Apa itu Pemetaan Bump?

Pemetaan benjolan adalah proses di mana tekstur, atau peta tekstur, diterapkan ke permukaan dalamprogramgrafis komputertiga dimensi (3D)untuk membuat detail yang lebih besar pada permukaan itu.Peta benjolan biasanya digunakan untuk menambahkan lebih banyak dimensi dan detail permukaan, seperti gundukan, punggung bukit, goresan, dan detail lain yang memengaruhi kehalusan permukaan.Penggunaan pemetaan tersebut memungkinkan objek yang dibuat dalam program grafik komputer (CG) tampil lebih realistis tanpa menambah jumlah poligon pada objek.Pemetaan benjolan biasanya dilakukan melalui penggunaan peta benjolan tradisional, peta normal, atau peta paralaks.

Wanita melakukan handstand dengan komputer

Ketika sebuah objek dibuat dalamprogramgrafis 3D, objek itu dibuat menggunakan wireframe yang poligonnya diterapkan.Ini menciptakan bentuk dasar objek dan memberinya permukaan.Objek yang rumit sering kali memiliki lebih banyak poligon daripada objek sederhana, tetapi jumlah poligon yang lebih tinggi sering kali membuat objek lebih sulit untuk dirender.Ini tidak selalu menjadi perhatian untuk CG yang dibuat untuk film, tetapi video game yang merender gambar secara real time sering kali memiliki batasan pada jumlah poligon yang dapat dirender dalam adegan tertentu.

Pemetaan benjolan biasanya digunakan untuk memungkinkan objek dengan jumlah poligon yang lebih rendah tampil lebih realistis.Satu permukaan, misalnya, dapat digunakan untuk membuat dinding bata dan hanya memiliki satu poligon.Untuk membuat permukaan tampak realistis, setiap batu bata harus menonjol sedikit lebih jauh dari mortar di antara mereka, dan mereka harus memiliki beberapa penyok, goresan, dan tekstur lainnya.Dengan menggunakan bump mapping, detail ini dapat ditambahkan tanpa menambah jumlah poligon dalam adegan.

Ada tiga tipe berbeda dari bump mapping yang dapat digunakan, meskipun semuanya umumnya menciptakan efek yang agak mirip.Peta benjolan dasar menggunakan gambar skala abu-abu — hanya menggunakan putih, abu-abu, dan hitam — untuk membuat peta.Ketika tekstur ini diterapkan sebagai bump map, objek akan tampak memiliki tekstur yang lebih besar;area putih akan tampak menonjol, sedangkan area hitam akan tampak menjorok.Jenis bump mapping ini sebenarnya tidak mengubah permukaan objek, hanya cara cahaya dan bayangan dirender pada permukaan tersebut untuk memberikan tampilan tekstur.

Peta normal adalah jenis peta yang digunakan dalam pemetaan benjolan yang menggunakan warna merah, biru, dan hijau untuk membuat efek serupa.Peta normal biasanya dibuat berdasarkan versi objek yang sangat detail, dan kemudian diterapkan ke versi detail rendah dari objek tersebut untuk menciptakan tampilan yang lebih realistis dengan poligon yang lebih sedikit.Peta paralaks juga dapat digunakan dalam pemetaan benjolan, meskipun ini agak lebih rumit.Mereka pada dasarnya berfungsi dengan meniru efek paralaks yang terjadi ketika suatu objek dilihat dari sudut pandang yang berbeda, untuk menciptakan ilusi kedalaman permukaan jika dilihat dari sudut.

Related Posts