Benjamin Disraeli – Perdana Menteri Inggris

Sebagai Perdana Menteri, Benjamin Disraeli membela Kingdom, Kekaisaran, Gereja, dan kepentingan Inggris di seluruh dunia.

Sebagai Perdana Menteri, Benjamin Disraeli membela Kingdom, Kekaisaran, Gereja, dan kepentingan Inggris di seluruh dunia.

5. Kehidupan Awal

Benjamin Disraeli lahir pada 21 Desember 1804, di Bedford Row, Bloomsbury, London, dari keluarga keturunan Yahudi dan Italia. Ayahnya kemudian meninggalkan Yudaisme, dan keempat anaknya dibaptis. Disraeli pergi ke sekolah dame di Islingston dari usia 6 sampai 8, dan kemudian menghadiri sekolah St. Piran Pendeta John Potticary di Blackheath. Dia kemudian menghadiri sekolah yang dikelola oleh sarjana Eliezer Cogan di Walthamstow, dan lulus dari sana ketika dia berusia 17 tahun. Setelah lulus, dia magang di sebuah firma pengacara di London, tetapi dia menemukan posisi itu tidak sesuai dengan sifatnya yang sensasional. Dia berhenti dari posisinya, dan dalam beberapa tahun berikutnya bepergian secara ekstensif dan menerbitkan beberapa novel.

4. Bangkit ke Kekuasaan

Pada tahun 1831 Disraeli, yang saat itu menjadi anggota aktif dalam lingkaran sastra Inggris, memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Tory dan, setelah beberapa kali gagal, akhirnya memenangkan kursi di House of Commons pada tahun 1837. Pada dekade berikutnya House of Commons terpecah, dan partai Whig dan Konservatif bergantian memerintah. Itu juga melihat kontrol dari banyak pemerintah minoritas. Pada tahun 1865, ketika pemerintahan pimpinan Whig-Liberal jatuh, Lord Derby, yang dikenal sebagai “Earl of Derby”, membentuk pemerintahan minoritas lainnya, dan menunjuk Disraeli untuk bertindak sebagai Kanselir Bendahara. Kemudian, pada tahun 1868, ketika Derby memutuskan untuk pensiun, Disraeli menjadi Perdana Menteri. Namun, ketika partainya kalah dalam pemilihan tahun itu, Disraeli mengundurkan diri. Baru pada tahun 1874, ketika Konservatif meraih kemenangan besar lainnya, Disraeli menjadi Perdana Menteri Inggris.

3. Kontribusi

Selama masa jabatannya, Disraeli melewati beberapa reformasi penting. Di dalam negeri, Undang-Undang Peningkatan Tempat Tinggal Artizan dan Buruh membantu membersihkan banyak daerah kumuh di Inggris secara efektif, dan Undang-Undang Kesehatan Masyarakat tahun 1875 lebih lanjut mengkodifikasikan undang-undang tentang pengaturan daerah kumuh. Dia juga meloloskan serangkaian tindakan pabrik selama bertahun-tahun, yang bermaksud untuk mencegah eksploitasi tenaga kerja, dan serikat pekerja yang sah sebagai perwakilan resmi pekerja. Kemudian, dalam bidang hubungan internasional, Disraeli melakukan langkah berani dan memperluas prestise kekaisaran Inggris Raya. Dia berhasil membeli saham Terusan Suez, menganugerahkan Ratu Victoria sebagai Permaisuri India , dan membela kepentingan Kingdom Inggris melawan Rusia di Kongres Berlin.

2. Tantangan

Sepanjang sebagian besar karir politik Disraeli, partai Konservatif terpecah karena isu-isu kunci, dan mereka sering kehilangan dukungan rakyat karena perbedaan pendapat. Setelah Disraeli menjadi pemimpin partai pada tahun 1872, ia secara radikal mereformasi partai, dan membuat pendiriannya menjadi satu yang dapat dibedakan dengan jelas dari Partai Whig-Liberal. Dia membela monarki dan House of Lords, serta Gereja Inggris . Dia juga bersikeras pada langkah-langkah radikal untuk mengkonsolidasikan Kekaisaran melawan pemberontak dan ancaman asing. Semua nilai ini kemudian tercermin dalam kebijakannya. Selama pelayanannya, Rusia merupakan ancaman besar bagi Inggris Raya, dan ketika Turki menyerah kepada Rusia setelah konflik besar, disepakati bahwa Rusia akan mengambil wilayah yang cukup besar di Eropa yang pernah menjadi milik Kekaisaran Ottoman sebelumnya. Disraeli dengan tegas memprotes tindakan tersebut, dan memaksa Rusia untuk menghadiri Kongres Berlin, di mana ia berhasil mencegah ekspansi lebih lanjut Rusia di seluruh Eropa.

1. Kematian dan Warisan

Disraeli meninggal pada 19 April 1881, di London pada usia 76 tahun. Dia telah lama menderita asam urat, asma, dan bronkitis. Disraeli berperan penting dalam membentuk Partai Konservatif sebagai partai yang bersatu dan koheren, dan dengan melakukan itu juga mengkonsolidasikan sistem dua partai yang menjadi ikon demokrasi di Inggris hingga saat ini. Reformasi yang dia lakukan mengenai kondisi kerja dan serikat pekerja membuatnya mendapatkan dukungan dari orang-orang kelas pekerja, dan menetapkan preferensi suara mereka untuk mendukung Partai Konservatif. Dia juga sangat percaya pada Kingdom Inggris dan Kingdom Inggris, dan tindakannya mengkonsolidasikan kekuatan kekaisaran Inggris pada masanya, tetapi tindakan tersebut juga menghasilkan dominasi dan penindasan kolonial, yang menyebabkan gerakan perlawanan terhadap Inggris di seluruh dunia sebagai berikut: abad.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Benjamin Disraeli – Perdana Menteri Inggris

Related Posts