Di mana Taman Nasional Sundarbans berada?

Harimau Royal Bengal mendominasi sebagian besar Taman Nasional Sundarbans.

Harimau Royal Bengal mendominasi sebagian besar Taman Nasional Sundarbans.

5. Deskripsi, Geografi, dan Iklim

Taman Nasional Sundarbans adalah Situs Warisan Dunia UNESCO, Taman Nasional India, Cagar Alam Harimau, dan Cagar Biosfer yang terletak di negara bagian Benggala Barat di India. Taman nasional ini terletak berdekatan dengan Hutan Lindung Sundarban yang bernama sama di Bangladesh. Taman Nasional, ditutupi oleh vegetasi bakau yang lebat, saat ini menampung salah satu populasi harimau Royal Bengal terbesar di dunia, dan juga mendukung keanekaragaman hayati yang besar dari flora dan fauna langka dan unik dari semua jenis. Taman dengan luas 1.330 kilometer persegi, terletak di ketinggian 7,5 meter di atas permukaan laut di Delta Gangga dekat Teluk Benggala, dan juga mencakup 54 pulau di dalam wilayahnya. Wilayah Sundarbans mengalami iklim yang panas dan lembab di musim panas, dengan suhu maksimum rata-rata 34° Celcius. Curah hujan deras diterima di wilayah tersebut selama musim hujan, yang berlangsung dari pertengahan Juni hingga September. Musim dinginnya sejuk, dengan suhu rata-rata sekitar 20° Celcius. Siklon tropis yang muncul di Teluk Benggala sering berdampak pada Sundarbans selama bulan Mei dan Oktober. Dataran lumpur adalah ciri khas wilayah ini, yang tersingkap saat air surut dan terendam saat air pasang, mengubah geomorfologinya dalam satu siklus pasang surut.

4. Sejarah

Menyadari pentingnya ekologis ekosistem Sundarbans, Pemerintah India mendeklarasikan kawasan tersebut sebagai Suaka Harimau Sundarban pada tahun 1973, dan sebagai suaka margasatwa pada tahun 1977. Hutan bakau menerima status Taman Nasional pada tanggal 4 Mei 1984. Pada tahun 1987 , mengingat fakta bahwa Taman Nasional Sundarbans adalah salah satu ekosistem alami yang paling produktif secara biologis di kawasan ini, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Salah satu bencana alam terburuk melanda wilayah itu pada 25 Mei 2009. Itu adalah siklon tropis bernama Aila, dan yang menghancurkan banyak desa di pinggiran Taman Nasional dan membanjiri wilayah yang luas, memaksa banyak orang mengungsi. Namun, tidak ada kematian harimau yang dilaporkan dalam bencana tersebut, dan hanya dua rusa tutul yang dilaporkan ditemukan mati di cagar alam tersebut.

3. Pariwisata dan Administrasi

Taman Nasional Sundarbans saat ini menarik ribuan wisatawan antusias dari seluruh dunia yang mengunjungi taman untuk menjelajahi hutan dan satwa liarnya. Namun, karena hutannya sangat lebat dan tanahnya sangat berlumpur, satu-satunya cara untuk mengunjungi taman ini adalah dengan menyewa perahu yang mengapung melalui sistem sungai dan anak sungai yang berliku-liku di taman. Berjalan di darat sangat dilarang, karena keberadaan harimau pemakan manusia di hutan. Wisatawan ke Sundarbans harus benar-benar mematuhi aturan dan peraturan hutan agar tetap aman dan terlindungi selama perjalanan mereka di sana. Selain menjelajahi perairan Sundarbans dan melihat satwa liar di sepanjang tepiannya, wisatawan ke taman juga mengunjungi desa-desa setempat yang berbatasan dengan taman, di mana banyak anggota desa telah menjadi mangsa pemakan manusia Sundarbans. Kunjungan ke Bhagatpur Crocodile Project, Sagar Island, Sajankhali Bird Sanctuary, dan Kanak, tempat bertelurnya Olive Ridley Turtles, merupakan kegiatan lain yang dinikmati wisatawan yang berkunjung ke Sundarbans. Taman Nasional Sundarbans menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Negara Bagian Benggala Barat, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan pusat, dan dari Project Tiger. Taman ini dikelola oleh Direktorat Hutan dan Kepala Konservator Hutan (Selatan), sedangkan Direktur Cagar Biosfer Sundarban bertindak sebagai kepala administrasi Taman Nasional Sundarbans.

