8 Fakta Menarik Tentang Komodo Dragons

Dua komodo bertarung satu sama lain di Indonesia.

Dua komodo bertarung satu sama lain di Indonesia.

Komodo atau Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia dan merupakan endemik ke pulau-pulau Indonesia Komodo, Gili Motang, Flores, dan Rinca. Kadal raksasa ini sangat berbeda sehingga menarik perhatian para ilmuwan dari seluruh dunia. Studi tentang pemangsa utama ini telah mengungkapkan banyak fakta unik tentang morfologi dan perilaku mereka. Berikut beberapa fakta menarik terkait komodo.

8. Kelahiran Perawan Dimungkinkan Di Komodo –

Komodo betina tidak selalu perlu kawin dengan jantan untuk melahirkan. Para peneliti menemukan bahwa dua dari naga betina yang hidup di penangkaran di Eropa ini bertelur tanpa inseminasi dari jantan. Proses produksi keturunan tanpa pembuahan oleh pejantan disebut partenogenesis. Namun, fenomena ini hanya terlihat pada 0,1% vertebrata, sebuah proses yang tidak terduga pada hewan serumit komodo.

7. Serangan Komodo Pada Manusia Bisa Fatal –

Meski jarang, serangan kadal ini telah merenggut beberapa nyawa baik di penangkaran maupun di alam liar. Menurut sumber dari Taman Nasional Komodo, 24 serangan oleh komodo termasuk 5 yang fatal dilaporkan antara tahun 1974 dan 2012. Pada tahun 1974, seorang turis Swiss yang menghilang di Pulau Komodo diyakini telah dibunuh dan dimakan oleh kadal ini. Pada tahun 2009, seorang pria lokal meninggal setelah dia dibunuh oleh dua naga ketika dia jatuh dari pohon.

6. Penampilan Komodo Bisa Menipu –

Meskipun komodo tampak besar dan besar, mereka dapat berlari dengan sangat cepat. Dengan kecepatan penuh, hewan itu dapat berlari dengan kecepatan sekitar 12 mil per jam sementara rata-rata manusia melompat dengan kecepatan hanya 15 mil per jam. Jadi, lebih baik berlari secepat mungkin jika tertangkap di depan komodo yang mendekat.

5. Komodo Membunuh Mangsa Dengan Racun –

Komodo (Varanus komodoensis) bertarung untuk mendapatkan mangsa.

Komodo (Varanus komodoensis) bertarung untuk mendapatkan mangsa.

Di masa lalu, diyakini bahwa bakteri yang sangat kuat yang ada dalam air liur komodo membunuh mangsanya dengan infeksi dan syok toksik. Namun, baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan bahwa bukan bakteri tetapi racun yang dihasilkan oleh komodo yang mematikan mangsanya. Kadal ini adalah predator penyergap. Mereka berbaring menunggu hewan yang tidak curiga lewat, menerkamnya, dan mendaratkan gigitan berbisa pada mangsanya.

4. Komodo Adalah Predator Utama –

Komodo dirancang untuk menjadi pemangsa yang sempurna. Ia memiliki sekitar 60 gigi melengkung, bergerigi yang panjangnya bisa mencapai 2,5 cm, dan lidah bercabang kuning. Kulitnya diperkuat oleh sisik lapis baja yang mengandung tulang kecil yang disebut osteoderm yang membuatnya berfungsi seperti rantai. Baju besi yang berat membuat kadal itu hampir tak tersentuh, pemangsa utama dalam ekosistemnya. Armor alami tidak ada pada remaja tetapi menjadi lebih kuat seiring bertambahnya usia untuk membantu pertahanan.

Dengan adaptasi khusus mereka, naga ini menjadi pemburu ganas yang dapat memakan mangsa sebesar kerbau. Mereka juga bisa makan 80% dari berat badan mereka dalam sekali makan.

3. Metabolisme Komodo Tidak Seperti Kadal Lainnya –

Kecepatan dan daya tahan komodo yang tinggi lebih dari kadal mana pun. Para ilmuwan percaya bahwa mereka telah menemukan rahasia fitur mengesankan dari komodo. Predator berdarah dingin ini memiliki beberapa adaptasi genetik yang mengubah aktivitas mitokondria mereka agar sesuai dengan mamalia.

2. Komodo Terkenal Mengkanibal Anaknya –

Dengan tidak adanya mangsa lain atau bahkan dalam keadaan normal, Komodo dewasa mungkin membuat makanan ringan dari anak spesies mereka sendiri. Jadi, segera setelah menetas, Komodo muda memanjat pohon untuk menghindari dimakan oleh jenisnya sendiri. Mereka mulai hidup di tanah setelah mereka mencapai panjang sekitar 4 kaki dan mereka yang bertahan dapat berharap untuk hidup panjang sekitar 3 dekade. Untuk menghindari dimakan oleh orang dewasa, Komodo muda juga dikenal berguling-guling di kotoran sehingga mengambil bau yang cenderung dihindari oleh orang dewasa.

1. Terlepas dari Segala Kekuatannya, Komodo Telah Menjadi Mangsa Manusia –

Terlepas dari keterampilan bertahan hidup dan adaptasinya yang ekstrem, komodo adalah spesies yang rentan. Hewan ini umumnya cenderung menghindari manusia dan menghindar dari kehadiran manusia. Mereka tidak menyerang kecuali diprovokasi tetapi ada beberapa klaim anekdot dari serangan yang tidak diprovokasi. Sebaliknya, manusia menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi spesies ini. Perburuan liar komodo, habitat terbatas, penipisan mangsa, dan tekanan pariwisata mengancam mereka. Mereka tidak berkembang di penangkaran di mana mereka menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga habitat komodo tetap aman dan melindungi spesies tersebut dari ancaman lain.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. 8 Fakta Menarik Tentang Komodo Dragons

Related Posts