitan beracunnya yang cukup langka di antara primata. Hilangnya habitat, perburuan, dan penangkapan untuk perdagangan ilegal satwa liar merupakan ancaman utama bagi kelangsungan hidup kukang Kalimantan.

7. Tupai Kerdil –

Tupai kerdil terkecil (Exilisciurus exilis) adalah salah satu spesies tupai terkecil yang endemik di hutan Kalimantan dan juga ditemukan di Pulau Banggi. Tupai mendiami daerah dataran rendah dan daerah perbukitan yang lebih rendah. Perusakan habitat besar-besaran dan penggantian hutan dataran rendah dan perbukitan rendah oleh perkebunan komersial mengancam kelangsungan hidup spesies ini.

6. Tupai Terbang –

Tupai terbang mencakup 44 spesies tupai yang termasuk dalam famili hewan pengerat Sciuridae, beberapa di antaranya menghuni hutan hujan Kalimantan. Meskipun tupai ini tidak dapat terbang seefisien burung, mereka dapat meluncur di antara pepohonan melalui selaput berbulu seperti parasut yang disebut patagium. Membran membentang dari pergelangan tangan ke pergelangan kaki saat meluncur. Buah-buahan, kacang-kacangan, telur burung, dll., adalah makanan tupai ini.

5. Badak –

Badak bercula dua Asia (Dicerorhinus sumatrensis) atau badak sumatera adalah spesies badak yang sangat terancam punah yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Ini adalah yang terkecil dari semua spesies badak. Hanya 5 populasi badak sumatera yang tersisa saat ini dengan satu di Kalimantan dan empat sisanya di Sumatera, dengan total sekitar 80 individu. Badak telah diburu secara ekstensif selama beberapa dekade untuk diambil culanya yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Meskipun undang-undang ketat melarang eksploitasi hewan ini, keserakahan manusia terus mengancam kelangsungan hidup badak ini bahkan hingga hari ini.

4. Kucing Teluk Borneo –

Kucing teluk Kalimantan (Catopuma badia) merupakan kucing liar endemik Kalimantan dan menempati berbagai habitat antara lain hutan rawa, hutan perbukitan, dan hutan dipterokarpa dataran rendah. Kucing ini sangat tertutup dan aktif di malam hari dan karenanya sulit untuk dilihat dan dipelajari. Ini juga salah satu hewan yang terancam punah di Kalimantan dan perusakan habitat adalah ancaman terbesar yang dihadapi oleh spesies ini.

3. Luwak Sunda –

Luwak semi-akuatik (Cynogale bennettii) berasal dari beberapa bagian Asia Tenggara. Itu juga ditemukan di pulau Kalimantan dan dengan demikian disebutkan dalam daftar hewan Kalimantan kita. Hutan primer dataran rendah merupakan habitat pilihan mereka. Musang berang-berang adalah spesies nokturnal dan menangkap mangsanya dari air. Kepiting, moluska, dan ikan adalah mangsa yang disukainya. Perusakan habitat yang dipicu oleh penggantian hutan rawa gambut oleh perkebunan kelapa sawit adalah alasan utama hilangnya musang berang-berang.

2. Macan Dahan –

Macan dahan sunda (Neofelis diardi) adalah kucing liar yang ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatra di Asia Tenggara. Macan dahan Kalimantan, ditemukan secara eksklusif di Kalimantan, meskipun awalnya dianggap sebagai spesies yang sama dengan macan dahan Sunda, diklasifikasikan sebagai spesies terpisah ketika hasil genetik menunjukkan perbedaan yang cukup besar antara keduanya. Kedua spesies ini disebutkan dalam daftar hewan Kalimantan kita. Macan dahan sangat tertutup dan menyendiri di alam, dan karenanya sedikit yang diketahui tentang keberadaan mereka di hutan hujan. Macan dahan berburu di tanah dan merupakan pendaki yang efisien yang membantu mereka bersembunyi dari musuh.

1. Gajah Kerdil –

Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) mendiami hutan hujan tropis Kalimantan bagian utara dan timur laut. Populasi gajah Kalimantan telah menurun lebih dari 50% selama 3 generasi terakhir. Saat ini, IUCN mengklasifikasikan hewan ini sebagai terancam punah.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Hewan Kalimantan

Related Posts