Dimana Kebanyakan Gempa Terjadi?

Gempa bumi diukur dengan bantuan seismograf.  Kredit gambar: Andrey VP/Shutterstock.com

Gempa bumi diukur dengan bantuan seismograf. Kredit gambar: Andrey VP/Shutterstock.com

  • Gempa bumi terjadi di sepanjang tepi lempeng tektonik dan garis patahan.
  • Ada tiga zona besar di planet kita yang paling rentan terhadap gempa bumi.
  • Cincin Api Pasifik adalah sabuk gempa yang mengalami 81% gempa bumi terbesar di dunia.
  • 17% gempa bumi di dunia terjadi di sabuk Alpide.
  • Mid-Atlantic Ridge juga sangat rentan terhadap gempa bumi.

Gempa bumi dapat menyerang di lokasi mana pun di Bumi dan kapan saja. Namun, beberapa bagian bumi lebih rentan terhadap gempa bumi daripada yang lain. Gempa bumi terjadi di sepanjang tepi lempeng tektonik dan garis patahan dan ada tiga zona besar di planet kita yang paling rentan terhadap gempa bumi.

Peta yang menunjukkan batas lempeng tektonik dan zona paling rawan gempa di dunia.

Isi:

Dimana Kebanyakan Gempa Terjadi?

  • Sepanjang Tepi Piring
  • Sepanjang Garis Patahan

Zona Rawan Gempa Di Bumi

  • Sabuk Seismik Sirkum-Pasifik
  • Sabuk Alpide
  • Punggungan Atlantik Tengah

Gempa Bumi Terjadi Di Sepanjang Tepi Lempeng

Gempa bumi terjadi karena lempeng tektonik. Kredit gambar: trgrowth/Shutterstock.com

Gempa bumi biasa terjadi di titik-titik di Bumi di mana lempeng samudera atau benua bertemu atau di tepi lempeng samudera dan benua. Tidak masuk ke istilah geologi yang sulit, jika sederhananya, lapisan terluar planet kita atau kerak bumi terdiri dari beberapa bagian yang disebut lempeng yang saling berhubungan satu sama lain. Lempeng ini dapat membentuk dasar lautan atau permukaan tanah. Lempeng tersebut rentan terhadap gerakan yang dipicu di lapisan mantel bumi di bawah kerak bumi. Pergerakan seperti itu dapat mengakibatkan lempeng meluncur di atas yang lain atau bergerak menjauh satu sama lain dan kemudian bertabrakan dengan kekuatan. Pergerakan kerak bumi seperti itu menyebabkan gempa bumi.

Gempa Bumi Terjadi Di Sepanjang Garis Patahan

Pemandangan udara bagian dari garis patahan San Andreas diambil saat matahari terbenam. Kredit gambar: Aerial-i/Shutterstock.com

Gempa juga terjadi di sepanjang garis patahan di kerak bumi. Sesar pada dasarnya adalah retakan di lempeng benua atau samudera yang dipicu karena tektonik lempeng. Kerak sangat tidak stabil di sekitar garis patahan dan gangguan di sepanjang garis patahan dapat memicu gempa bumi besar.

Zona Rawan Gempa Di Bumi

Cincin Api Pasifik. Kredit gambar: Tunasalmon/Shutterstock.com

Sabuk Seismik Circum-Pasifik Atau “Cincin Api”

Cincin Api Pasifik adalah sabuk gempa yang mengalami 81% gempa bumi terbesar di dunia. Sabuk ini membentang dari Chili ke utara di sepanjang pantai Pasifik Amerika Selatan, Amerika Tengah hingga Meksiko di Amerika Utara. Sabuk ini lebih jauh meluas ke Pantai Barat AS ke bagian selatan Alaska dan meluas lebih jauh meliputi Kepulauan Aleutian di Samudra Pasifik. Jepang, kepulauan Filipina, New Guinea, pulau-pulau Pasifik Barat Daya, dan Selandia Baru juga merupakan bagian dari sabuk gempa ini. Kehadiran gunung dan gunung berapi muda yang sedang tumbuh, palung laut dalam, tepi lempeng tektonik, dan struktur tektonik aktif lainnya membuat Cincin Api Pasifik sangat rentan terhadap gempa bumi.

Sabuk Alpide

Sabuk orogenik/seismik alpide. Kredit gambar: Wikimedia.org

17% gempa bumi di dunia terjadi di sabuk gempa ini. Sabuk ini membentang dari pulau Jawa dan Sumatra di Indonesia di Asia Tenggara melintasi wilayah Himalaya di anak benua India melalui Asia Tengah ke Laut Mediterania, dan keluar ke Samudra Atlantik. Beberapa gempa bumi besar di sabuk Alpide termasuk guncangan Iran yang merenggut 11.000 nyawa pada Agustus 1968, dan gempa bumi Turki pada Maret 1970 yang menewaskan hampir 1.000 orang. Kehadiran pegunungan yang tumbuh, garis patahan, dan bentuk lain dari struktur seismik aktif membuat sabuk Alpide rentan terhadap gempa bumi.

Punggungan Atlantik Tengah

Taman nasional Islandia Thingvellir. Taman ini terletak di lembah retakan yang menandai puncak Mid-Atlantic Ridge dan batas antara lempeng tektonik Amerika Utara dan Eurasia. Kredit gambar: Zabotnova Inna/Shutterstock.com

Punggungan ini merupakan punggungan tengah laut yang terletak di sepanjang lantai Samudera Atlantik. Ini memisahkan Lempeng Eurasia dan Amerika Utara di Samudra Atlantik Utara dan lempeng benua Amerika Selatan dan Afrika di Samudra Atlantik Selatan. Karena sabuk ini terlibat dalam aktivitas tektonik tingkat tinggi, sabuk ini juga sangat rentan terhadap gempa bumi.

1. Negara Paling Rawan Gempa di Dunia

Tidak semua negara di dunia sangat rentan terhadap gempa bumi. 5 negara yang paling rawan gempa di dunia termasuk Cina, Indonesia, Iran, Turki, dan Jepang.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Dimana Kebanyakan Gempa Terjadi?

Related Posts