Apa itu Deforestasi?

Deforestasi di hutan hujan Malaysia.

Deforestasi di hutan hujan Malaysia.

Hutan menutupi sekitar 31% dari total permukaan tanah bumi dan memberikan banyak manfaat lingkungan termasuk pelestarian keanekaragaman hayati, konservasi tanah, dan mitigasi perubahan iklim. Lebih dari setengah populasi dunia bergantung pada daerah aliran sungai yang berhutan untuk air minum dan keperluan pertanian dan industri mereka. Menurut Bank Dunia, lebih dari 1,6 miliar orang bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka dan sekitar 300 juta orang tinggal di hutan, yang juga berfungsi sebagai rumah bagi lebih dari setengah spesies terestrial global. Namun, hutan di seluruh dunia menghadapi ancaman berat karena beberapa aktivitas antropogenik. Diperkirakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian bahwa sekitar 7,4 juta hektar hutan dunia hilang karena deforestasi setiap tahun.

Isi:

  • Apa itu Deforestasi?
  • Penyebab Deforestasi
  • Efek Deforestasi
  • Solusi Untuk Deforestasi

Apa itu Deforestasi?

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mendefinisikan deforestasi sebagai konversi permanen kawasan hutan dunia menjadi penggunaan lahan non-hutan lainnya seperti pertanian, penggembalaan hewan, urbanisasi, serta untuk mendapatkan kayu untuk bahan bakar, manufaktur, dan kegiatan konstruksi.

deforestasi hutan hujan

Deforestasi hutan hujan tropis di Kalimantan di Asia Tenggara.

Jumlah deforestasi terbesar terjadi di hutan hujan tropis, di mana hutan ditebang dengan kecepatan 30 lapangan sepak bola (sekitar 1,32 hektar) setiap menit. Hutan hujan tropis menyimpan banyak keanekaragaman hayati dunia dan karenanya deforestasi di daerah-daerah ini menjadi perhatian khusus. Dengan demikian, deforestasi saat ini merupakan salah satu masalah lingkungan paling kritis yang dihadapi umat manusia yang juga memiliki konsekuensi sosial, ekonomi, dan ekologi jangka panjang. Telah ditemukan bahwa jika laju deforestasi saat ini terus berlanjut tanpa henti, maka hutan hujan dunia dapat sepenuhnya lenyap dalam waktu sekitar 100 tahun.

Penyebab Deforestasi

Penyebab utama deforestasi global adalah sebagai berikut:

  • Ekspansi Pertanian
  • Konversi Hutan Untuk Infrastruktur Dan Permukiman
  • Penebangan dan Penambangan
  • Penggembalaan berlebihan
  • Kebakaran hutan
  • Perubahan iklim

Ekspansi Pertanian

Hutan hujan dibuka untuk perkebunan kelapa sawit

Hutan hujan Malaysia dibuka untuk penanaman kelapa sawit.

Deforestasi terjadi ketika area hutan yang luas dibuka untuk pertanian dan penggembalaan ternak. Menurut sebuah laporan oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCC), sekitar 48% deforestasi disebabkan oleh pertanian subsisten, sekitar 32% oleh pertanian komersial, sekitar 14% oleh penebangan, dan sekitar 5% oleh penghilangan kayu bakar. Sebagian besar deforestasi juga disebabkan karena pertanian tebang-dan-bakar, yang mencakup penebangan dan pembakaran hutan untuk membuka lahan untuk penggunaan pertanian.

Konversi Hutan Untuk Infrastruktur Dan Permukiman

Pemukiman manusia merambah hutan

Permukiman manusia merambah kawasan hutan.

Area hutan yang luas juga telah dibuka untuk membangun jalan raya, rel kereta api, bendungan, dan infrastruktur lainnya serta untuk membangun perumahan dan pemukiman bagi populasi manusia yang terus berkembang. Untuk mengimbangi pertumbuhan populasi global, penggunaan lahan hutan diperkirakan akan semakin meluas dan memberikan tekanan yang signifikan pada hutan tropis yang rentan.

Penebangan dan Penambangan

Penebangan adalah penyebab utama deforestasi

Penebangan adalah penyebab utama deforestasi.

Pembalakan Liar menyumbang lebih dari 80% dari semua kegiatan pembalakan yang mencakup pemanenan dan penjualan kayu, dan berbagai produk seperti korek api, kertas, dan furnitur. Telah dilaporkan bahwa sekitar 380.000 hektar lahan hutan ditebang setiap tahun untuk memenuhi permintaan global yang meningkat akan kayu dan produk kayu. Tingginya permintaan kayu bakar (arang) juga menjadi penyebab utama deforestasi dan degradasi hutan di daerah tropis yang lebih kering.

