Agama-Agama Utama yang Dianut di Suriname

Katedral Santo Petrus dan Paulus di Paramaribo, Suriname.

Katedral Santo Petrus dan Paulus di Paramaribo, Suriname.

Suriname adalah negara terkecil di Amerika Selatan dan terletak di sepanjang pantai Samudra Atlantik di bagian timur laut benua. Negara ini meliputi area seluas sekitar 165.000 km persegi dan memiliki populasi 558.368 individu. Sebelum kedatangan orang Eropa pada abad ke-16, Suriname adalah rumah bagi sejumlah masyarakat adat. Setelah penjajahan Suriname oleh Belanda, budak Afrika dan kemudian pekerja kontrak dari Asia dibawa untuk bekerja di perkebunan milik negara Eropa. Dengan demikian, demografi agama Suriname mencerminkan sifat multikultural penduduk negara itu.

Menurut sensus 2012, Kristen adalah agama dominan di Suriname, terhitung 48,4% dari total penduduk negara itu. Hindu dan Islam memiliki populasi agama terbesar kedua dan ketiga di negara ini, masing-masing terdiri dari 22,3% dan 13,9% dari populasi. Agama lain yang dianut di Suriname termasuk Winti (1,8%), Jawa (0,8%), dan Yudaisme. Selain itu, 7,5% dari populasi mengidentifikasi tanpa agama, sementara 3,2% memilih untuk tidak menjawab pertanyaan.

Kristen Adalah Agama Utama di Suriname

Kristen adalah agama dominan di Suriname. Gereja Anglikan adalah denominasi Kristen tertua di negara ini, sementara Katolik dan Protestan memiliki kehadiran yang signifikan. Secara khusus, gereja Pantekosta dan Moravia adalah denominasi Protestan terbesar yang aktif di Suriname. Misi Katolik pertama tiba di Suriname pada tahun 1683, namun pertumbuhan agama Kristen pada awalnya lambat, dan tidak menyebar dengan cepat sampai negara itu berada di bawah kekuasaan Belanda pada tahun 1816. Sebagian besar penduduk asli dan budak Afrika Barat menerima agama tersebut, dan keturunan mereka sekarang merupakan mayoritas penduduk Kristen Suriname.

Hindu di Suriname

Populasi Suriname mengandung proporsi Hindu tertinggi ketiga di Belahan Barat. Sebagian besar tiba dari India untuk bekerja di perkebunan Belanda di Suriname, seringkali sebagai buruh kontrak dari British India dan didukung oleh kesepakatan antara Belanda dan Inggris. Kebijakan Belanda yang lebih liberal memungkinkan umat Hindu menjalankan agamanya di Suriname. Setelah kemerdekaan Suriname, sebagian besar umat Hindu menetap di daerah pesisir di Suriname utara, di mana bentuk agama mayoritas. Beberapa candi Hindu ada di Suriname saat ini.

Islam di Suriname

Muslim Suriname menelusuri asal-usul mereka ke Asia Selatan dan Indonesia, di mana mereka dibawa sebagai buruh kontrak. Sebagian besar Muslim di Suriname adalah Sunni, sementara sebagian kecil penduduk mengikuti tasawuf, Kejawèn Jawa, dan kepercayaan sinkretis lainnya.

Agama Adat di Suriname

Banyak penduduk asli Suriname yang terus mempraktekkan agama tradisional, yang sebagian besar berfokus pada pemujaan alam dan semua makhluk hidup. Segmen penting orang Afrika yang dibawa ke Suriname sebagai budak juga mengikuti agama tradisional Afrika mereka. Pemujaan leluhur adalah praktik umum dari agama-agama semacam itu. Orang Amerindian dan keturunan Afro yang memeluk agama Kristen di Suriname juga memasukkan kepercayaan dan ritual tradisional dalam ibadah mereka.

Kebebasan Beragama dan Toleransi di Suriname

Suriname memberikan kebebasan kepada warganya untuk memilih dan menjalankan keyakinan agama pilihan mereka. Tingkat toleransi beragama dalam masyarakat Suriname pada umumnya tinggi, namun partai politik biasanya memiliki ikatan etnis yang kuat dengan satu keyakinan tertentu. Namun, partai-partai ini tidak mengamanatkan anggota atau pemimpinnya untuk menganut keyakinan tertentu.

  1. Rumah
  2. Masyarakat
  3. Agama-Agama Utama yang Dianut di Suriname

Related Posts