Apa Zona Berbeda Gua?

Gua Marmer di Patagonia, Chili.

Gua Marmer di Patagonia, Chili.

Sebuah gua adalah kekosongan alam di tanah yang biasanya terbentuk melalui pelapukan batuan. Ruang hampa yang membentuk gua dapat berisi bagian-bagian yang disebut koridor, yang merupakan lorong-lorong sempit, serta kamar-kamar. Gua ada di seluruh dunia, dan orang yang mempelajari gua disebut sebagai ahli speleologi, sedangkan organisme yang hidup di gua dikenal sebagai troglobion. Beberapa gua telah menjadi tujuan wisata populer bagi individu yang mencari petualangan dan keindahan pemandangan. Gua terestrial terdiri dari tiga bagian, yaitu zona masuk atau terang, zona senja, dan zona gelap.

Zona Gua yang Berbeda

Sebuah gua memiliki tiga zona berbeda: zona masuk, zona senja, dan zona gelap.

Zona Masuk

Zona masuk mengacu pada titik masuk gua, yang biasanya menerima sinar matahari yang cukup. Bagian gua ini terbuka ke lingkungan luar dan mengalami suhu yang bervariasi, karena menyesuaikan dengan lingkungan dan iklim eksternal. Zona masuk dapat terbentuk secara alami atau dibuat oleh manusia. Tumbuhan hijau tumbuh di zona ini karena mengandung sinar matahari, yang diperlukan untuk fotosintesis. Zona masuk gua dapat dihuni oleh berbagai bentuk kehidupan , termasuk kumbang, tikus kecil, laba-laba, ular, salamander, cacing tanah, kaki seribu, burung hantu, dan siput. Selain itu, hewan darat tertentu, seperti rakun dan beruang, dapat berlindung di zona masuk untuk tidur, makan, dan bersarang.

Zona Senja

Twilight zone adalah bagian gua yang mendapat sedikit sinar matahari karena letaknya tidak terlalu jauh dari pintu masuk. Zona ini sejuk dan lembab, dan suhunya biasanya konstan. Zona senja dibagi oleh organisme luar dan penghuni gua, menghasilkan transfer energi, dalam bentuk nutrisi, dari luar gua ke dalam. Hewan yang hidup di twilight zone adalah trogoloxenes, seperti laba-laba, kelelawar, ngengat, jangkrik gua, kumbang gua, dan kaki seribu.

Zona Gelap

Zona gelap adalah bagian terdalam dan tergelap dari gua. Itu terletak di belakang gua dan tidak menerima sinar matahari. Akibatnya, zona gelap selalu dingin, gelap, dan suhunya konstan. Zona gelap dihuni oleh troglobit, seperti udang tanpa mata dan udang karang buta. Hewan di zona ini memiliki ciri-ciri tertentu seperti antena panjang, berwarna putih, merah muda atau tidak berwarna, dan memiliki penglihatan yang buruk. Tubuh tidak berwarna adalah hasil dari kurangnya pigmentasi. Organisme yang hidup di zona gelap tidak pernah meninggalkan gua.

Ekosistem Gua

Ekosistem yang khas termasuk produsen, yang terutama terdiri dari vegetasi dan tumbuhan hijau yang bergantung pada sinar matahari untuk fotosintesis. Herbivora memakan vegetasi ini, dan karnivora memakan herbivora. Pada akhirnya, predator puncak, detrivora, dan pengurai melengkapi rantai makanan. Ekosistem gua sedikit berbeda karena lingkungannya secara keseluruhan kekurangan sinar matahari, yang biasanya merupakan sumber energi utama. Akibatnya, pengurai, seperti jamur dan bakteri, berfungsi sebagai produsen. Produsen ini dikonsumsi oleh cacing tanah, kaki seribu, tungau, ekor pegas, kumbang, dan agas. Selanjutnya, organisme ini kemudian dikonsumsi oleh kalajengking semu, tikus, salamander, dan laba-laba. Empat kategori hewan yang ada di gua, yaitu accidental/incidental, troglobites, troglophiles, dan trogloxenes.

Kebetulan adalah organisme yang berkeliaran, jatuh, atau hanyut ke dalam gua. Kategori ini termasuk ular, babi tanah, katak, dan kura-kura, yang tidak dapat bertahan hidup di dalam gua, dan karena itu akan mati jika mereka tidak keluar. Jika tidak sengaja mati di dalam gua, mereka menjadi sumber nutrisi yang kaya bagi ekosistem gua. Troglobita menghabiskan semua tahap kehidupan mereka di dalam gua dan tidak dapat bertahan hidup di luar. Mereka tidak memiliki mata dan pigmentasi kulit, dan telah beradaptasi dengan kehidupan dalam kegelapan. Troglobit adalah salah satu spesies paling langka di Bumi, dan termasuk salamander Texas, udang tanpa mata, udang karang, kumbang gua, kaki seribu gua, dan isopoda gua Madison. Troglophiles tinggal di gua, tetapi meninggalkan gua untuk berburu makanan. Selain itu, bagian dari siklus hidup mereka terjadi di lingkungan luar. Contoh troglophiles termasuk tikus, kelelawar, woodrats, dan rakun. Trogloxenes bisa eksis di gua selama semua bagian dari siklus hidup mereka, tetapi juga dapat bertahan hidup di luar gua. Contoh trogloxene adalah salamander gua dan jangkrik gua.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Apa Zona Berbeda Gua?

Related Posts