10 Hewan Paling Ikonik Di Indonesia

Rangkong Knobbed, Rhyticeros cassidix, dari Sulawesi, Indonesia.  Kredit gambar: Ondrej Prosicky/Shutterstock.com

Rangkong Knobbed, Rhyticeros cassidix, dari Sulawesi, Indonesia. Kredit gambar: Ondrej Prosicky/Shutterstock.com

  • Indonesia adalah rumah bagi banyak hewan liar megah yang kini berada di ambang kepunahan.
  • Di antara fauna paling unik yang ditemukan di Indonesia adalah komodo. Meskipun mereka tidak menghirup api, mereka mengemas cukup racun untuk menghambat pembekuan darah, menyebabkan kehilangan banyak darah, dan membuat korbannya terkejut hanya dengan satu gigitan.
  • Jalak Bali, endemik Bali di Indonesia, dikenal dengan bulu putih bersih yang indah dan garis seperti topeng biru di sekitar matanya. Perburuan selama beberapa dekade telah membuat spesies ini terancam punah.
  • Hewan langka lainnya yang dapat ditemukan di Indonesia adalah Anoa yang juga dikenal dengan sebutan kerbau kerdil karena ukurannya yang kecil. Mereka kecil dibandingkan dengan kerabat mereka yang hanya memiliki tinggi 75 cm.

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, adalah rumah bagi banyak hewan luar biasa yang endemik di Asia Tenggara. Sayangnya, kebanyakan dari mereka berada di ambang kepunahan, dengan hanya beberapa spesies yang hidup di alam liar saat ini. Beberapa seperti badak Jawa dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon sementara yang lain seperti komodo dan babirusa dapat ditemukan di beberapa dari 17.500 pulau di negara ini.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang hewan agung yang menyebut Indonesia sebagai rumah mereka, berikut adalah daftar 10 fauna paling ikonik yang dapat Anda temukan di sana.

10. Naga Komodo

Seekor komodo di Pulau Rinca, Indonesia.  Kredit gambar: Sergey Uryadnikov/Shutterstock.com

Seekor komodo di Pulau Rinca, Indonesia. Kredit gambar: Sergey Uryadnikov/Shutterstock.com

Kadal kolosal ini dianggap sebagai kadal terbesar dan terberat di Bumi, dapat tumbuh sepanjang 10 kaki dan beratnya mencapai 330 pon. Mereka diyakini telah berkeliaran di planet ini selama jutaan tahun. Sekarang Anda dapat melihatnya di Taman Nasional Komodo, Rinca, dan beberapa wilayah Pulau Flores di Indonesia. komodo mungkin tidak bernapas api seperti yang mitos yang Anda lihat dalam cerita-cerita tapi mereka hanya sebagai mengancam. Selain cakarnya yang tajam dan giginya yang bergerigi, kadal raksasa ini memiliki kelenjar racun yang cukup banyak mengandung racun untuk menyebabkan pendarahan hebat, mencegah pembekuan, dan menyebabkan syok hanya dengan satu gigitan.

9. Orangutan Sumatera

Orangutan Sumatera jantan (Pongo abelii) bersarang di Taman Nasional Gunung Leuser.  Gambar Longjourneys/Shutterstock.com

Orangutan Sumatera jantan (Pongo abelii) bersarang di Taman Nasional Gunung Leuser. Gambar Longjourneys/Shutterstock.com

Menurut Program Konservasi Orangutan Sumatera, Orangutan bisa dibilang yang paling cerdas dari kera besar dan salah satu kerabat terdekat kita. Mereka berbagi sekitar 96% DNA manusia. Makhluk yang sangat cerdas ini ditemukan di pulau-pulau di Indonesia, dapat mengenali diri mereka sendiri di cermin dan dapat diajari bahasa isyarat manusia. Sayangnya hanya ada 14.000 dari mereka yang tersisa tinggal di hutan saat ini. Mereka adalah salah satu dari 25 Spesies Primata Paling Terancam Punah di Dunia.

8. Badak Jawa

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).  Kredit gambar: Hendra Arieska Putra/Shutterstock.com

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Kredit gambar: Hendra Arieska Putra/Shutterstock.com

Juga dikenal sebagai badak bercula satu, ini adalah jenis badak paling langka dan hanya dapat ditemukan di Jawa, Indonesia. Hewan yang tampak kuno ini memiliki tanduk terkecil di antara lima spesies yang tersisa di dunia. Panjangnya kurang dari satu kaki dan hanya badak jawa jantan yang memilikinya. Mereka sangat langka sehingga hanya tersisa sekitar 70 ekor badak di Indonesia. Mereka dianggap sangat terancam punah sehingga dijaga ketat oleh Unit Perlindungan Badak di negara tersebut.

7. Jalak Bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) memakan buah.  Kredit gambar: TungCheung/Shutterstock.com

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) memakan buah. Kredit gambar: TungCheung/Shutterstock.com

Spesies burung yang penuh teka-teki ini dikenal dengan bulu putih bersih dan garis seperti topeng biru di sekitar mata mereka. Mereka endemik pulau Bali di Indonesia dan dianggap sebagai burung paling langka kedua di dunia. Kecantikan langka mereka membuat mereka rentan terhadap perdagangan karena mereka dihargai oleh banyak kolektor burung. Perburuan selama beberapa dekade telah mendorong spesies mereka ke ambang kepunahan. Mereka sekarang terdaftar sebagai terancam punah.

