Apa itu Basis Data Tarif?

Basis data tarif adalah daftar rinci tarif yang dikenakan pada jenis barang tertentu.Importir akan secara teratur berkonsultasi dengan database tarif sehingga mereka dapat mengetahui berapa bea masuk yang harus mereka bayar untuk suatu produk dan memasukkan jumlah ini ke dalam perencanaan keuangan mereka.Eksportir akan menggunakan basis data seperti itu ketika memutuskan harga yang akan dikenakan kepada pelanggan asing, karena mengetahui bahwa pelanggan harus membayar tarif ini.

Basis data tarif adalah daftar rinci biaya yang dikenakan pada barang impor atau ekspor tertentu.

Tarif biasanya merupakan pajak yang diterapkan pada impor barang tertentu, meskipun dapat diterapkan pada ekspor.Dalam beberapa kasus, tarif dapat digunakan hanya sebagai alat peningkatan pendapatan umum bagi pemerintah.Dalam kasus lain, tarif dapat menjadi upaya untuk mempengaruhi harga dan dengan demikian mempengaruhi perdagangan.Sengaja menggunakan tarif tinggi untuk mencegah warga membeli barang impor, sehingga meningkatkan bisnis produsen dalam negeri, dikenal sebagai proteksionisme.

Basis data tarif biasanya merupakan versi dokumen yang lebih mudah diakses yang dikenal sebagai jadwal tarif.Ini adalah catatan hukum tingkat tarif.Basis data hanya mengubah ini menjadi bentuk yang dapat dengan mudah dicari secara elektronik.Mencari jadwal dalam bentuk cetak bisa sangat rumit, karena susunan daftar tidak selalu dalam urutan yang logis menurut importir tertentu.

Basis data tarif biasanya merupakan kumpulan data yang sangat rumit dan terperinci.Misalnya, berbagai database tarif Amerika Serikat bekerja dari dokumen yang dikenal sebagai Harmonized Tariff Schedule.Ini berisi lebih dari 17.000 kategori barang.Sebagai contoh, v-belt transmisi vulkanisir saja diklasifikasikan dalam delapan kategori berbeda, tergantung pada ukurannya, apakah bergaris, dan apakah mengandung bahan lain.

Sebagian besar negara mengambil bagian dalam sistem yang dikenal sebagai Harmonized Commodity Description and Coding System, atau dikenal sebagai Harmonized System.Ini berarti bahwa semua negara yang relevan menggunakan kode referensi yang sama untuk jenis barang yang sama.Di bawah sistem, semua negara mengikuti daftar kode empat digit untuk kategori barang umum, dan kemudian dua digit lagi untuk mencakup sub-kategori.Ide dari sistem ini adalah untuk memudahkan bisnis di satu negara untuk memeriksa rincian database tarif di negara lain.Sistem ini juga memungkinkan pengumpulan data yang lebih mudah seperti statistik perdagangan global.

Related Posts