Apa itu Air Puncak?

Air tawar di permukaan planet ini adalah sumber daya yang terbatas.

Air tawar di permukaan planet ini adalah sumber daya yang terbatas.

Apa itu Air Puncak?

Air puncak mengacu pada situasi di mana pasokan air tawar tidak diisi ulang pada tingkat yang dikonsumsi. Air merupakan sumber daya alam terbarukan yang tidak akan habis-habisnya, mengingat 70% planet ini terdiri dari lautan. Namun, laju konsumsi air tawar lebih besar daripada laju pengisiannya. Hanya 3% air di permukaan planet ini adalah air tawar, sedangkan 97% sisanya adalah air asin. Sebagian besar air tawar dibekukan sebagai gletser di daerah kutub, sementara sebagian besar disimpan oleh tanah atau terletak jauh di bawah permukaan tanah. Danau dan akuifer bawah tanah yang dapat diakses memasok sebagian kecil air tawar yang tersedia bagi manusia dan organisme hidup. Air tawar di permukaan planet adalah sumber daya terbatas yang habis dari waktu ke waktu. Dengan pola penggunaan saat ini, sekitar 1,8 miliar orang menghadapi kelangkaan air pada tahun 2025, dan dua pertiga dari populasi global saat ini menerima pasokan yang terbatas.

Variasi Regional

Air adalah sumber daya yang permintaannya tinggi, tetapi pengangkutannya sulit, artinya berbagai bagian planet mengalami puncak air pada waktu yang berbeda tergantung pada permintaan dan ketersediaan air tawar. Namun, tren global menunjukkan bahwa akuifer bawah tanah telah dikeringkan secara berlebihan dan mengering. Misalnya, di beberapa bagian India, akuifer air tawar berkurang dua kali lipat dari kecepatan pengisiannya secara alami. Beberapa negara lain yang overpumping akuifer, antara lain Amerika Serikat, Iran, Israel, Meksiko, China, dan Spanyol. Secara umum, sekitar setengah dari populasi global tinggal di negara-negara yang mengalami penurunan pasokan air pada tingkat yang mengkhawatirkan. Akuifer di Provinsi Hebei, Cina, turun sekitar 7 kaki dalam setahun, sementara permukaan air di wilayah Gujarat Utara di India turun sekitar 14 kaki setiap tahun. Perubahan iklim juga berkontribusi signifikan terhadap menipisnya pasokan air bersih. Perubahan kecil dalam suhu global mengakibatkan penguapan yang cepat dari danau air tawar, akibatnya menyebabkan curah hujan yang lebih lama dan intens yang mengalirkan banyak air ke lautan. Daerah yang bergantung pada pencairan gletser untuk mendapatkan air juga merasakan kesulitan karena pemanasan global berisiko mencairkan gletser lebih cepat dari yang seharusnya.

Implikasi

Sekitar 70% dari air yang digunakan oleh manusia didedikasikan untuk pertanian. Penurunan pasokan tidak diragukan lagi akan menyebabkan produksi pangan yang lebih rendah, seperti yang sudah dialami di beberapa belahan dunia. Misalnya, produksi gandum telah menurun di Cina, sementara Arab Saudi telah mempertimbangkan untuk menghentikan produksi tanaman karena kekurangan air. Kekurangan air untuk keperluan industri juga akan menyebabkan transformasi industri secara global. Pola migrasi juga akan berubah karena semakin banyak orang yang bermigrasi ke daerah dengan pasokan air tawar yang konstan. Juga akan ada gelombang konflik atas pasokan air bersih karena negara-negara memperebutkan pasokan yang terbatas di danau dan sungai.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. Apa itu Air Puncak?

Related Posts