Apa itu Metode Ilmiah?

Metode ilmiah umumnya memiliki enam langkah.

Metode ilmiah umumnya memiliki enam langkah.

Metode ilmiah membantu kita dalam proses memahami apa yang ada di sekitar kita melalui berbagai metode dan eksperimen yang mengarah pada kesimpulan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan “apa”, “bagaimana”, dan “mengapa”. Metode tersebut mencakup analisis mendalam terhadap data mentah dan prosedur yang mengarah pada solusi atau jawaban yang sangat dibutuhkan untuk suatu masalah, atau informasi yang diperlukan untuk menambah informasi yang ada. Sejak abad ke – 17 , manusia telah mencoba menimbang, merumuskan, dan menguji sebuah fakta. Ibn Al-Haytham diyakini sebagai orang pertama yang menggunakan metode ilmiah.

Ringkasan

Untuk menjadi ilmuwan ulung, seseorang perlu menemukan penjelasan ilmiah terhadap fenomena atau mengungkap misteri di balik suatu kejadian. Kesimpulan harus didukung oleh bukti metode ilmiah yang digunakan seseorang untuk sampai pada kesimpulan itu. Eksperimen kontrol mungkin juga diperlukan untuk konfirmasi lebih lanjut. Metode ilmiah adalah metode yang diterima secara universal yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu metode ilmiah. Metode ilmiah juga dapat diterapkan untuk memperoleh pengetahuan baru. Untuk suatu metode dipertimbangkan, itu harus didasarkan pada bukti empiris atau terukur.

Langkah-langkah Metode Ilmiah

Ada enam langkah yang biasa digunakan:

1. Nyatakan Masalah / Rumuskan Pertanyaan

Dalam interaksi kita sehari-hari dengan alam, kita dapat mempertanyakan suatu kejadian. Ini dipandu oleh apa, kapan, mengapa, bagaimana, di mana, atau siapa. Di sinilah seseorang mengajukan pertanyaan. Misalnya “Mengapa tanaman tidak tumbuh sehat seperti dulu?”

2. Rumuskan Hipotesis

Seseorang mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan dengan memberikan penjelasan yang disarankan mengapa tanaman tidak sehat. Contoh dalam kasus kita adalah “Tanaman tidak disiram dengan baik atau benih yang tepat tidak digunakan.” Belum tentu ini adalah posisi yang benar. Hipotesis hanyalah apa yang orang pikirkan tentang masalahnya.

3. Eksperimen Penelitian dan Desain

Ini melibatkan keluar dari cara Anda untuk melakukan pemeriksaan latar belakang dan berinteraksi dengan objek yang dimaksud dan mengumpulkan informasi tentang topik tersebut. Ini akan membentuk dasar yang kuat untuk kesimpulan ilmiah. Misalnya, dalam pertanyaan di atas seseorang dapat mengunjungi kebun, mewawancarai petani, dan menanyakan catatan mereka sebelumnya atau mewawancarai pemasok pupuk. Tujuannya adalah untuk menyelidiki apakah hal-hal seperti yang diprediksi oleh hipotesis.

4. Lakukan Eksperimen dan Kumpulkan Data

Langkah ini membutuhkan waktu karena seseorang harus menguji dan terus-menerus mengubah satu variabel sementara yang lain tetap konstan. Seseorang dapat mengulang tes tergantung pada hasilnya. Diperlukan integritas yang tinggi. Keterampilan pengamatan yang tajam dan pencatatan adalah suatu keharusan. Dalam pertanyaan kita di atas, ini mungkin melibatkan penanaman bidang tanaman yang berbeda dan memaparkannya pada fenomena yang berbeda dengan rotasi.

5. Analisis Temuan

Evaluasi hasil dengan menggunakan tabel, bagan atau grafik. Ini harus diletakkan sedemikian rupa sehingga akan mudah dipahami oleh ilmuwan masa depan. Dalam pertanyaan kita di atas, temuan dapat berupa masalah nutrisi atau perubahan iklim sehingga tanaman tidak tumbuh dengan sehat.

6. Kesimpulan Peneliti

Seorang peneliti harus mencari tahu apakah prediksi mereka didukung. Langkah ini mencari tahu apakah prediksi itu akurat. Seorang peneliti dapat membuat hipotesis yang berbeda berdasarkan pengetahuan yang diperoleh. Peneliti profesional akan menempatkan temuan mereka di jurnal atau mempresentasikannya dalam pertemuan penelitian. Tujuan penyampaian informasi adalah agar masyarakat dapat mengambil manfaat dari penelitian ilmiah.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Apa itu Metode Ilmiah?

Related Posts