Agama-Agama Utama yang Dianut di Uruguay

Basilika Sakramen Kudus adalah sebuah gereja Katolik di Colonia del Sacramento, Uruguay.

Basilika Sakramen Kudus adalah sebuah gereja Katolik di Colonia del Sacramento, Uruguay.

Uruguay adalah sebuah negara di Amerika Selatan dengan luas wilayah 176.215 km persegi dan jumlah penduduk 3.444.006 jiwa. Menurut CIA World Factbook, Katolik Roma dan denominasi Kristen non-Katolik masing-masing menyumbang 47,1% dan 11,1% dari populasi Uruguay. Selain itu, 23,2% tidak berafiliasi dengan agama tertentu tetapi percaya pada keberadaan makhluk tertinggi, sementara Ateis dan agnostik merupakan 17,2% dari populasi Uruguay. Negara ini juga memiliki populasi Yahudi yang kecil. Agama-agama lain seperti Islam, Hindu, dan Buddha juga memiliki pengikut kecil di Uruguay.

Kekristenan di Uruguay

Seperti negara-negara lain di Amerika, agama Kristen diperkenalkan di Uruguay oleh para pemukim Eropa yang mendirikan koloni di wilayah tersebut. Misionaris dikirim ke berbagai bagian Uruguay untuk mengubah penduduk asli menjadi Kristen. Pada tahun 1830, konstitusi Uruguay menetapkan Katolik sebagai agama negara. Montevideo, ibu kota Uruguay, menjadi keuskupan pada tahun 1878 dan keuskupan agung pada tahun 1897. Namun, sebuah konstitusi baru pada tahun 1917 memisahkan gereja dan negara.

Agama di Uruguay

Uruguay adalah negara paling sekular di Amerika Selatan, dan memiliki persentase agnostik dan ateis tertinggi di Belahan Barat. Uruguay menempati urutan keenam dalam daftar negara paling tidak beragama di dunia.

Hindu di Uruguay

Ada komunitas Hindu kecil di Uruguay yang terdiri dari sekitar 300 anggota, yang sebagian besar berasal dari India. Organisasi yoga yang aktif di Uruguay membantu menyebarkan budaya dan filosofi India.

Islam di Uruguay

Ada antara 900 dan 1.000 Muslim di Uruguay, terhitung hanya sekitar 0,02% dari populasi negara itu. Sebagian besar Muslim ini tinggal di Chuy, Montevideo, Artigas, dan Rivera.

Yudaisme di Uruguay

Uruguay memiliki komunitas Yahudi terbesar keempat di benua itu. Sebagian besar orang Yahudi Uruguay tiba di negara itu selama atau setelah Perang Dunia I dan II untuk menghindari penganiayaan di negara asal mereka.

Iman Baha’i di Uruguay

Uruguay memiliki komunitas Bahá’í yang kecil. Bahá’í pertama di Uruguay adalah Martha Root, seorang guru keliling terkemuka, yang memasuki negara itu pada tahun 1919. Pada tahun 2001, negara itu diperkirakan memiliki populasi 4,000 Bahá’í.

Kebebasan Beragama dan Toleransi di Uruguay

Dibandingkan dengan negara-negara lain di Amerika Selatan, agama memainkan peran yang kurang signifikan dalam kehidupan banyak warga Uruguay. Hal ini setidaknya sebagian dijelaskan oleh perlawanan sengit penduduk asli negara itu terhadap konversi agama yang dipaksakan oleh penjajah di era pra-kemerdekaan.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Agama-Agama Utama yang Dianut di Uruguay

Related Posts