6. Anoa

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis).  Kredit gambar: Vladimir Wrangel/Shutterstock.com

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Kredit gambar: Vladimir Wrangel/Shutterstock.com

Hewan langka lainnya yang dapat ditemukan di Indonesia adalah Anoa yang juga dikenal dengan sebutan kerbau kerdil karena ukurannya yang kecil. Mereka kecil dibandingkan dengan kerabat mereka yang hanya memiliki tinggi 75 cm. Dianggap sebagai spesies kerbau liar terkecil, mereka hidup di rawa-rawa dan hutan Pulau Sulawesi di Indonesia . Hanya ada kurang dari 2.500 Anoa di alam liar saat ini. Menurut Action Indonesia Global Species Management Plan (GSMP), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk melindungi hewan langka di Indonesia, anoa berada pada peningkatan risiko kepunahan karena hilangnya habitat dan perburuan.

5. Maleo

Sepasang maleo.  Kredit gambar: Riza Marlon/Shutterstock.com

Sepasang maleo. Kredit gambar: Riza Marlon/Shutterstock.com

Endemik Sulawesi, maleo adalah jenis burung yang dikenal dengan tonjolan tulang yang berbeda di bagian atas kepalanya. Mereka sangat sulit dipahami dan lebih aktif di malam hari. Mereka biasanya bertelur di tanah berpasir yang dipanaskan oleh aktivitas panas bumi . Mereka tidak mengerami telurnya tetapi malah menguburnya di pasir untuk mengelilinginya dengan panas geotermal dari tanah. Karena penggundulan hutan dan pemanenan telur yang berlebihan, maleo telah terdaftar sebagai hewan yang terancam punah dan dengan demikian dilindungi oleh hukum Indonesia.

4. Babirusa

babirusa.  Kredit gambar: Makoto_Honda/Shutterstock.com

babirusa. Kredit gambar: Makoto_Honda/Shutterstock.com

Mereka terlihat seperti persilangan antara rusa dan babi hutan, sehingga dijuluki babi rusa. Mamalia yang tampak tidak biasa ini memiliki taring dan taring yang tumbuh ke atas dari langit-langit mulutnya dan kemudian melengkung ke belakang dan dapat mencapai cukup ke bawah untuk menembus tengkoraknya sendiri. Babirusas hidup di pulau Sulawesi, Togian, dan Baru di
Indonesia dan kini terancam punah karena perburuan yang berlebihan. Hilangnya habitat juga membuat mereka lebih rentan terhadap pemburu yang membunuh mereka untuk diambil dagingnya.

3. Lumba-lumba Sungai Mahakam

Lumba-lumba Irrawady.  Kredit gambar: Isuaneye/Shutterstock.com

Lumba-lumba Irrawady. Kredit gambar: Isuaneye/Shutterstock.com

Secara lokal dikenal sebagai Pesut Mahakam, makhluk cantik ini, populasi unik lumba-lumba Irrawady, banyak ditemukan di sepanjang Sungai Mahakam di Indonesia a. Mereka sangat mirip dengan paus beluga dengan hidung pendek dan tubuh mulus berbentuk botol. Saat ini hanya tersisa sekitar 80 ekor lumba-lumba yang hidup di Sungai Mahakam. Berkurangnya populasi mereka diyakini disebabkan oleh hilangnya habitat, teknik penangkapan ikan seperti gillnetting yang dapat menjerat dan menenggelamkan mereka, dan polusi suara bawah laut dari tongkang batu bara.

2. Macan Dahan Sunda

Macan dahan Sunda.  Kredit gambar: studio382.net/Shutterstock.com

Macan dahan Sunda. Kredit gambar: studio382.net/Shutterstock.com

Hanya ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatra , kucing agung ini adalah kerabat dari macan dahan daratan. Perbedaan utama terletak pada bintik-bintiknya, kulit macan dahan sunda ditutupi bintik-bintik yang lebih besar dan berwarna lebih gelap. Mereka bergerak diam-diam dari pohon ke pohon di hutan dan berlimpah di daerah perbukitan. Karena tingkat deforestasi yang tinggi di Kalimantan dan Sumatera, mereka sekarang diyakini juga rentan terhadap kepunahan.

1. Harimau Sumatera

Harimau Sumatera.  Kredit gambar: tom177/Shutterstock.com

Harimau Sumatera. Kredit gambar: tom177/Shutterstock.com

Hewan ganas ini merupakan subspesies harimau yang merupakan hewan asli Sumatera di Indonesia. Dikenal sebagai spesies harimau terkecil, mereka jarang melebihi 260 pon. Mereka memiliki jari kaki berselaput yang mereka gunakan untuk berenang di sekitar sungai dan bulu yang berwarna oranye lebih gelap dibandingkan dengan subspesies lainnya. Garis-garis mereka juga lebih rapat dan janggut khas mereka diyakini membantu mereka menavigasi vegetasi lebat di hutan tropis. Karena hilangnya habitat dan perburuan, harimau sumatera sekarang terancam punah.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. 10 Hewan Paling Ikonik Di Indonesia

Related Posts