Apa itu Skating Rink?

Pada 1970-an, arena roller mulai memiliki nuansa disko yang berbeda.

Arena seluncur es adalah bangunan atau area luar ruangan di mana permukaan datar, halus, horizontal telah dibuat dan dipelihara untuk tujuan seluncur es atau sepatu roda. Di luar ruangan, gelanggang es dibuat ketika badan air, baik alami atau buatan, membeku cukup padat untuk mendukung skater. Gelanggang es dalam ruangan memiliki area, biasanya berbentuk oval, terpisah, didinginkan, dan ditutupi dengan lembaran air tipis yang berubah menjadi es halus saat diaplikasikan. Sebaliknya, arena sepatu roda dirancang dengan permukaan yang halus, keras, dan kering yang mengakomodasi roda karet sepatu roda. Area sepatu roda luar ruangan bisa berupa apa saja mulai dari trotoar hingga teras atau tempat parkir.

Figur skater berlatih untuk kompetisi di gelanggang es.

Arena seluncur es pada awalnya hanya dikenal sebagai sungai, kolam, atau danau lokal tempat orang-orang bermain seluncur es. Arena seluncur es alami dimulai sebagai kebutuhan bagi penduduk Rusia, Eropa Utara, dan negara-negara Skandinavia, terutama Swedia. Selama bertahun-tahun, dimulai pada awal abad kesembilan, sepatu roda diciptakan dan disempurnakan, pertama menggunakan batu, kemudian kayu, dan akhirnya, baja. Pada awal abad ke-19, sepatu roda baja diikatkan ke sepatu atau sepatu bot seseorang dan orang-orang turun ke skating melalui kota di kanal dan sungai yang beku.

Sepatu roda dipakai di arena dengan permukaan yang halus dan kering.

Pada tahun 1860-an, figure skating lahir ketika beberapa ice skater yang ambisius menggabungkan skating dengan musik. Pada tahun 1880-an, seluncur es menjadi olahraga balap karena orang Skandinavia mencari pengalihan untuk melewati bulan-bulan musim dingin yang panjang. Arena seluncur es berpendingin dalam ruangan diperkenalkan pada tahun 1912, dan tak lama kemudian, arena dalam ruangan dirancang dan disempurnakan di area lain. Hari ini, berkat pendinginan, gelanggang es dalam ruangan dapat ditemukan bahkan di iklim terpanas.

Sepatu es diperlukan untuk meluncur di gelanggang es.

Sebaliknya, arena roller skating lahir jauh kemudian. Roller skating dimulai sebagai tiruan dari ice skating ketika gulungan kayu pertama kali digunakan sebagai roda pada abad ke-18. Pertengahan abad ke-19 ditemukan pelayan bar Jerman yang melayani pelanggan dengan sepatu roda, dan pada tahun 1902, Chicago Coliseum membuka pintunya sebagai fasilitas sepatu roda dalam ruangan pertama. Pada 1970-an, ketika sepatu roda bertemu disko, ribuan arena sepatu roda bermunculan di seluruh dunia.

Related Posts