Agama Apa yang Dipraktikkan Di Mongolia?

Sebuah kuil di Ulaanbaatar, Mongolia.

Sebuah kuil di Ulaanbaatar, Mongolia.

Negara berdaulat Mongolia terletak di Asia Timur. Ini memiliki luas 1.566.000 km persegi. Perkiraan populasi Mongolia adalah 3.081.677 pada tahun 2016.

Buddhisme mendominasi adegan keagamaan di Mongolia. Umat ​​Buddha menyumbang 53% dari populasi negara itu. 38,6% dari populasi tidak berafiliasi dengan agama apa pun. Muslim dan Kristen masing-masing mewakili 3% dan 2,1% dari total populasi. 2,9% orang Mongolia menganut tradisi perdukunan Mongol. Pengikut agama lain membentuk 0,4% dari populasi negara itu. Angka-angka di atas disediakan oleh sensus nasional 2010 Mongolia.

Sejarah Singkat Agama Di Mongolia

Secara historis, Buddhisme Mongolia dan Shamanisme telah menjadi dua agama dominan di Mongolia dengan sebagian besar penduduk asli Mongol menganut agama-agama ini. Selama puncak kekuasaan Kekaisaran Mongol di wilayah tersebut, invasi asing oleh kekaisaran membuat bangsa Mongol menjadi Islam dan Kristen. Namun, tidak satu pun dari agama-agama ini yang berhasil memberikan dampak signifikan pada panggung keagamaan di wilayah tersebut. Praktik keagamaan di Mongolia sangat ditekan selama periode sosialis di negara itu antara tahun 1924 dan 1992. Namun, kemudian, dengan munculnya republik parlementer pada 1990-an, praktik keagamaan dihidupkan kembali di Mongolia.

Agama Terbesar Di Mongolia

Buddhisme yang dipraktikkan di Mongolia sangat dipengaruhi oleh Buddhisme Tibet. Agama ini menjadi populer di negara itu ketika kaisar Mongolia dari dinasti Yuan pindah ke agama ini pada abad ke-12 dan ke-13. Setelah jatuhnya dinasti ini, agama Buddha kehilangan arti pentingnya di wilayah tersebut sampai dihidupkan kembali sekali lagi pada abad ke-16 dan ke-17.

Shamanisme Mongolia

Shamanisme Mongolia mengacu pada agama rakyat asli orang-orang Mongolia. Ini adalah agama tertua yang dianut di negara ini. Agama politeistik diasosiasikan dengan pemujaan sejumlah dewa atau tngri dengan salah satunya, dewa tertinggi, memerintah di atas segalanya. Jenghis Khan sangat dipuja oleh para penganut agama ini yang memujanya sebagai salah satu perwujudan Tuhan Yang Maha Esa. Mausoleum Jenghis Khan berfungsi sebagai pusat pemujaan penting bagi penganut Shamanisme Mongolia. Selama bertahun-tahun, agama tersebut telah bercampur dengan Buddhisme untuk menghasilkan perdukunan Kuning. Jenis perdukunan yang tidak dipengaruhi oleh agama Buddha dikenal sebagai perdukunan hitam.

Agama Lain Di Mongolia

Kekristenan menjadi populer di negara itu cukup terlambat dalam sejarahnya yang panjang. Baru setelah berakhirnya kekuasaan Komunis di Mongolia pada tahun 1990, jumlah orang Kristen di negara itu mulai bertambah. Sementara populasi Kristen Mongolia hanya 4 pada tahun 1989, menjadi 40.000 pada tahun 2008. Sebagian besar komunitas Kristen negara itu tinggal di dalam dan sekitar ibu kota Ulaanbaatar. Muslim di Mongolia sebagian besar adalah etnis Kazakh yang tersebar di berbagai bagian negara. Agama-agama lain memiliki kehadiran kecil di Mongolia.

Kebebasan Beragama Di Mongolia

Konstitusi negara memberikan kebebasan beragama. Pemerintah pada umumnya menghormati hak rakyat ini. Namun, organisasi keagamaan harus mendaftar ke pemerintah untuk beroperasi dan proses pendaftaran seringkali berbelit-belit dan terkait dengan hambatan birokrasi. Meskipun ada beberapa laporan tentang diskriminasi atas dasar agama, masyarakat Mongolia biasanya toleran terhadap perbedaan agama.

Keyakinan Agama Mongolia

Pangkat

Agama

Persentase Populasi

1

agama buddha

53

2

Non-religius

38.6

3

Islam

3

4

Shamanisme Mongolia

2.9

5

Kekristenan

2.1

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Agama Apa yang Dipraktikkan Di Mongolia?

Related Posts