Bikini Atoll, Kepulauan Marshall – Tempat Uji Coba Bom Hidrogen Pertama

Bikini Atoll, Kepulauan Marshall – Tempat Uji Coba Bom Hidrogen Pertama

Bikini Atoll, Kepulauan Marshall – Tempat Uji Coba Bom Hidrogen Pertama

Salah satu tes bom nuklir pertama di Bikini Atoll pada Juli 1946.

Bikini Atoll terletak di sebelah utara Kepulauan Marshall. Atol ditemukan pada abad ke-16 oleh penjelajah Spanyol. Pulau ini merupakan pulau perumahan yang penting sampai akhir Perang Dunia Kedua ketika digunakan untuk pengujian senjata nuklir. Pulau ini tetap tidak dapat dihuni karena banyaknya unsur radioaktif di dalam tanah, air, dan bahkan tanaman. Bikini Atoll adalah atol penting baik bagi penduduk asli maupun bagi dunia sebagai bukti perannya dalam zaman nuklir dan sejarah alam dan manusia yang terjadi di sana sebelumnya. Oleh karena itu, tempat ini telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

5. Geografi Fisik –

Bikini atoll memiliki total 23 pulau karang yang mengelilingi sebuah laguna. Pulau-pulau tersebut memiliki ketinggian maksimum 7 kaki, dan medan yang sebagian besar tertutup air saat air pasang. Meskipun atol relatif kering, ia memiliki tanah subur yang mendukung pertumbuhan kelapa. Kelapa dimanfaatkan untuk produksi minyak kopra. Bikini Atoll sebagian besar panas dan lembab dengan suhu tahunan berkisar antara 27 dan 29 Derajat Celcius.

4. Bikini Atoll Sebelum Dan Selama Perang Dunia II –

Bikini telah dihuni sejak zaman kuno. Kota ini direbut selama Perang Dunia I oleh Jepang yang menduduki pulau itu hingga Perang Dunia Kedua. Sementara Jepang adalah administrator, urusan lokal diserahkan kepada para pemimpin tradisional. Penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Perang Dunia II melihat pulau itu berfungsi sebagai menara pengawas penting bagi tentara Jepang yang juga menjaga pulau itu dari invasi Amerika selama Pertempuran Kwajalein. Pertempuran dipicu oleh penangkapan pulau-pulau oleh tentara Amerika. Tentara Jepang di pulau itu bunuh diri agar tidak ditangkap oleh pasukan Amerika. Setelah Perang Dunia Kedua dan selama perang dingin, Amerika terlibat dalam pembuatan senjata nuklir yang mampu menghancurkan massal. Kepulauan Bikini dipilih sebagai tempat pengujian.

3. Pengujian Senjata Nuklir –

Para pejabat Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS merelokasi Kepulauan di bawah arahan Presiden Harry Truman setelah identifikasi Bikini Atoll sebagai tempat yang paling cocok untuk pengujian senjata nuklir karena jaraknya dari laut dan tidak adanya lalu lintas udara reguler di atas pulau itu. Penduduk pulau sementara dipindahkan ke Atol Rongeric di mana mereka menghadapi masalah kelaparan dan kemudian pindah ke Pulau Kili. Periode pengujian berlangsung antara tahun 1946 dan 1958. Yang digambarkan di atas terjadi pada tahun 1952. Sebanyak 23 “bom besar” diuji 20 di antaranya adalah bom hidrogen. Pengujian dilakukan di darat, bawah air, di udara, dan di laut untuk menguji efektivitas senjata nuklir dan kelayakannya di lingkungan yang berbeda.

2. Habitat Alami dan Keanekaragaman Hayati –

Bikini Atoll kaya akan terumbu karang dan memiliki banyak spesies ikan asli, termasuk tuna gigi anjing, barakuda, dan kutang sirip biru. Meskipun terumbu pada awalnya mengandung sejumlah bahan radioaktif beracun karena uji coba nuklir, mereka telah pulih secara substansial dalam beberapa tahun terakhir.

1. Ancaman Lingkungan dan Pengakuan Situs Warisan Dunia –

Program pengujian senjata nuklir meninggalkan jejak bahan radioaktif seperti Caesium-137 yang menghancurkan lingkungan alam dan membuat bagian pulau tidak dapat dihuni. Tes juga menyebabkan keracunan sumber daya ikan yang menjadi berbahaya untuk konsumsi manusia. Bikini Atoll ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2010 karena signifikansinya di zaman nuklir terutama uji coba nuklir dan bukti penghancuran nuklir. Situs ini juga merupakan situs budaya penting untuk pengaruh uji coba senjata terhadap budaya dunia serta arsitektur yang ada oleh masyarakat Bikini.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Bikini Atoll, Kepulauan Marshall – Tempat Uji Coba Bom Hidrogen Pertama

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.com