Apa Perbedaan Hutan Primer dan Hutan Sekunder?

Tegakan pohon beech tua di dekat Pantai Pasifik Pulau Hokkaido, Jepang.

Meskipun ada ratusan jenis hutan yang ada di seluruh dunia, ada beberapa perbedaan utama yang membedakan dua kategori terluas, yaitu hutan primer dan sekunder, satu sama lain.

5. Mendefinisikan Hutan Primer dan Sekunder

Menurut Konvensi Keanekaragaman Hayati, hutan primer terdiri dari spesies asli yang telah berkembang secara alami, dengan sedikit atau tanpa bukti aktivitas manusia. Dengan demikian, proses ekologi asli mereka sebagian besar tetap tidak terganggu. Ini termasuk hutan yang pulih dari gangguan alam seperti badai dan tanah longsor.

Hutan sekunder adalah hutan yang pulih dari gangguan manusia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemulihan hutan dapat dilakukan secara alami atau dengan campur tangan masyarakat melalui reboisasi atau penghijauan. Komposisi tumbuhan dan satwa serta struktur hutannya lebih sederhana dibandingkan dengan hutan primer. Meskipun Konvensi Keanekaragaman Hayati menganggap hutan yang terdegradasi sebagai hutan sekunder, banyak ilmuwan menganggapnya sebagai kelompok yang terpisah. Hutan tua dapat berupa hutan primer atau sekunder.

4. Transformasi Sejarah Hutan Bumi

Selama ribuan tahun, perkembangan peradaban telah mengakibatkan penebangan hutan untuk pertanian, penggembalaan, dan pemukiman manusia. Hutan tropis primer di Amerika Selatan dan Asia, memiliki bagian-bagian yang telah ditebang untuk pertanian berpindah berabad-abad yang lalu.

Padang rumput saat ini di Eropa telah menggantikan hutan selama periode dua ribu tahun. Namun, banyak hutan primer di benua ini juga tetap berdiri sepanjang perubahan sejarah. Amerika Utara kehilangan banyak hutan beriklim sedang dalam tiga ratus tahun terakhir.

Deforestasi hutan beriklim sedang mencapai puncaknya sebelum tahun 1700, dan ini terus menurun selama berabad-abad sejak itu. Penebangan hutan tropis skala besar dimulai pada 1800-an, memuncak pada pertengahan 1900-an.

3. Keadaan Hutan Modern Dunia

Menurut Bank Dunia, 30,8% dari luas daratan global pada tahun 2015 ditutupi dengan hutan. Pada tahun 2005, hutan primer menempati sepertiga dari total luas hutan. Hutan primer terbesar adalah hutan hujan tropis di Amazon. Amerika Utara dan Tengah, dan Rusia memiliki sebagian besar hutan hujan beriklim sedang. Karibia, Eropa, dan bagian kering di Asia dan Afrika memiliki lebih sedikit hutan primer.

Namun, hutan sekunder semakin luas. Sebagian besar hutan di Amerika Utara dan Eropa telah lama bersifat sekunder. Lebih banyak hutan primer yang hilang setiap tahun secara global, membuka jalan bagi pertanian, perkebunan dan urban sprawl. Sekitar 60.000 kilometer persegi hutan hilang setiap tahun, sebagian besar berada di daerah tropis. Hilangnya hutan beriklim sedang sejak awal milenium ini dapat diabaikan. Kebakaran menyumbang 1% dari hilangnya hutan global, dan serangga serta penyakit menyebabkan 3% dari total hutan yang hilang.

2. Perbedaan Habitat dan Keanekaragaman Hayati

Habitat di hutan primer dibentuk tidak hanya oleh iklim dan kondisi tanah di daerah tersebut, tetapi juga dipengaruhi oleh keberadaan hutan sebelumnya. Suhu tanah dan udara dicararasi oleh adanya tutupan pohon yang terus menerus, dan ada lebih banyak pembentukan bahan organik. Hutan primer memiliki stratifikasi yang berkembang dengan baik yang menciptakan segudang relung untuk tumbuhan dan hewan lain. Jadi semua hutan primer memiliki keanekaragaman hayati yang lebih tinggi dibandingkan dengan hutan sekunder yang menggantikannya. Hutan sekunder memiliki stratifikasi yang sederhana, dan jenis serta jenis tumbuhan yang ditemukan bervariasi sesuai dengan umur hutan. Sebagian besar spesies adalah spesies umum yang dapat bertahan hidup dalam kondisi pertumbuhan yang lebih keras di area terbuka, dan berbeda dari hutan primer yang unik di wilayah tersebut.

Meskipun demikian, hutan sekunder sangat berharga karena masih dapat membantu menjaga keanekaragaman hayati di wilayah tersebut, memberikan perlindungan terhadap erosi tanah, dan berfungsi sebagai sumber produk berharga lainnya seperti kayu dan kayu bakar. Jika dibiarkan berdiri, hutan sekunder juga dapat memperoleh lebih banyak spesies dari waktu ke waktu, menurut Mongabay.

1. Ancaman Lingkungan dan Upaya Konservasi yang Berkelanjutan

Perladangan berpindah terus berlanjut di banyak bagian kawasan hutan Asia, sementara hutan Amerika Selatan dan Afrika masih dibuka untuk pemeliharaan ternak dan pertanian. Hutan hujan di Indonesia sedang dibuka untuk perkebunan kelapa sawit, dan banyak hutan di AS masih ditebang. Hutan-hutan lainnya terutama di daerah tropis juga dimanfaatkan untuk ekstraksi hasil-hasil non-kayu.

Laporan Global Forest Watch tahun 2014 menemukan bahwa 2,3 juta kilometer persegi hutan hilang antara tahun 2000 dan 2012, sementara hanya 0,8 juta kilometer persegi hutan sekunder yang ditambahkan. Oleh karena itu, hutan primer masih hilang lebih cepat daripada hutan sekunder yang menggantikannya.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Apa Perbedaan Hutan Primer dan Hutan Sekunder?

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.Com