5 Hutan Paling Terancam di Dunia

Batang pohon besar di Hutan Hujan Amazon.

Batang pohon besar di Hutan Hujan Amazon.

Hutan adalah unsur penting dari lingkungan alam. Mereka mendukung keanekaragaman hayati, berfungsi sebagai daerah tangkapan air, dan mencegah erosi tanah. Namun, aktivitas manusia telah menyebabkan kerusakan banyak hutan di Bumi. Beberapa hutan telah diidentifikasi oleh Dana Margasatwa Dunia sebagai menghadapi risiko tertinggi kehancuran manusia saat ini.

Para konservasionis dan ilmuwan telah memperingatkan tentang beberapa dampak perusakan hutan. Hilangnya hutan diidentifikasi sebagai salah satu pemicu perubahan iklim karena pohon menyimpan karbon dioksida, yang merupakan gas rumah kaca. Ketika pohon mati, karbon yang tersimpan juga dilepaskan ke atmosfer. Perusakan hutan juga mempengaruhi ekosistem karena spesies hewan dan tumbuhan menjadi rentan terhadap aktivitas manusia.

5. Cekungan Kongo

Bonobo terletak di hutan hujan Cekungan Kongo.

Bonobo terletak di hutan hujan Cekungan Kongo.

Hutan Cekungan Kongo hanya menempati urutan kedua setelah Amazon dalam hal ukuran. Cekungan Kongo, dengan luas 500 juta hektar, diakui sebagai salah satu ekosistem terpenting di dunia. Hewan seperti gorila, kerbau, gajah, simpanse, dan hampir 1.000 spesies burung menyebut hutan sebagai rumah. Cekungan membentang melalui negara-negara Afrika Republik Kongo, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Kamerun, Gabon, dan Guinea Khatulistiwa. Di antara ancaman yang dihadapi hutan adalah pertambangan, bahan bakar arang, penebangan, pembangunan jalan, dan tekanan penduduk. Bagian dari hutan dilindungi oleh kawasan konservasi seperti Taman Nasional Virunga di DRC. Namun, ketidakstabilan politik, konflik bersenjata, dan tata kelola yang buruk telah melumpuhkan upaya konservasi.

4. Australia Timur

Hutan Taman Nasional Blue Mountains, Australia.

Hutan Taman Nasional Blue Mountains, Australia.

Australia Timur adalah rumah bagi hutan pantai yang terbentang dari bagian selatan Sydney hingga Cairns. Hutan adalah salah satu hotspot Australia, dan 150 vertebrata endemik menyebutnya rumah. Hampir 70% hutan di Australia Timur telah terganggu atau dibuka. Faktor utama yang berkontribusi terhadap hilangnya ini adalah padang rumput untuk ternak, penebangan, dan pertambangan. Hutan terutama dilindungi oleh beberapa undang-undang dan peraturan negara bagian dan federal.

3. Amazon

Hutan Amazon di Ekuador.

Hutan Amazon di Ekuador.

Hutan Amazon menempati area seluas 2.123.562 mil persegi dan merupakan hutan hujan terbesar dan terluas di dunia. Terletak di cekungan Amazon Amerika Selatan dan mengangkangi negara-negara Brasil, Peru, Kolombia, Suriname, Venezuela, Guyana Prancis, Ekuador, Guyana, dan Bolivia. 16.000 spesies pohon telah tercatat di hutan yang memiliki sekitar 390 miliar pohon individu. Penghancuran hutan dimulai pada 1960-an ketika lahan dibuka untuk pertanian. Peternakan sapi juga telah memfasilitasi degradasi hutan. Upaya konservasi berbasis masyarakat telah dilaksanakan, dan beberapa masyarakat adat seperti Urarina telah berada di garis depan dalam perjuangan untuk menyelamatkan hutan.

2. Sumatera

Hutan hujan Sumatera, Indonesia.

Hutan hujan Sumatera, Indonesia.

Pulau Sumatera Indonesia lainnya adalah rumah bagi hutan hujan tropis yang luas. Hutan ini sangat unik karena merupakan satu-satunya wilayah di mana gajah, harimau, orangutan, dan badak ditemukan hidup bersama. Hewan lain yang ditemukan di hutan termasuk macan dahan, bekantan, kukuk tanah sumatera, dan beruang madu. Hewan-hewan ini menghadapi masa depan yang tidak pasti mengingat tingkat pembukaan hutan di pulau itu. Penebangan liar dan komersial dipraktikkan secara luas di wilayah ini seperti halnya perburuan dan perburuan yang mengancam kelestarian beberapa spesies hewan. Perkebunan kelapa sawit kini banyak menempati bagian yang dulunya merupakan hutan. Pemerintah Indonesia telah memfasilitasi pembuatan lebih dari sepuluh taman nasional untuk melindungi keanekaragaman hayati pulau tersebut.

1. Kalimantan

Hutan Hujan Borneo di Malaysia.

Hutan Hujan Borneo di Malaysia.

Pulau Kalimantan, terbesar ketiga di dunia, adalah rumah bagi Hutan Hujan Borneo. Hutan ini berusia sekitar 130 juta tahun, yang membuatnya lebih tua dari Amazon. Hutan mendukung 6% keanekaragaman global dan merupakan rumah bagi spesies hewan seperti siamang, gajah kerdil, dan orangutan. Pada tahun 1950, sebagian besar Borneo ditutupi oleh hutan hujan, tetapi hal ini tidak lagi terjadi. Pembalakan merajalela di Kalimantan karena manfaat ekonomi yang terkait. Potongan besar hutan telah dibuka untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan. Pada tahun 2007, Indonesia, Malaysia, dan Brunei, yang semuanya memiliki wilayah di Kalimantan, berkomitmen pada Inisiatif Heart of Borneo. Inisiatif ini mendapat manfaat dari dukungan LSM, dan berupaya mengelola hutan secara berkelanjutan.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. 5 Hutan Paling Terancam di Dunia

Related Posts