Penambangan di hutan hujan

Penambangan emas menghancurkan hutan hujan di Guyana, Amerika Selatan

Penambangan di hutan tropis juga meningkat karena permintaan yang meningkat dan harga mineral yang tinggi. Proyek-proyek ini disertai dengan pembangunan infrastruktur besar-besaran seperti pembangunan jalan raya, rel kereta api, dan pembangkit listrik, yang secara signifikan meningkatkan deforestasi.

Penggembalaan berlebihan

Peternakan sapi merusak hutan

Lahan yang luas di Hutan Hujan Amazon di Brasil telah dibuka untuk kegiatan peternakan.

Pemeliharaan dan penggembalaan ternak yang tidak terkendali dan sembarangan juga menyebabkan degradasi hutan. Penggembalaan yang berlebihan juga mempercepat erosi tanah, yang mengakibatkan hilangnya mineral dan nutrisi dari lapisan tanah atas, sehingga mengubah padang rumput menjadi gurun.

Kebakaran hutan

Kebakaran hutan sering kali dimulai oleh orang-orang dan menghancurkan lahan hutan yang luas.

Kebakaran hutan sering kali dimulai oleh orang-orang dan menghancurkan lahan hutan yang luas.

Entah disebabkan karena aktivitas manusia atau peristiwa alam, kebakaran hutan menghancurkan kawasan hutan yang luas, setiap tahun. Komposisi hutan juga berubah akibat kebakaran hutan. Pada tahun 2020, kebakaran hebat melanda sebagian besar hutan hujan Amazon di Amerika Selatan. Sebagian besar kebakaran ini dimulai oleh orang-orang untuk membuka lahan hutan untuk kegiatan pertanian atau peternakan. Api segera menjadi tak terkendali dan menelan lahan hutan yang luas.

Perubahan iklim

Meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem seperti kekeringan dan gelombang badai akibat perubahan iklim antropogenik, menyebabkan kerusakan jutaan hektar hutan setiap tahun. Kebakaran hutan, penyakit, banjir, angin topan, dll., akibat perubahan iklim seringkali menghancurkan ribuan pohon yang mengakibatkan deforestasi.

Efek Deforestasi

Akibat negatif dari deforestasi adalah sebagai berikut:

  • Ketidakseimbangan Iklim
  • Gangguan Siklus Hidrologi
  • Kekeri
    ngan
  • Erosi Tanah Dan Banjir
  • Menurunnya Keanekaragaman Hayati Dan Hilangnya Habitat
  • Kehilangan Obat Berharga
  • Meningkatnya Penyakit Zoonosis
  • Gangguan Mata Pencaharian

Ketidakseimbangan Iklim

Deforestasi adalah pendorong utama perubahan iklim dan menyumbang lebih dari 20% emisi gas rumah kaca. Hutan bertindak sebagai penyerap karbon, menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Saat pohon ditebang, karbon dioksida yang diserap dilepaskan kembali ke atmosfer, yang selanjutnya menyebabkan peningkatan tingkat gas rumah kaca di atmosfer dan peningkatan bersih suhu global. Diperkirakan oleh para ilmuwan bahwa sekitar 1,5 miliar ton karbon setiap tahun dilepaskan ke atmosfer karena deforestasi. Hilangnya pohon juga akan berdampak pada iklim mikro karena tingkat oksigen akan turun, yang menyebabkan peningkatan tingkat panas dan polusi.

Gangguan Siklus Hidrologi

Siklus air

Keterangan

Pohon membantu mengatur kadar air di atmosfer. Pori-pori makro di akarnya juga memungkinkan penetrasi air yang lebih dalam, sehingga meningkatkan kapasitas retensi air tanah. Hilangnya pohon secara dramatis mengubah siklus hidrologi lokal, yang mengarah ke kondisi yang lebih kering dan lebih hangat.

Kekeringan

Kekeringan dan penggurunan adalah beberapa konsekuensi negatif dari deforestasi.

Kekeringan dan penggurunan adalah beberapa konsekuensi negatif dari deforestasi.

Deforestasi menyebabkan berkurangnya kelembaban dan penurunan tingkat air tanah. Cuaca panas dan pola curah hujan yang berubah membuat daerah tersebut terlalu kering, mengakibatkan kekeringan, penggurunan, dan gagal panen.

Erosi Tanah Dan Banjir

Hilangnya pohon mengekspos tanah terhadap angin dan tindakan air yang menyebabkan erosi tanah.

