Bagaimana Saya Mengidentifikasi Kalimat dengan Perumpamaan?

Kalimat dengan simile menawarkan perbandingan.

Sebelum Anda dapat mengidentifikasi kalimat dengan simile, penting bagi Anda untuk memahami sepenuhnya definisi dari simile . Perumpamaan adalah kiasan yang sering digunakan dalam puisi dan jenis sastra lainnya, sering untuk membandingkan dua hal yang pada dasarnya berbeda. Kalimat dengan perumpamaan sering kali menyertakan kata “seperti”, “sebagai”, atau “daripada” di suatu tempat dalam bagian kalimat yang membuat perbandingan. Demikian pula, metafora adalah kiasan yang membuat perbandingan antara hal-hal yang tidak sama. Pembaca tidak boleh membingungkan perumpamaan dan metafora, karena perumpamaan menunjukkan bagaimana dua hal serupa sedangkan metafora mengatakan satu hal adalah hal lain.

“Dia sekuat lembu” adalah perumpamaan umum.

Saat mencari kalimat dengan perumpamaan, carilah kalimat yang membandingkan dua hal yang biasanya berbeda satu sama lain. Biasanya, dua hal ini adalah kata benda , yang artinya adalah orang, tempat, atau benda. Contoh umum dari dua hal yang berbeda dibandingkan satu sama lain termasuk membandingkan manusia dan hewan, manusia dan benda mati, dan binatang dan benda mati. Perhatikan bahwa beberapa kalimat dengan perumpamaan mungkin membandingkan hal-hal yang lebih abstrak dan tidak berwujud, seperti pikiran, perilaku, dan tindakan lainnya. Mengatakan temperamen seseorang seperti tornado, misalnya, adalah perumpamaan yang melibatkan perilaku atau objek tidak berwujud.

“Cinta-Nya seperti mawar merah,” adalah contoh perumpamaan.

Mungkin trik paling umum yang dapat membantu Anda mengidentifikasi kalimat dengan perumpamaan adalah dengan mencari kata “seperti”, “sebagai”, atau “daripada” dalam kalimat. Perlu diingat bahwa kata-kata ini tidak bisa berada di sembarang tempat dalam kalimat. Biasanya, untuk salah satu dari kata-kata ini untuk menandai sebuah perumpamaan, itu harus digunakan di antara dua kata benda yang berbeda yang sedang dibandingkan. Misalnya, dalam kalimat “Hidup itu seperti bawang”, “seperti” berada di antara “hidup” dan “bawang”, yang tampaknya tidak seperti satu sama lain tetapi terlibat dalam perbandingan. Demikian pula, dalam perumpamaan “Dia sekuat lembu”, “sebagaimana” berada di antara dua kata benda yang dibandingkan, yaitu manusia dan lembu.

Perumpamaan sering dikacaukan dengan metafora, dan sebaliknya. Kemungkinan besar, kebingungan berasal dari fakta bahwa kedua jenis kiasan ini membuat perbandingan antara dua kata benda yang berbeda. Pembaca harus memahami bahwa perbandingan ini berbeda. Perumpamaan menyatakan bahwa sesuatu itu “seperti” sesuatu yang lain, sedangkan metafora menyatakan bahwa sesuatu itu “adalah” sesuatu yang lain. Misalnya, menyatakan “matahari seperti ciuman pagi” adalah perumpamaan, dan menyatakan “matahari adalah ciuman dari pagi” adalah metafora.

Related Posts