Apa Perbedaan Antara Stres Air dan Krisis Air?

Banyak orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke air bersih yang mengalir di rumah mereka. Kredit editorial: Martchan / Shutterstock.com

Forum Ekonomi Dunia 2015 mencantumkan kelangkaan air sebagai risiko global. Kelangkaan air mengacu pada kekurangan air, situasi di mana permintaan akan air lebih besar daripada jumlah sumber daya air tawar. Dalam kondisi ini, terjadi stres air dan kelangkaan air.

Stres Air dan Krisis Air

Stres air adalah situasi di mana masalah muncul di suatu daerah karena kelangkaan air. Orang-orang yang tidak memiliki cukup akses ke air minum mengalami stres air. PBB menempatkan jumlah orang yang kekurangan air di dunia pada satu dari setiap enam orang. Menurut Indikator Stres Air Falkenmark, daerah yang mendapatkan pasokan air tahunan di bawah 60.035 kaki kubik per orang mengalami “kekurangan air”. Timur Tengah adalah negara yang paling sulit air di dunia. Krisis air, di sisi lain, mengacu pada situasi di mana kelangkaan air mempengaruhi fungsi lain dalam pemerintahan atau negara. Kurangnya air portabel untuk memenuhi kebutuhan penduduk dapat menyebabkan krisis air.

Perubahan Iklim dan Tekanan Air

Pendapat populer mengatakan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan penurunan jumlah air tawar yang tersedia bagi manusia. Perubahan iklim telah mengakibatkan menyusutnya danau dan kolam, pengurangan aliran sungai dan sungai serta surutnya gletser. Bumi memiliki persediaan air tawar yang besar, tetapi banyak wilayah di dunia masih mengalami kekurangan air akibat polusi. Sebagian besar air ini tidak layak untuk dikonsumsi dan tidak tersedia untuk keperluan pertanian dan industri.

Dampak Krisis Air

Krisis air mempengaruhi semua sektor ekonomi dan kehidupan manusia. Penggunaan air tanah yang berlebihan menyebabkan hasil pertanian yang rendah sementara polusi dan penggunaan sumber daya air yang berlebihan membahayakan atau menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati. Menurut Water.org dan WHO bersama dengan UNICEF, sekitar 2,5 miliar orang tidak memiliki akses sanitasi yang memadai yang berujung pada pencemaran air. Krisis air dapat menyebabkan konflik regional atas sumber daya air yang umumnya langka. Bank Dunia menyatakan bahwa sanitasi yang tidak memadai, kebersihan yang buruk, dan air yang tidak aman menyebabkan 88% penyakit yang ditularkan melalui air. Waktu yang dihabiskan untuk mencari air menyebabkan hilangnya peluang ekonomi yang pada gilirannya mengakibatkan kemiskinan, terutama di kalangan perempuan yang bertanggung jawab untuk pengambilan air di sebagian besar dunia.

Mengatasi Kelangkaan Air

Agar populasi dunia dapat bertahan hidup, harus ada langkah-langkah untuk mengatasi masalah kelangkaan air. Inisiatif air bersih berusaha untuk menyediakan akses ke air bersih. Daur ulang air akan mengurangi kelangkaan air serta meningkatkan praktik pertanian di berbagai bidang seperti irigasi. Pemerintah dan masyarakat pada umumnya perlu memanfaatkan teknologi canggih dalam konservasi air, dan perbaikan sistem pembuangan limbah. Solusi lain untuk masalah ini adalah menciptakan kesadaran akan kelangkaan air bagi masyarakat yang tidak mengalami masalah tersebut sehingga mereka dapat membantu dalam pencegahannya.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Apa Perbedaan Antara Stres Air dan Krisis Air?

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.Com