10 Hewan Ditemukan Di Irak

Rusa bera Persia adalah salah satu hewan liar Irak.

Rusa bera Persia adalah salah satu hewan liar Irak.

Irak adalah negara Asia yang terletak di Asia Barat. Negara tetangganya adalah Yordania, Kuwait, Turki, Iran, Suriah, dan Arab Saudi. Irak menjadi republik pada 14 Juli 1958. Ibukota dan kota terbesarnya adalah Bagdad. Meskipun merupakan negara yang dilanda perang, Irak diberkahi dengan banyak spesies hewan unik seperti yang dibahas di bawah ini;

1. Onager Persia

Onager Persia secara ilmiah disebut Equus heminous onager. Ia juga dikenal sebagai keledai liar Asia atau keledai liar Persia. Onager adalah yang terkecil dalam ukuran dibandingkan dengan empat subspesies keledai liar Asia. Mereka memiliki mantel merah pucat berpasir, ekor pendek, dan berat 200-260 kg. Onager jantan sedikit lebih besar dari betina. Onager Persia tinggal di padang pasir, semi-gurun, dan stepa pegunungan Irak. Mereka memakan tumbuh-tumbuhan seperti herba, rumput, dedaunan, dan semak-semak. Umur onager di alam liar dilaporkan sekitar 40 tahun.

2. Serigala Emas

Serigala Emas juga dikenal sebagai serigala biasa dan secara ilmiah disebut Canis aureus. Mereka adalah hewan anjing yang menyerupai coyote yang tumbuh hingga 70 hingga 85 cm memanjang. Serigala emas juga memiliki ekor berbulu halus sepanjang 25 cm dan telinga yang panjang. Beratnya dari 6 hingga 12 kg. Mengenai kebiasaan makan mereka, serigala adalah omnivora, pemulung, dan pemakan oportunistik. Serigala emas kawin seumur hidup dengan betina yang melewati masa kehamilan 57 sampai 70 hari. Mereka hidup selama 10 sampai 12 tahun.

3. Rusa Bera Persia

Rusa bera Persia secara ilmiah disebut Dama dama mesopotamica. Mereka terkait erat dengan rusa bera tetapi lebih besar dan memiliki tanduk yang lebih besar. Hewan ini memiliki bulu yang unik dan indah dengan warna mulai dari coklat hingga hitam dengan bintik-bintik putih bersih yang indah. Rusa bera Persia adalah hewan yang sangat sosial yang hidup dalam kawanan. Mereka memiliki penglihatan yang sangat baik di malam hari dan dapat berkomunikasi dengan bahasa tubuh, bau, dan suara vokal. Rusa bera Persia adalah spesies yang terancam punah di Irak karena perusakan habitat dan perburuan manusia. Hewan-hewan ini hidup hingga 12 hingga 25 tahun.

4. Unta Baktria

Unta Baktria secara ilmiah dikenal sebagai Camelus bactrianus. Telah dijuluki “binatang beban” dan “kapal gurun” karena kemampuannya untuk mengangkut barang bawaan melintasi padang pasir. Unta ini kebanyakan ditemukan di padang rumput gurun dan stepa Irak dalam kawanan yang dipimpin oleh unta jantan. Unta Baktria dewasa memiliki berat 600 hingga 1000 kg dan tumbuh setinggi 1,8 meter. Mereka memiliki kaki yang panjang, moncong berbibir besar, dan dua punuk yang penting untuk penyimpanan makanan. Unta Baktria dapat minum hingga 30 galon air sekaligus dan bertahan selama sekitar enam bulan tanpa makanan dan air. Hewan ini memiliki umur 18 tahun.

5. Rusa Gondok

Kijang gondok atau kijang ekor hitam secara ilmiah disebut Gazella subgutturosa. Namanya diambil dari pembesaran mirip gondok yang muncul di tenggorokan pejantan selama musim kawin. Rusa gondok memiliki bulu coklat, perut putih dan bercak putih di wajah. Ekor mereka pendek dan hitam. Kijang-kijang ini mendiami padang rumput, semak belukar, lembah gunung, gurun, dan semi-gurun Irak. Mereka merumput secara berkelompok dan berpoligami. Rentang hidup rusa gondok adalah 12 hingga 20 tahun.