2. Habitat dan Keanekaragaman Hayati

Taman Nasional Sundarbans menampung banyak spesies yang berada di ambang kepunahan. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang menakjubkan dari tanaman langka dan unik yang terdiri dari 64 spesies yang beradaptasi dengan baik untuk tumbuh di salin, kondisi muara. Taman menerima namanya dari pohon bakau Sundari, dengan ” Sundari ” yang berarti “indah” dalam bahasa lokal. Tumbuhan lain yang tumbuh di hutan termasuk genwa, garjan, kankra, goran, dan dhundal. Lebih dari 200 harimau Royal Bengal berkeliaran di hutan Sundarbans, dengan karakteristik berenang yang menarik di perairan asin cagar alam. Harimau ini juga dikenal sebagai “Pemakan Manusia Sundarbans” karena banyak insiden masa lalu yang melibatkan kematian penduduk desa di rahang harimau ini. Selain harimau, kucing pemancing, babi hutan, luwak abu-abu, rubah terbang, chital, dan trenggiling adalah beberapa mamalia lain di Sundarbans. Taman ini juga memiliki fauna burung yang kaya, termasuk burung-burung seperti merpati tutul, bebek brahmana, cerek emas, camar herring, pintail, flycatcher surga, dan banyak spesies unik dan eksotis lainnya. Sungai dan anak sungai di Taman Nasional Sundarbans tumbuh subur dengan sejumlah besar spesies ikan seperti ikan Mentega, Ikan Pari Listrik, Ikan Bintang, dan Ikan Mas Perak. Buaya muara, lumba-lumba Gangga, dan penyu lekang yang terancam punah juga menghuni perairan wilayah tersebut. Sejumlah besar amfibi (seperti katak pohon dan katak lompat), reptil (termasuk makhluk seperti ular berbisa Russel, King kobra, krait biasa, ular tikus, biawak, dan ular sanca) dan spesies serangga juga ditemukan di Taman Nasional India ini. . Paus Bryde yang terancam punah, lumba-lumba Irrawady, lumba-lumba tanpa sirip, lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik, dan spesies fauna laut lainnya yang terancam ditemukan di perairan pesisir lepas pantai daerah Sundarbans.

1. Ancaman Lingkungan dan Sengketa Wilayah

Perubahan iklim adalah musuh terburuk Taman Nasional Sundarbans dalam kondisi lingkungan saat ini. Kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh pemanasan global mengancam akan mengikis sebagian besar lahan hutan, dan akibatnya membasuh vegetasi hutan. Salah satu pulau terbesar di Sundarbans, terbentang hingga ke Teluk Benggala, bisa hilang sama sekali dalam 20 tahun ke depan. Menambah masalah yang disebabkan oleh perubahan iklim, pembukaan lahan hutan yang luas karena perluasan pertanian dan habitat manusia juga semakin mengancam untuk mengurangi tutupan hutan di sekitar Sundarbans. Namun, karena sifat hutan yang tidak dapat diakses dan reputasi harimau yang ganas, hanya sedikit yang berani menyerbu hutan. Namun, fauna air di wilayah tersebut sering menjadi sasaran praktik penangkapan ikan yang eksploitatif dan kerusakan akibat tumpahan minyak lepas pantai.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Di mana Taman Nasional Sundarbans berada?

Related Posts