Di Mana Satelit Buatan Mengorbit Bumi: Di ​​Atmosfer Atau Luar Angkasa?

Sebuah satelit di luar angkasa.

Sebuah satelit di luar angkasa.

Satelit buatan biasanya terdiri dari mesin atau perangkat yang diluncurkan ke luar angkasa dan mengorbit di sekitar Bumi atau benda lain di luar angkasa. Saat ini, ribuan satelit mengorbit planet kita. Satelit memungkinkan akses atau tampilan area yang luas dari permukaan bumi pada waktu tertentu. Ini berarti mereka dapat mengumpulkan data dalam jumlah besar dengan cepat dibandingkan dengan instrumen alternatif di permukaan bumi. Satelit juga digunakan untuk mempelajari benda langit di luar angkasa. Beberapa satelit yang paling kompleks termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Sistem Pemosisian Global. Satelit buatan mengorbit pada jarak yang bervariasi dari Bumi tergantung pada fungsinya. Sebagian besar satelit menempati wilayah atmosfer yang dikenal sebagai termosfer dan eksosfer. Luar angkasa mengacu pada hamparan yang ditemukan di luar atmosfer bumi di antara benda-benda angkasa. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpan daftar benda-benda yang ditemukan di luar angkasa. Beberapa probe mengorbit di sekitar benda alam lainnya seperti bulan, Venus, dan Merkurius.

Termosfer

Termosfer ditemukan pada jarak antara 53 mil hingga 400 mil dari permukaan bumi. Ini memiliki suhu tinggi mencapai hingga 2.730 derajat Fahrenheit. Satelit di wilayah ini, bagaimanapun, tidak mengalami kerusakan panas karena tekanan rendah yang dialami di wilayah tersebut. Orbit Bumi yang rendah ditemukan di termosfer dan sebagian di eksosfer. Orbit Bumi yang rendah mencakup setiap orbit yang berada di bawah 1.243 mil. Penghuni utama lapisan ini adalah satelit yang mengorbit rendah. Stasiun Luar Angkasa Internasional mengorbit di sekitar Bumi di orbit rendah Bumi. Instrumen yang digunakan untuk tujuan penelitian juga ditemukan di kisaran orbit ini sehingga lebih mampu memantau peristiwa di Bumi. Satelit di orbit rendah Bumi bergerak mengelilingi planet dengan sangat cepat, dan orbitnya juga menurun lebih cepat. Itu berarti mereka membutuhkan pendorong untuk menjaga mereka di orbit.

Eksosfer

Eksosfer membentang hingga 6.200 mil di atas permukaan bumi. Beberapa definisi eksosfer juga mencakup wilayah ruang hingga titik di mana angin matahari merobohkan atom. Wilayah ini tidak memiliki batas atas yang berbeda karena molekul mengapung bebas di lapisan. Orbit bumi menengah dan tinggi terletak di eksosfer. Satelit di lapisan ini dapat tetap berada di orbitnya untuk waktu yang sangat lama. Beberapa dapat bertahan beberapa dekade tanpa perlu penyesuaian. Satelit komunikasi dan cuaca ditemukan pada rentang orbit yang lebih tinggi karena memerlukan pandangan yang lebih luas dan akses ke area yang luas di Bumi pada waktu tertentu. Orbit geosynchronous ditemukan di tingkat yang lebih tinggi dari orbit Bumi yang tinggi. Ada berbagai jenis orbit geosinkron. Orbit geostasioner terletak di atas khatulistiwa dan menjaga satelit di titik tertentu di seluruh orbit. Satelit dalam orbit geosinkron memiliki periode orbit yang mirip dengan Bumi.

Sampah Luar Angkasa

Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli telah memperingatkan tentang orbit yang semakin padat. Sejak peluncuran Satelit Sputnik ke orbit oleh Uni Soviet, ribuan satelit telah dimasukkan ke orbit oleh berbagai entitas termasuk perusahaan komunikasi dan militer. Para ilmuwan menunjukkan bahwa langit yang ramai meningkatkan kemungkinan tabrakan antara satelit dan kapal lain. Namun, penting untuk dicatat bahwa tabrakan jarang terjadi karena satelit ditempatkan di orbit yang biasanya menghindari satelit lain. Orbit terkadang berubah dan menyebabkan kecelakaan. Pada tahun 2009, satelit komunikasi milik Rusia dan Amerika Serikat secara tidak sengaja bertabrakan sehingga menjadi kecelakaan pertama yang tercatat antara satelit buatan.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Di Mana Satelit Buatan Mengorbit Bumi: Di ​​Atmosfer Atau Luar Angkasa?

Related Posts