6. Angsa Dada Merah

Angsa Berdada Merah secara ilmiah dikenal sebagai Branta ruficollis. Itu hitam dan putih; dengan dada merah mencolok, dahi hitam, dan garis-garis putih di panggul. Burung itu mendiami tundra dan stepa di Irak utara di mana ia memakan rumput, daun, batang, gandum, jelai, dan umbi-umbian. Sulit untuk memperkirakan populasi Angsa Berdada Merah karena jangkauan musim dinginnya yang luas hampir 1,2 juta kilometer persegi. Namun, kelangsungan hidup mereka terancam oleh polusi air dan udara, hilangnya habitat, serta predator seperti rubah, elang, dan elang.

7. Tupai Kaukasia

Tupai Kaukasia secara ilmiah dikenal sebagai Sciurus anomali. Mereka adalah tupai pohon kecil dengan bulu coklat keabu-abuan sampai abu-abu pucat. Mereka tumbuh hingga 32-36 cm dan berat 260-410 gram. Hutan konifera, ek sedang, dan hutan pinus adalah habitat yang disukai tupai Kaukasia. Namun, mereka juga mendiami bebatuan dan celah-celah. Mereka memakan kacang-kacangan, biji-bijian, kuncup, jagung pinus, dan buah-buahan. Tupai Kaukasia berkembang biak dua kali setahun dan memiliki umur 7 sampai 10 tahun.

8. Kelinci Eropa

Kelinci Eropa secara ilmiah dikenal sebagai Lepus europaeus. Mereka memiliki telinga panjang, bulu coklat, dan sangat lincah. Mata kelinci ini sedemikian rupa sehingga mereka dapat melihat jarak 360° tanpa menggerakkan kepalanya. Kelinci Eropa adalah herbivora nokturnal yang menunjukkan cara hidup poligami. Betina melahirkan di lubang galian di tanah untuk anak-anak muda yang disapih setelah hanya empat minggu setelah lahir. Kelinci Eropa yang sudah dewasa memiliki berat 4 hingga 6 kg. Populasi kelinci Eropa sedang menurun karena perburuan , olahraga, dan pemangsaan. Ini juga dipengaruhi oleh penyakit seperti koksidiosis, tularemia, dan pasteurellosis.

9. Landak Jambul India

Landak jambul India secara ilmiah dikenal sebagai Hystrix indica. Ia mendiami lereng bukit berbatu, hutan, padang rumput, dan semak belukar beriklim Irak. Hewan pengerat nokturnal ini memiliki duri panjang dan tangguh hampir 16 inci untuk pertahanan. Suara gemeretak yang dibuat oleh landak menunjukkan bahwa ia sedang marah. Landak jambul India adalah herbivora yang memakan biji-bijian, akar, dan buah-buahan. Landak diburu untuk diambil dagingnya dan juga menghadapi degradasi habitat dengan melanggar batas populasi.

10. Kambing Liar

Kambing liar secara ilmiah dikenal sebagai Capran aegagrus. Mereka berasal dari Pegunungan Zagros di Irak yang merupakan rumah bagi sekitar 250 spesies kambing liar yang berbeda. Kambing liar juga menghuni hutan, semak belukar, dan daerah berbatu dan sepenuhnya memakan tumbuh-tumbuhan. Perburuan, perburuan, dan hilangnya habitat merupakan ancaman besar bagi kelangsungan hidup kambing liar. Alhasil, pemerintah Irak membuat dua kawasan lindung bagi mereka yaitu Peramagroon dan Gunung Barzan. Umur kambing liar adalah 10 sampai 16 tahun.

  1. Rumah
  2. Lingkungan
  3. 10 Hewan Ditemukan Di Irak

Related Posts