Apa Perbedaan Antara Hijau dan Berkelanjutan?

Energi angin ramah lingkungan dan berkelanjutan.

  • “Hijau” dan “berkelanjutan” adalah istilah yang menunjukkan kesadaran lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.
  • “Hijau” sangat memperhatikan kesehatan lingkungan.
  • “Berkelanjutan” berkaitan dengan kesehatan lingkungan, vitalitas ekonomi, dan manfaat sosial.

Penggunaan istilah “hijau” dan “berkelanjutan” yang salah secara sinonim dan bergantian, terutama oleh para pemerhati lingkungan dan pemasar, telah menciptakan banyak kebingungan.

Pada tingkat permukaan, mereka tampaknya memiliki arti yang sama: istilah-istilah ini menunjuk pada kesadaran dan tanggung jawab lingkungan. Mereka juga menyentuh tentang melestarikan sumber daya alam dan menyelamatkan lingkungan untuk generasi mendatang. Namun, hijau dan berkelanjutan tidak berarti hal yang sama. Ada perbedaan besar dalam maknanya yang membuatnya salah untuk menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian.

Perbedaan utama antara hijau dan berkelanjutan berasal dari ruang lingkup dan skala kebijakan dan praktik. Hijau beroperasi pada satu “kaki” dan merupakan dimensi keberlanjutan, yang beroperasi pada tiga “kaki”. Berikut adalah pedoman dasar yang memisahkan hijau dari berkelanjutan.

“Hijau” Peduli Lingkungan

Going green hanya mengacu pada dampak lingkungan dari suatu produk atau tindakan. Kredit gambar: Vanatchanan/Shutterstock

Hijau bukan lagi sekadar warna, tetapi juga istilah yang sering digunakan untuk menyebut segala sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan, mulai dari cara hingga arsitektur dan gerakan. Dalam beberapa tahun terakhir, para pemerhati lingkungan dan aktivis telah mendorong orang untuk “go green” atau “menjadi hijau” sebagai cara melestarikan dan menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Hijau mengacu pada setiap produk atau proses individu yang mempromosikan kesejahteraan lingkungan. Ini juga berarti untuk terus memantau dan memperbaiki bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya alam untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Sumber daya alam ini dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan masa depan tanpa mengorbankan kebutuhan saat ini.

Hijau tidak hanya mendaur ulang dan menggunakan kembali sumber daya yang tersedia. Ini juga melibatkan pengurangan jumlah atau jumlah sumber daya yang digunakan seseorang. Misalnya, selalu mematikan lampu saat meninggalkan ruangan, memperbaiki daripada mengganti barang, dan memperbaiki kran yang bocor adalah cara untuk menjadi ramah lingkungan.

“Berkelanjutan” Lebih Peduli Dengan Lingkungan

Keberlanjutan adalah tentang kesejahteraan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan keadilan sosial. Kredit gambar: ALX1618/Shutterstock

“Berkelanjutan” atau keberlanjutan jauh lebih luas dan lebih tepat didefinisikan daripada hijau. Ini melibatkan berbagai kegiatan yang mempromosikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sementara hijau berfokus pada masa kini dan masa depan, keberlanjutan lebih memperhatikan masa depan. Ini adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Keberlanjutan sering disebut sebagai bangku berkaki tiga karena berkaitan dengan tiga pilar, termasuk kesehatan lingkungan, manfaat ekonomi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, keberlanjutan mencakup produk dan layanan hijau, serta kegiatan ramah lingkungan. Artinya melakukan perubahan dalam proses sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk mencapai hubungan yang seimbang antara alam dan manusia.

Contoh praktik berkelanjutan adalah menciptakan ruang hijau dalam pembangunan perkotaan untuk mendorong satwa liar agar tetap tinggal dan menyediakan rekreasi luar ruang yang dibutuhkan manusia. Contoh lain adalah pertanian berkelanjutan seperti rotasi tanaman, kehutanan berkelanjutan, dan praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Intinya

Perbedaan utama antara hijau dan berkelanjutan adalah bahwa “hijau” hanya berkaitan dengan satu aspek, kesehatan lingkungan, sedangkan keberlanjutan berkaitan dengan keseluruhan sistem , yang melibatkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Meskipun keberlanjutan termasuk hijau, hijau tidak otomatis berarti berkelanjutan. Ada beberapa produk atau proses hijau yang tidak dianggap berkelanjutan. Misalnya, produk yang diproduksi dari sumber terbarukan dianggap hijau. Namun, jika proses pembuatan dan pengiriman produk membutuhkan lebih banyak energi, atau tidak dapat dibuang dengan benar, maka produk dan seluruh proses pembuatannya tidak berkelanjutan.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Apa Perbedaan Antara Hijau dan Berkelanjutan?

Related Posts

© 2023 Perbedaannya.Com