Akar pohon dengan kuat menahan lapisan tanah paling atas yang kaya humus dan membantunya tetap kokoh di tempatnya. Deforestasi menyebabkan erosi luas lapisan tanah atas yang berharga ini, membuat tanah yang steril lebih rentan terhadap banjir dan penggurunan. Penebangan pohon juga menyebabkan lahan yang miring lebih rawan longsor.

Pengurangan tutupan hutan, menyebabkan peningkatan limpasan air permukaan, meninggikan permukaan sungai dan mengakibatkan lebih banyak banjir di daerah hilir.

Menurunnya Keanekaragaman Hayati Dan Hilangnya Habitat

Deforestasi untuk perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu alasan utama yang mengancam kelangsungan hidup orangutan di Indonesia.

Hutan tropis berfungsi sebagai ekosistem paling beragam di planet ini, menyediakan makanan dan perlindungan bagi beberapa tanaman, hewan, burung, serangga, dan mikroorganisme. Deforestasi menyebabkan hilangnya kawasan hutan yang signifikan, menghancurkan keanekaragaman hayati, dan hilangnya habitat alami untuk beberapa spesies penting. Hilangnya sebagian besar hutan karena banyaknya proyek pembangunan mengakibatkan fragmentasi ekstrim habitat satwa liar dan peningkatan konflik manusia-satwa liar. Perusakan habitat akhirnya menyebabkan kepunahan banyak spesies. Diperkirakan sekitar 137 spesies bunga dan fauna hilang setiap hari karena deforestasi, yang setara dengan hilangnya sekitar 50.000 spesies setiap tahun.

Kehilangan Obat Berharga

Clavija procera (Theophrastaceae).  Digunakan sebagai obat gigitan ular oleh Quichua I

Clavija procera (Theophrastaceae). Digunakan sebagai obat gigitan ular oleh suku Indian Quichua di Amazon Ekuador.

Beberapa senyawa medis berasal dari tanaman yang ditemukan di hutan hujan tropis. Perusakan luas hutan-hutan ini karena deforestasi mengakibatkan hilangnya beberapa spesies tanaman obat yang berharga. Jika deforestasi terus berlanjut pada tingkat ini, maka obat potensial untuk banyak penyakit mematikan mungkin punah, bahkan sebelum penyakit itu ditemukan dan dianalisis oleh para ilmuwan.

Meningkatnya Penyakit Zoonosis

Deforestasi skala besar karena aktivitas antropogenik membawa hewan liar ke dekat manusia dan meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit zoonosis. Meningkatnya erosi tanah akibat penebangan hutan mengakibatkan terbentuknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk vektor malaria dan demam kuning. Hilangnya habitat alami kelelawar buah akibat penggundulan hutan telah memfasilitasi penularan virus Nipah di Malaysia. Munculnya virus SARS-CoV2 yang menyebabkan pandemi COVID-19, juga dikaitkan dengan hilangnya habitat akibat ekspansi populasi manusia ke kawasan hutan.

Gangguan Mata Pencaharian

Deforestasi juga menyebabkan terganggunya mata pencaharian banyak masyarakat adat yang hidup dan sangat bergantung pada hutan untuk kelangsungan hidup mereka. Orang-orang ini adalah yang paling parah terkena dampak deforestasi. Dalam jangka panjang, bagaimanapun,

Solusi Untuk Deforestasi

Hentikan deforestasi

Melindungi tutupan hutan dunia sangat penting untuk kelangsungan hidup semua spesies di Bumi.

Strategi berikut harus diterapkan oleh otoritas administratif untuk memerangi deforestasi:

  1. Penerapan hukum yang ketat dan tindakan pengamanan untuk mencegah pembalakan liar.
  2. Rencanakan dengan cermat pembangunan jalan, bendungan, dan proyek infrastruktur lainnya untuk meminimalkan hilangnya kawasan hutan.
  3. Membantu petani untuk menggunakan praktik pertanian baru yang ramah lingkungan dan melarang penggunaan praktik pertanian yang tidak efisien.
  4. Untuk memfasilitasi produksi dan penggunaan kayu alternatif sebagai alternatif kayu.
  5. Kampanye reboisasi baru harus diluncurkan untuk restorasi lahan terdeforestasi.
  6. Kesadaran yang tepat harus diciptakan di antara semua warga negara dan konsumen harus didorong untuk menggunakan lebih banyak produk daur ulang.
  7. Individu dapat membantu menyebarkan kesadaran tentang konsekuensi negatif deforestasi dan berpartisipasi dalam kampanye penanaman pohon.
  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Apa itu Deforestasi?

Related Posts