Biomaterial adalah perangkat yang terdiri dari senyawa buatan atau alami yang diintegrasikan ke dalam sistem biologis dengan tujuan untuk menggantikan, melengkapi atau merawat organ atau jaringan tertentu yang fungsinya telah hilang atau rusak.

Pengembangan biomaterial melibatkan ilmu-ilmu seperti biologi, termasuk nanobiologi, kimia, jaringan dan rekayasa material. Adapun aplikasinya, biomaterial  digunakan untuk tujuan medis, sebagai alat terapi atau diagnostik.

Fungsi

Penggunaan utamanya Biomaterial adalah di bidang medis, bertindak dengan cara:

  • Prostetik: mengganti bagian atau organ tubuh.
  • Diagnosis: membantu dalam penentuan anomali.
  • Terapeutik: membantu penyembuhan dan perawatan.
  • Dalam penyimpanan: menyimpan zat.

Senyawa yang digunakan untuk produksi biomaterial meliputi polimer alami atau sintetis (seperti hidrida), keramik dan logam (seperti baja tahan karat dan paduan titanium atau kobalt).

Contoh biomaterial dapat disebutkan seperti: perangkat biomedis (seperti biosensor, tabung sirkulasi darah, sistem hemodialisis), bahan implan (seperti jahitan, piring, pengganti tulang, tendon, saringan atau jerat, katup jantung, lensa, gigi), perangkat untuk pelepasan obat-obatan (dalam bentuk implan subdermal dan partikel), organ buatan (seperti jantung, ginjal, hati, pankreas, paru-paru, kulit) dan penyembuhan, di antara banyak lainnya.

Biomaterial berbasis logam menguntungkan ketika resistensi menjadi perhatian, karena mereka memiliki kinerja mekanik yang sangat baik dan dapat menahan kelelahan dan patah. Karena itu, mereka banyak digunakan sebagai komponen struktural untuk penggantian, penguatan atau stabilisasi jaringan yang kaku.

Aplikasinya termasuk benang, sekrup dan pelat untuk fiksasi fraktur, implan gigi dan prostesis untuk menggantikan sendi.

Biomaterial polimer juga memiliki kelebihan seperti kemudahan pembuatan untuk menghasilkan beragam bentuk dan ketersediaan dalam menemukan bahan dengan sifat mekanik dan fisik yang diinginkan untuk aplikasi spesifik.