Dimanakah Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia?

Dimanakah Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia?

Dimanakah Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia?

Produksi kelapa sawit mencapai sekitar 12 juta hektar di Indonesia.

Minyak sawit berasal dari pulp tanaman kelapa sawit. Warnanya kemerahan dan dihargai sebagai minyak sayur. Buah sawit tumbuh dalam tandan dan pohon dapat mencapai ketinggian 66 kaki. Meskipun menjadi aditif populer dalam berbagai macam makanan dalam beberapa tahun terakhir, perkebunan kelapa sawit telah menerima lebih banyak kritik dari para pemerhati lingkungan karena efek merusak yang melekat pada budidaya dan produksi zat tersebut.

Dua negara, Malaysia dan Indonesia, memproduksi dan memasok sebagian besar minyak sawit dunia. Bersama-sama, negara-negara ini menyumbang 85-90% dari produksi minyak sawit global. Menurut statistik dari tahun 2016, diperkirakan bahwa dalam satu tahun saja Indonesia, pemimpin global dalam mengekspor minyak sawit, menghasilkan sekitar 36.000.000 metrik ton minyak yang murah namun stabil ini.

Industri Kelapa Sawit di Indonesia

Kelapa sawit telah menjadi bagian penting dari perekonomian di negara Asia Tenggara Indonesia. Karena permintaan yang tinggi dalam beberapa dekade terakhir, petani lokal serta perusahaan besar telah beralih dari menanam produk yang lebih tradisional seperti kakao ke produksi minyak sawit. Pada 2008, misalnya, Indonesia memproduksi sekitar 19,2 juta ton minyak sawit. Hanya delapan tahun kemudian angka itu meningkat menjadi 32 juta ton.

Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia

Informasi yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik memperkirakan bahwa perkebunan yang dikhususkan untuk memproduksi minyak kelapa sawit menempati sekitar 11,9 juta hektar dari total luas daratan negara.

Statistik dari tahun 2009 menghitung bahwa Sumatera adalah rumah bagi 65% dari total perkebunan Indonesia sementara 26% terletak di Kalimantan, 3% di Sulawesi, dan sisanya terletak di tempat-tempat seperti Papua, dan Jawa. Di antara daerah-daerah utama di pulau-pulau ini yang sekarang menjadi sangat penting untuk menghasilkan produk pertanian yang berharga ini termasuk Riau, Sumatera Utara dan Selatan, serta Kalimantan Tengah dan Barat.

Sumatera adalah bagian dari Kepulauan Sunda Raya yang lebih besar di Indonesia dengan luas total 182.812 mil persegi dan populasi sekitar 50.180.000 jiwa. Ini mencakup provinsi Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, serta Sumatera Barat, Selatan, & Utara.

Kalimantan menempati 73% dari pulau Kalimantan. Dengan total luas tanah 210.097,52 mil persegi pada tahun 2017, wilayah ini dihuni oleh 15.894.524 orang.

Praktik Kontroversial

Permintaan global yang meningkat untuk produk pertanian ini telah mengakibatkan serangkaian efek berbahaya pada habitat lokal serta menyebabkan banyak tanaman dan hewan asli terlantar dan/atau dihancurkan. Konsekuensi lingkungan ini menjadi perhatian serius terutama karena berkaitan dengan hilangnya sistematis hewan yang terancam punah dan perusakan terus-menerus kawasan hutan hujan.

Baru-baru ini, penelitian diterbitkan dengan menyebutkan bahwa di tempat-tempat seperti Sumatera, untuk setiap hektar hutan hujan yang dihancurkan untuk membuka jalan bagi perkebunan kelapa sawit, 174 ton emisi karbon dilepaskan ke atmosfer.

Kekhawatiran utama lainnya yang mengganggu industri kelapa sawit termasuk pelanggaran hak asasi manusia seperti penggunaan pekerja anak, perusakan ekosistem kritis, dan hilangnya spesies hewan asli secara terus-menerus.

Di Sumatera khususnya, ada kekhawatiran yang berkembang terhadap orangutan lokal yang terancam punah yang dibunuh dalam jumlah yang mencengangkan karena hilangnya habitat karena lahan tersebut sekarang digunakan untuk memfasilitasi semakin banyak perkebunan kelapa sawit.

  1. Rumah
  2. Ekonomi
  3. Dimanakah Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia?

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.com